Istri Hanya Dua Hari

Istri Hanya Dua Hari
Bab 21. IHDH


__ADS_3

"tadi Lukman ke sini mencari mu" Vina menghampiri Alya di kamarnya


tak ingin ada yang mengetahui Lukman berkunjung ke rumah mereka, Vina hanya memberi tahu Alya saja


"oh ya, terus kakak jawab apa "


"Kakak bilang aja kamu kerja"


"oh, tapi kakak ngak ngomong kan di mana tempat aku kerja"


"ngak lah, aman itu" kata Vina


"kakak, aku mau ngomong sesuatu" ucap alya dengan ragu ragu


"apa" Vina membalikkan badannya karena tadi hendak pergi setelah memberitahu Alya kedatangan Lukman


"tapi janji jangan cerita ke siapa pun termasuk bang Reno "


"iya janji, apa tu kayaknya sangat penting" ucap vina mulai penasaran


Alya diam lima menit, memikirkan akan memulai dari mana menceritakan soal Daffa menyatakan cinta pada dirinya


"kok malah diam, katanya mau ngomong" Vina mendengus kesal Alya tak kunjung berbicara


"Hem" Alya berdehem hendak memulai pembicaraan "kak, kalau ada orang menyatakan cinta tapi kita sedang dalam proses cerai, apa yang harus kita lakukan"


Vina diam sejenak, mencerna ucapan Alya barusan...

__ADS_1


"apa ada orang yang sedang mendekati mu dek" tanya Vina setelah diam sesaat


Alya mengangguk, mengiyakan pertanyaan kakak iparnya


"apa laki laki itu tau kalau kamu sedang dalam proses perceraian" lagi Alya mengangguk


"kalau dia mau menunggu, tungu sampai kamu selesai sidang dan sah berubah status janda, apa dia sanggup" Vina memberi saran


karna Vina tak ingin adiknya di cak buruk oleh masyarakat, Vina ingin menjaga nama baik adik ipar dan keluarga suaminya yang di cap tidak bisa mendidik Alya


belum juga resmi menjanda sudah punya pacar lagi, Vina tidak ingin itu terjadi pada Alya


saat Alya di tinggal suaminya dulu sudah menjadi bahan gosipan para ibu ibu komplek, di katakan tidak suci lagi makanya di tinggal suami, bukan wanita baik baik, bahkan nama mertuanya juga ikut terseret di katakan tidak bisa mendidik anak dengan benar


"iya kak, makasih sarannya" Alya menerima usulan dari Vina, dia akan menuruti saran kakak iparnya


Lukman kembali ke rumah Sakit, Dinda kesal katanya Lukman keluar ingin membeli perlengkapan anaknya tapi tidak ada satu pun yang Lukman belikan


"mana belanjaan mu kak" tanya Dinda mendengus kesal


"it itu kakak tertinggal di mobil " jawab Lukman gugup


"kenapa di masukin ke mobil, kita belum pulang hari ini kak" protes Dinda


"iya nanti kalau sudah habis baru ambil yang di mobil din"


Dinda bertambah kesal mendengar jawaban dari Lukman, Dinda mulai curiga *jangan jangan kak lukman tidak membelikannya dia berbohong* batin Dinda berkata

__ADS_1


"jangan bilang kakak bohong, kakak menemui Alya ya" kata Dinda


deg.. Lukman diam membatu


*dari mana Dinda tau *gumam Lukman dalam hati


"jawab kak" bentak Dinda mulai meninggikan suaranya


"siapa yang menemui Alya, jangan nga co kamu kalian berbicara" elak Lukman


"awas aja ya, kalau kakak berani menemui Alya tanpa sepengetahuan aku, habis kamu" ancam Dinda


*idih, pakai acara ngancam segala, siapa juga yang takut* Lukman bergumam dalam hatinya


"lah, di tanya malah diam aja, jawab" kata Dinda dengan nada tinggi


"kalau ngomong sama suami bisa Ngak si sopan dikit, jauh banget sama Alya, dia ngam pernah membentak ku" lukman terpancing emosi


"ngapain kamu membandingkan aku sama wanita sialan itu "


"siapa yang kamu katakan wanita sialan " Ningrum muncul dari luar hendak menjenguk Dinda dan anaknya


"bulek, sejak kapan di situ" tanya dinda kaget


"baru aja"


Lukman keluar meninggalkan ruangan itu, hatinya dongkol tidak terima Dinda menghina Alya

__ADS_1


__ADS_2