Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 16. IHDH


__ADS_3

setelah Alya menceritakan kisah rumah tangganya hancur karna orang ke tiga, mereka kembali fokus kerja


Alya memeriksa bagian barang sedangkan Maya bagian keuangan, saat akhir bulan mereka bersama sama menghitung berapa penghasilan mereka dan gaji karyawan


"may, makan siang yuk" ajak Alya karna perutnya mulai terasa lapar


"oh oke, sebentar tinggal sedikit dan selesai, ayok" Maya mengambil tasnya di atas meja lalu berjalan keluar bersama Alya


tiba di rumah makan pa dang, mereka naik ke lantai dua setelah itu mengambil tempat duduk di dekat jendela sambil menikmati pemandangan kota yang padat dan ramai


tak lama pelayanan datang membawa nampan berisi menu pesanan mereka, Alya memesan seafood saus Padang sedangkan Maya memesan ayam bakar dan sayuran pelengkap lauk


"hai maya, lagi makan juga disini " sapa lelaki bertubuh putih tinggi


"eh, hai Daffa iya ni, kamu sendiri mau makan juga" tanya Maya balik


"iya, boleh gabung ngak soalnya aku sendiri "


"gimana Al, boleh ngak Daffa gabung sama kita" Maya menanyakan pada Alya yang sedang sibuk dengan makanan di hadapannya


"hah, apa.. maaf aku sangat lapar maka nya kurang fokus " alya melongo


"ini Daffa, boleh gabung sama kita Ngan soalnya dia sendiri" ulang maya

__ADS_1


"oh, boleh boleh, duduk duduk" Alya salting malu karna tadi tidak mendengar


"makasih" Daffa duduk di samping Maya sedangkan Alya sendiri menghadap Maya dan Daffa


...*****...


sementara itu, Dinda dan Lukman semakin hari semakin banyak ribut, tak ada ketentraman dan keharmonisan di rumah tangga Mereka


sampai sampai Dinda sempat berniat ingin mengakhiri saja pernikahan mereka, Lukman makin lama makin dingin dan kaku terhadap istrinya


"mbak, aku rasa ngak sanggup lagi membina rumah tangga sama kak Lukman " curhat Dinda pada zelina


"kenapa din, ada apa, apa Lukman menyakiti mu " tanya zelina kaget


"masa si, mbak lihat lihat ngak kok" zelina tak percaya


"iya mbak, aku merasakan itu"


"itu cuma perasaan mu aja kali Din, sudah jangan berfikir macam macam fokus pada kelahiran mu aja, kan bentar lagi masuk hpl"


"iya mbak" jawab Dinda tak semangat


Lukman sendiri sebenarnya dia frustasi karna Alya, kalau di suruh memilih dia pasti akan memilih Alya tapi saat ini tak mungkin menceraikan Dinda

__ADS_1


usia kehamilan Dinda sudah memasuki waktunya, tinggal menunggu kapan dia akan melahirkan


jika Lukman tak juga berubah sampai anaknya lahir, Dinda yang akan memutuskan hubungan mereka


"Bulek " Lukman menghampiri Ningrum yang tengah duduk santai di depan rumah menikmati sore hari


"ya man, sini duduk sama bulek, ih iya istri mu mana" kata Ningrum sambil menepuk kursi meminta Lukman duduk di sampingnya


"ngak tau bulek" jawab Lukman sambil duduk


"lah, istri sendiri kok ngak tau, oh iya kapan ibu mu pulang, katanya kalau Dinda mendekati waktu lahiran mau pulang" tanya Ningrum


"ngak tau juga bulek" Lukman seperti orang sedang kebingungan


"kamu kenapa man, coba ceritakan sama bulek"


"Lukman menyesal bulek menyia-nyiakan Alya, bisakah bulek menyatukan kamu kembali" mata Lukman merah karna menahan tangis


"sudahlah man, kamu sudah punya istri, biarkan Alya bahagia, selama dia menjadi istri mu malah kamu buang jadi untuk apa kembali lagi"


"tapi bulek, aku sudah menyesali itu"


"sudah sudah, lebih baik kamu fokus sama pernikahan mu sama Dinda, bulek juga akan berusaha menerima Dinda seperti Alya dulu"

__ADS_1


obrolan mereka berakhir saat Darmin ikut bergabung...


__ADS_2