
hari ini Lukman mengklasifikasi tentang video viral itu, Alya bernafas dengan lega namanya kembali baik dan warga tak lagi berbondong bondong menghujatnya
berbeda dengan Lukman yang terpaksa melakukan itu karna tak ingin mendekam di penjara
"terimakasih kak telah mengembalikan nama ku bersih kembali" Alya tersenyum ceria
"tapi aku melakukannya karna terpaksa di ancam Abang mu" jawab Lukman
"terserahlah, aku tak memperdulikan itu yang penting aku bisa terbebas dari hujatan orang orang " Alya menjawab dengan entengnya
Lukman mengepalkan tangannya geram dengan jawaban Alya, bukan itu yang ingin dengar dari Alya berharap Alya mau menerima kembali
"dan ingat kau wanita murahan, urusan kita belum selesai sampai di sini" ancam Sarah
Alya mengerutkan keningnya mencoba mencerna ucapan Sarah yang sebentar lagi akan menjadi mantan ibu mertuanya
"memangnya aku melakukan apa Bu, dan ibu jangan menghina ku aku bukan wanita murahan seperti menantu ibu hamil di luar nikah" Alya tak mau kalah
"jaga bicaramu sama orang tua, apa kau tak di didik hormat sama orang yang lebih tua" Sarah mengeram kesal
"ibu yang seharusnya sopan berbicara, dan mama papa ku mendidik ku kesopanan Tapi orang seperti ibu tak patut di hormati"
"Alya ingat ibu ku itu mertua mu" Lukman membentak
__ADS_1
Lucas hanya menyaksikan perdebatan itu, tak mau menyalahkan Alya juga tidak membela Sarah dan Lukman
"sudah selesai kan ya bisa mama bawa Alya pulang Reno" timpal Linda melirik ke arah suaminya bermaksud menarik Alya agar tak ikut berkata kasar
"ayo Alya kita pulang, jangan meladeni orang orang seperti mereka tak ada untungnya" nata menarik lengan Alya
"iya pa, pakde Alya pamit pulang terimakasih atas semua semoga pakde dan keluarga sehat"
"terimakasih nak, aamiin"
...----------------...
Dinda tak jadi pergi karna saat hendak keluar rumah Lukman di jemput paksa Sehingga mengurungkan niatnya
tring... ponsel Dinda berdering
"hallo iya Bu, bagaimana urusan sudah selesai"
"sudah, cuma ibu kesal sama Alya beraninya dia menghina mu"
"memangnya dia ngomong apa"
"berani sekali berkata tentang mu hamil di luar nikah, sebaiknya kamu menyusul kemari ibu dan Lukman tidak pulang, kita datangi Alya beri dia pelajaran"
__ADS_1
"baik Bu, aku akan menyusul ke sana"
sambungan telfon di tutup, Dinda menyiapkan barang yang akan dia bawa juga keperluan ibu mertuanya
tiba di kamar hotel Dinda meletakkan barang yang ia bawa dari rumahnya kemudian duduk di samping Sarah sambil menyusun rencana
"aku kesal sekali sama wanita itu, berani sekali berkata begitu sama orang tua kalau tidak ingat ada orang tuanya sudah ibu pukul wajahnya" Sarah mengepal tangannya memeluk dengan satu tangannya
"terus rencana ibu selanjutnya apa"
"besok ibu jelaskan, sekarang kita istirahat dulu ibu lelah sekali hari ini"
Dinda berbaring di sisi anaknya sedangkan Sarah tidur di ranjang sebelahnya bersama Lukman
di tempat lain, Alya tersenyum penuh kemenangan tapi juga merasa sedih karna daffa menghilang entah kemana beberapa hari ini tak memberinya kabar
"*may Kak Daffa kemana ya, aku hubungi tapi ngak nyambung" ucap Alya di seberang telfon
"apa kamu ngak tau Al, kak Daffa di suruh sama mamanya kerja di luar kota"
"ngak may kak Daffa ngak ada memberiku kabar, kenapa apa alasannya"
"yang ku dengar katanya mamanya malu karna khasus video itu"
__ADS_1
"oh begitu, ya sudah makasih infonya*"
Tut... panggilan berakhir...