Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 14. IHDH


__ADS_3

Ningrum yang mendengar berita Lukman telah menjatuhkan talaq kepada Alya dari sinem merasakan sedih teramat dalam


ia kali ini benar benar akan kehilangan Alya, padahal Ningrum masih menaruh harapan besar pada alya dan Lukman


tanpa Ningrum memikirkan perasaan Dinda, ya itu pantas. Dinda juga tidak memikirkan perasaan alya sebelum ini


hiks hiks hiks


"kenapa dek tiba tiba nangis" tanya Darmin ketika mendengar isakan Ningrum


"ini loh mas, Lukman sudah menalaq Alya, kok aku berat ya rasanya"


"sudah dek, ikhlaskan saja, jodoh mereka sampai di sini, di paksa pun kalau bukan jodohnya bagaimana" Darmin menenangkan Ningrum


"kita nga ketemu Alya lagi mas, hiks hiks hiks"


"kalau rindu kita akan main, kan yang bermasalah Lukman bukan kita dek, sudah sudah"


....


Di tempat lain, Alya bertemu dengan teman SMAnya dulu yang kini telah membuka usaha toko pakaian


Maya mengajak Alya bergabung dengan usaha yang di bukanya saat ini, terbilang ramai dan menjanjikan hasilnya


"mau ya Al, cukup berapa kamu punya modal aja" kata Maya


mereka nongkrong sebuah caffe kekinian, Maya belum menikah alias masih lajang...


"aku fikir fikir dulu mau, ngak bisa memutuskan sendiri. secepatnya aku beri kabar"


Alya tidak bisa memutuskan sendiri, dia akan meminta pendapat nata dan Linda terlebih dahulu sebuah memutuskan sesuatu

__ADS_1


"oke deh kalau begitu jawab Maya kurang semangat


"semangat dong, kok ajdi lemah gitu sih"


"aku maunya kita buka usaha bareng bareng"


"sabar, aku mau izin dulu sama orang tua ku, begitu orang tua ku mengizinkan aku langsung kasih kabar ke kamu"


"janji ya, kabarin" Maya mengeluarkan jari kelingking, membuat perjanjian pada Alya


"iya janji, kapan aku bohong nya si"


"iya iya tau, orang paling jujur se-dunia " balas Maya lalu mereka tertawa bersama


...*****...


tiba di rumah, Alya langsung menemui orangtuanya yang sedang menonton acara di televisi di ruang tengah sambil menjaga si kembar yang lagi main


"ma pa, Alya mau ngomong sesuatu ni"


"apa tu" tanya nata antusias


"Maya kan sekarang buka usaha toko pakaian, nah dia ngajak aku buat gabung di usaha yang sedang dia geluti saat ini"


"terus, maksudnya kamu mau ikut gabung begitu" tanya Linda menebak nebak


"kalau di izinkan sih, kalau enggak juga ngak apa apa" balas Alya sambil memainkan ujung bajunya


"kamu minat" tanya nata


"sedikit si, bosan juga lama lama di rumah aja tanpa ngapa ngapain"

__ADS_1


"kamu boleh gabung sayang, butuh modal berapa" kata nata


"serius pa, Alya boleh bergabung"


"serius, kamu papa izinkan"


Alya seketika melompat dari duduknya memeluk sang mama tercinta lalu mencium pipi Linda kemudian bersalaman


malamnya Alya langsung memberi kabar bahwa dia akan bergabung dan di sambut dengan senang oleh Maya


[besok langsung ke toko aja ya, atau aku jemput] kata Maya sangat semangat


[aku pergi sendiri aja, ngak usah repot]


[oke oke, aku tunggu ya] telfon di matikan


...


Dinda bertambah kesal karna semenjak Lukman menemui Alya, Lukman kurang memperdulikan dirinya


"kak, kenapa kamu berubah banget sih"


"berubah gimana, orang aku gini gini aja"


"ya perasaan aku kakak berubah"


"itu kan perasaan mu aja Din, udah tidur udah malam"


"nanti dulu, aku belum selesai ngomong"


"kalau masih mau ngomong, ngomong sendiri aku mau tidur, capek" Lukman berbaring membelakangi Dinda membuat Dinda semakin menjadi kesalnya

__ADS_1


__ADS_2