
"terus, kapan kalian menikah" tanya Raka dengan wajah lesu
"seminggu setelah aku lari yah"
"ya Allah Lukman, apa yang kamu lakukan ini sangat malu ayah punya anak seperti mu " teriak Raka memukul meja karna kesal
"tapi aku telah menyesal yah, pa maafkan aku" Lukman memohon
"pakde kecewa sama kamu Lukman "
"maafkan aku pakde "
sinem dan yang lain hanya diam membisu, sedangkan Alya terisak di pelukan Linda, mata alya menatap nanar ke arah Dinda dan Lukman
Alya memendam kebencian mendalam, terlalu sakit menerima kenyataan dirinya di tinggal suami kemudian di madu
"Al, aku siap mempunyai dua istri, aku akan berlaku adil pada kalian berdua, kakak janji al" Lukman berucap tanpa merasa bersalah sedikitpun
Lukman sangat percaya diri bahwa Alya akan terbuka menerima Dinda sebagai madunya, mata Alya berubah merah menahan kesal
"Dinda siap kalau harus jadi istri kedua ku Al, kamu menerima kan Al kehadiran Dinda di rumah tangga kita, anggap Dinda sebagai adik mu " ucap Lukman kembali
__ADS_1
"dari pada anak ku di madu, lebih baik berpisah saja, aku tak setuju" nata menolak
"tapi pa, semua itu tergantung Alya, kalau Alya menerima papa tak bisa memaksa"
"terlalu percaya diri kamu Lukman, mana mau adik ku"
"sabar bang, kita dengarkan dulu Alya, mau atau enggaknya, mohon yang lain jangan jadi provokasi, biarkan Alya yang memutuskan" Lukman dengan penuh percaya diri nya
"tapi aku menolak" balas Alya tegas
"fikirkan dulu Al, sebelum memutuskan sesuatu "
"apa kamu tuli Lukman, apa ucapan ku kurang jelas di telinga mu" Alya berucap dengan nada datar
"terimakasih mbak, telah menyerahkan kak Lukman pada ku juga anakku butuh seorang bapaknya penuh" Dinda tersenyum penuh kemenangan
Alya hanya tersenyum tipis sembari mengangguk kepala, sebenarnya alya merasa jijik mendengar kata kata Dinda, memang sama sama gila
"jangan gila kamu Al, aku tak akan menyetujui permintaan kamu"
"terserah, itu keputusan ku, aku mau kita pisah secara baik baik lukman"
__ADS_1
"tapi aku menolak alya, aku akan bersikap adil untuk kalian"
Reno sangat geram menyaksikan adegan itu, kalau bukan karna papanya sudah dari tadi Lukman dia hajar
"Al, kamu mau pulang bareng kami atau masih ada yang mau di tunggu" tanya Reno
"pulang bang" jawab Alya singkat
"baiknya begitu sebelum kesabaran Abang habis gara gara lelaki ini" tunjuk Reno tepat di muka Lukman
"satu lagi pakde, mbak zelina dan mas Gilang mengetahui pernikahan Lukman dengan istrinya selama ini"
Alya membongkar satu Rahasia lagi, zelina seketika terdiam juga Gilang rasanya segera ingin menghilang dari hadapan orang orang di ruangan itu
"oh ya, benar itu zelina Gilang, kenapa kalian malah mendukung adik mu, tidakkah kalian menasehati " cecar Lucas
" dari mana kamu mendapatkan karangan itu Alya, itu tidak benar" elak Gilang sebisa mungkin
"aku mendengarnya sendiri, saat kalian di kamar. kalian tidak menyadari aku di depan pintu, saat itu aku hanya ingin menanyakan soal motor Lukman tapi Allah membuka jalan untuk aku agar tahu kebusukan kalian"
deg
__ADS_1
zelina tak lagi bisa berkutik, tak menyangka Alya akan mengetahui rahasia Meraka...