
Satu Minggu telah berlalu Alya tinggal di rumah itu, tak ada tanda tanda mencurigakan.
Alya mulai nyaman karna orang orang baik kepada nya
Sampai di mana motor milik Lukman terparkir di garasi rumah setelah ia pulang menginap dari rumah ayah mertuanya
"mbak, itu motor kak Lukman apa kak lukman sudah pulang" tanya Alya penasaran
"mbak juga nga tau dek, mbak habis dari pasar tau tau motornya sudah ada di garasi"
"apa kamu sudah mencari Lukman di kamar, mana tau dia di kamar istirahat"
Alya mengeleng lemah, sebelum zelina mengatakan itu Alya sudah mencari Lukman lebih dulu tapi rupanya hanya motornya yang pulang
"tanya Mbah aja, mungkin Mbah tau siapa yang ngantar motor lukman ke sini" saran Zelina
Alya mengetuk pintu kamar sinem, berniat menanyakan soal motor Lukman namun tak ada jawaban
"Mbah ke mana ya mbak, aku ngetuk pintu kamar Mbah ngak ada suara dari dalam"
"nanti mbak tanya kalau ketemu sama mbah"
"ya udah kalau begitu, aku ke kamar dulu mbak" pamit Alya
setelah Alya masuk ke kamar, zelina pun masuk ke kamarnya, Zia anak zelina sedang tertidur siang pulas juga suaminya Gilang sedang memejamkan mata
__ADS_1
"mas" zelina mengoyakkan badan suaminya
"hmmm" jawab Gilang masih memejamkan mata
"mas, bangun dulu"
"apa dek" jawab Gilang membuka mata
Alya berniat mengajak zelina keluar membeli bedak, karna bedak nya habis. saat di ingin mengetuk Alya malah mendengar percakapan dari dalam kamar
"mas, kenapa motor Lukman di antar ke sini, kenapa ngak ke sana aja"
"mana mas tau dek, tadi adek kan nanya sendiri sama yang ngantar"
"iya, tapi harusnya kan Lukman telfon dulu kalau mau ngantar tu motor"
"ih mas, Alya malah curiga, ini aja dia nanya nanya"
"terus Ade jawab apa"
"jawab aja ngak tau, untung nya dia tidur di rumah ayah pulang nya juga siang jadi ada asalan"
"syukur deh kalau gitu"
"terus motor itu gimana, nanti Alya nanya nanya lagi gimana mas"
__ADS_1
"kasih aja kuncinya, biarin dia yang make tapi awas rahasia bocor" kata Gilang
*rahasia..jadi ternyata selama ini Mereka tau di mana kak Lukman, apa bulek Ningrum juga tau soal ini* gumam Alya dalam hati
"ya sudah kalau gitu, aku antar kuncinya dulu ke Alya "
Alya buru buru lari ke kamarnya, tak lama pintunya di ketuk, Alya pura pura tidak mengetahui rahasia mereka
"iya mbak, ada apa" tanya Alya saat pintu terbuka
"ini kunci motor Lukman, di titipin ke mas Gilang " zelina menyerahkan kunci motor Lukman
"apa mas Gilang tau mbak, di mana kak Lukman " Alya bertanya mencari kejujuran dari kakak iparnya
"mbak sama mas belum tau di mana dek, sabar ya kita lagi berusaha mencari Lukman"
"iya mbak, makasih"
"ya sudah, mbak kembali ke kamar ya, kalau ada apa apa ke kamar aja" kata zelina
"iya mbak" alya menutup pintu kamar
*Hem.. seperti nya aku harus mencari tahu sendiri soal rahasia kalian* gumam Alya sambil memainkan kunci motor tersebut
Alya berbaring di atas tempat tidur, memikirkan kenapa Lukman tak mau kembali, kenapa juga zelina tak mau membujuk Lukman supaya kembali ke rumah
__ADS_1
kini pikirannya bercampur aduk, terlalu berat beban yang ia pikul, menyesal kenapa dulu saat Lukman mengajak nya menikah dia menerima saja sedangkan umurnya masih sangat muda