Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 11. IHDH


__ADS_3

satu Minggu setelah kepulangan Alya, hari ini Lukman mendatangi rumah Alya, ia berniat kembali membujuk Alya


"mau apa kamu kemari" tanya Alya ketus


"boleh kakak masuk dulu dek" kata Lukman


"ya masuk lah, kalau kita kira tidak penting lebih baik kamu keluar"


"ini sangat dek"


setelah Mereka duduk di ruang tamu, Lukman menyampaikan niatnya, mungkin saja bagi Lukman. Alya telah meredah dari amarahnya


"mau ngomong apa, ngomong lah waktu ku tidak banyak" ucap Alya


"begini dek, mungkin saat ini hati Mu sudah dingin tidak seperti kemarin, kakak ingin mengajak mu rujuk kan kamu belum juga kakak talak jadi kita masih sah suami istri" terang Lukman


"jadi, maksud kamu ke sini hanya ingin mengatakan itu" kata Nata sambil berjalan mendekat


"iya pa, kalau papa merestui kami. aku ingin rujuk sama alya"


"tapi maaf, seperti keinginan mu kamu kubur dalam-dalam Karna aku tidak berminat" jawab Alya tegas


"tapi al, apa sudah kamu fikirkan lagi, apa kamu tidak malu dengan status janda" Lukman terus merayu


Nata hanya menyimak, membiarkan Alya mengeluarkan unek-unek nya juga ingin tahu apakah anaknya tegas dan tetap dengan keputusannya

__ADS_1


"untuk apa malu dengan status janda, dan jawaban ku tetap sama, kalau perlu kamu talak aku sekarang juga"


"apa kamu siap jadi bahan gosipan orang orang dan ingat Alya belum tentu ada lelaki yang mau menerima mu janda"


"sebelum kamu ngomong itu, aku sudah menjadi gosipan orang karna baru dua hari menikah sudah di tinggal suami, apa kamu lupa Lukman, jadi jangan harap aku akan berubah fikiran"


"tapi al, aku masih sangat cinta sama kamu, aku menikahi Dinda hanya karna dia hamil, kalau dia tidak hamil sudah ku ceraikan dia"


"sudah lah Lukman, terima saja jodoh kita sudah berakhir sampai di sini, untuk cinta kata mu. cinta ku sudah mati saat kamu ketahuan memiliki istri lain, hapus saja cinta itu sudah basi bahas cinta cintaan"


"Al, apa tidak bisa di toleransi lagi, aku sudah mengajak baik baik tapi kamu keras kepala, kalau kamu begini terus aku akan talak kamu sekarang juga" bentak Lukman mulai emosi


"hy.. jangan coba coba membentak anak ku, jaga sikap di rumah orang, tidak semua keinginan mu terwujud Lukman, anak ku bukan boneka setelan bosan di buang ketika butuh di pungut kembali" Nata menggebrak meja, kesal berani beraninya membentak anaknya di depan matanya sendiri


"maaf pa maaf, coba kamu fikir ulang Al, tidak kah kamu memikirkan orang tua mu a" ucapa Lukman terputus


"Alya, aku katakan sekali lagi, apa sudah kamu fikirkan baik baik sebelum aku benar benar mengeluarkan kata ka" kembali ucapan Lukman putus


"sudah lah, tak perlu bertele tele, aku capek berurusan dengan mu, aku minta sekarang juga talak aku" pekik Alya


"oke kalau itu mau mu, Alya binti Nata aku talak kamu dengan talaq 1, puas kamu" ucap Lukman dengan nafas berat


"puas sangat puas, memang ini yang ku mau dari kemarin tapi kamu malah menahan, sekarang kita tidak memiliki hubungan apa pun, kembali lah pada istri mu nikahi dia secara sah di mata hukum"


"sudah selesai lukman, sekarang silahkan keluar" usir Nata

__ADS_1


lukman dengan lesu berjalan keluar namun saat di depan pintu Alya kembali berucap


"tunggu sebentar"


Lukman seketika berhenti, dia tersenyum di fikir nya alya menyesal telah meminta di talaq


*menyesalkan kamu Alya* Lukman tersenyum sinis


"ini, baju mu yang tertinggal Lupa aku bawa kemarin" Alya menyerah satu tas kecil di dalamnya berisi pakaian lukman


seketika senyum sinis Lukman memudar, Lukman mengambil tas di tanggal Alya tanpa bicara berjalan keluar


...*****...


Dinda berulang kali menghubungi Lukman tapi tidak di angkat membuat Dinda jengkel pada suaminya


sekali lagi dia mengulang menghubungi Lukman akhirnya di angkat


[apa si Din, ngak tau apa orang lagi ada kerjaan, bisa nanti saja ngak] bentak Lukman di ponselnya


[apaan si kak, orang nelfon di marah marah, kamu di mana kapan pulang] tanya Dinda


[ah, cuma mau nanya ini doang, bisa nanti saja ngak sih, ganggu tau ngak]


Lukman masih emosi karna Kembali di tolak Alya, berimbas pada Dinda yang menghubungi nya

__ADS_1


kedatangan bukan nya di terima malah mempercepat proses perpisahan mereka karna Alya terus mendesak agar segera di talaq


__ADS_2