Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 19. IHDH


__ADS_3

keesokan harinya Alya kembali bekerja seperti biasa, mengecek barang yang sudah habis dan memesan ulang barang


tak di sangka Daffa datang ke tokoh, membawa seikat bunga mawar putih membuat karyawan di tokoh itu salting


"Alya nya ada" tanya Daffa pada staff tokoh


"ada kak, di dalam mau saya panggilkan kak Alya nya" jawab staff tokoh ramah


"ngak perlu, biar saya yang menjumpai dia sendiri "


"baik kak, silahkan masuk, di sana meja kerja kak alya" tunjuk staff tokoh mengarah ke meja Alya


"makasih mbak" jawab Daffa mengeluarkan senyum manisnya


"sama sama kak" staff itu malah tambah salting melihat senyum dari wajah Daffa


"ganteng banget mbak, kalau di kasih kayak gitu mana mungkin bisa nolak" ucap salah satu karyawan


"hus.. mana cocok sama kita, dia itu sepadan dengan kak Alya, cantik dan ganteng" tegur yang lain


"ayok kembali kerja, fokus fokus" katanya lagi


Alya melihat Daffa berjalan mendekat langsung berdiri dari duduknya, menyambut dengan senyum termanisnya


"ini buat kamu" Daffa menyerah bunga yang di bawanya.


"ehm.. ehm" Maya berdemem keras

__ADS_1


"ganggu aja ni orang" kata Daffa


"apa ini, buat aku" Alya menunjuk dirinya sendiri


"buat siapa lagi kalau bukan buat kamu" balas Daffa


"makasih kak, bunga nya" Alya mencium aroma bunga yang masih sangat segar dan harum


"sama sama, makan siang bareng yuk" ajak Daffa


"aku ikut nggak" Maya bertanya Daffa langsung beralih menatap Maya


"ngak, aku mau berduaan saja sama Alya"balas Daffa


"oh gitu, jadi ngak ingat teman yang comblangin ni ceritanya" protes Maya


"nanti sama kamu, aku mau ngomong serius sama Alya, may"


"memangnya di apain sampai lecet may" ucap Daffa


"sudah sudah, malah berdepat" lerai Alya "ayok kak Daffa "


Maya terkekeh puas, ia berhasil mengusili Daffa..


...****...


mobil Lukman tiba di depan rumah sakit bersalin harapan ibu, setelah menurunkan Dinda Lukman mencari perkiraan kosong lalu setelah dapat ia berjalan menuju ruang di mana Dinda di tindak

__ADS_1


ketubannya telah pecah sehingga merasakan sakit yang sangat hebat, Lukman memberi kabar pada mertuanya kalau Dinda akan segera melahirkan


"sakit Bu, mas sangat banget" ucap Dinda sambil menahan rasa sakit yang sangat luar biasa


begitulah perjuangan Seorang ibu melahirkan anaknya, nyawa jadi taruhan demi ini melanjutkan keturunan dirinya dan suaminya


Lukman menjadi sasaran Dinda, kuku Dinda yang panjang dan tajam menusuk ke kulit Lukman sehingga menimbulkan bekas kemerahan saat Dinda mengengam erat tangan Lukman


"aduh.. sakit kak, aduh" keluh Dinda


"sabar sabar, memang begini kalau orang lahiran" Sarah mengelap keringat yang keluar dari kening Dinda


sedangkan zelina sibuk mengurus administrasi Dinda, selesai itu zelina memasuki ruang tindak


semakin lama semakin hebat sakit sehingga Dinda menjerit kesakitan, zelina memanggil perawat lalu di periksa


perawatan berlari memangil dokter karna sudah pembukaan sempurna artinya bayi siap di keluarkan


"dorong terus ibu, sedikit lagi dorong " ucap dokter yang menangani Dinda


"Aaaa, sakit Bu aaaa" ucap Dinda sambil berteriak


tangannya mengcekam lengan lukman sangat kuat sehingga Lukman mengaduh kesakitan


"sekali lagi ibu, dorong" ucap dokter kembali memberi aba aba


"aaaaa" teriak Dinda kuat

__ADS_1


"uwekk" suara tangisan bayi terdengar kencang Hinga keluar ruangan


zelina yang mendengar tangisan itu sangat lega, akhirnya adiknya menjadi seorang ayah


__ADS_2