Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
cewek rese


__ADS_3

Bryan dan Alexa kini sedang duduk di sebuah cafe, dan memesan kopi untuk menemani mereka mengobrol.


" langsung ajah deh, lu kenapa setuju gitu ajah waktu bokap nyuruh lu buat Anter jemput gue, niat banget buat jadi supir pribadi gue." ucap Alexa dengan menatap mata Bryan kesal.


Bryan hanya tersenyum tipis dan itupun hampir tidak terlihat oleh Alexa. " seperti yang om Rey katakan biar kita semakin dekat saja." jawab Bryan


Alexa mendengus jengkel pada Bryan." tapi kan nggak harus nganter jemput gue Bryan! dan ya asal lu tau gue itu cewek yang paling anti banget yang namanya di atur. inget itu!"


" lagian siapa juga yang mau ngatur lu, kurang kerjaan banget gue. " ujar Bryan sambil melirik pelayan cafe yang datang mengantarkan pesanan mereka berdua.


" makanya harusnya lu tuh tadi nolak ajah permintaan bokap gue, kenapa sih lu mau-maunya jadi supir pribadi gue ." jawab Alexa setelah pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua.


Bryan mencondongkan tubuhnya pada Alexa dan hampir saja menyentuh wajah Alexa Yang duduk di depannya.


" apa Bryan bakal cium gue sekarang? astaga apa-apaan ini, belum apa-apa tapi udah mau maen sosor ajah." batin Alexa yang mendadak gugup karena posisi wajah Bryan yang begitu dekat dengannya.


" gue bukan supir lu, dan gue cuma jalanin tugas pertama dari bokap lu. paham" ucap Bryan dengan dingin lalu menjauhkan wajahnya dari Alexa.


Alexa sendiri langsung tersadar karena mendengar ucapan Bryan. " lah kok gitu doank, " protes Alexa tiba-tiba.


Bryan mengerutkan keningnya mendengar jawaban Alexa yang menurutnya sangat aneh." apanya yang gitu doank?" tanya Bryan .


Alexa menutup mulutnya dengan satu tangannya secara spontan. sambil menggelengkan kepalanya pelan." astaga gue bodoh banget sih, apa barusan gue sedang berharap Bryan mau cium gue gitu." batin Alexa dengan merutuki pikirannya sendiri mana make keceplosan pula.


" maksudnya gitu doank, lu cuma mau nurutin apa kata bokap doank yakin? " tanya Alexa setelah berhasil memutar otaknya


Bryan menghela nafasnya pelan lalu menatap Alexa. " memangnya apa salahnya kalau gue anter jemput lu Alexa? bukankah nantinya juga kita akan menikah, sudah sewajarnya kalau gue mau tau apa yang suka lu lakuin di luar sana." jawab Bryan

__ADS_1


" baiklah terserah lu aja, tapi jangan kaget ya kalau lu bakal liat kayak apa gue sebenernya." ujar Alexa sambil meminum kopinya yang sudah hangat..


" sebenarnya gue nggak peduli lu mau ngapain, dan seperti yang lu bilang tadi kalau kita tidak berhak ikut campur urusan masing-masing. kecuali kalau lu dah keterlaluan gue berhak dan wajib buat negur lu, tapi selama lu biasa ajah maka gue juga bakal biasa ajah." jawab Bryan


" intinya lu gak perlu gue kayak gimana sekarang, dan gue harap lu gak bakal menyesal sudah mau menikah dengan gue. tuan Bryan." ucap Alexa


" menyesal atau tidaknya bakal jadi urusan nanti, tapi ingat Alexa, lu gue bebasin dan terserah lu mau ngapain ajah, tapi ingat jangan pernah membuat gue ataupun keluarga kita malu hanya karena kelakuan lu yang kekanakan." jawab Bryan


Alexa mengangguk mengerti, ah bukan mengerti tapi lebih tepatnya Alexa tidak perduli, karena tujuannya menikah dengan Bryan hanya untuk mendapatkan kebebasan saja. dimana dia bisa balapan liar dan pergi ke club tanpa pengawasan dari orang tuanya lagi.


" Bryan ceritakan tentang diri lu,, apa yang lu sukai dan apa yang nggak lu sukai, apa hobbi lu, musik kesukaan lu, makanan favorit lu, atau apapun itu tentang lu " ucap Alexa sambil menatap Bryan yang entah sejak kapan, Alexa merasa kalau Bryan memang sangat tampan


Bryan mengernyitkan alisnya mendengar ucapan Alexa yang menurutnya aneh." kenapa lu ingin tau ?" tanya Bryan


Alexa menggendikan bahunya sambil tersenyum" hanya ingin tau saja, biar gue bisa ngertiin lu dan tau apa saja yang lu sukai." jawab Alexa


Alexa mengerucutkan bibirnya, padahal Alexa sendiri bukannya mau tau hidup Bryan, tapi dia hanya ingin memecahkan keheningan saja. tapi Bryan benar-benar menyebalkan.


Bryan yang melihat ekspresi wajah Alexa berubah akhirnya mengalah dengan malas Bryan menatap Alexa " gue suka kerja, hobi gue kerja, dan gue suka makanan yang sehat, sudah." ucap Bryan


Alexa memutar bola matanya malas." sungguh membosankan." cibir Alexa dengan pelan


" kau mengatakan sesuatu?" tanya Bryan yang tidak terlalu jelas mendengar alexa


Alexa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya." tidak, gue bilang berarti lu tuh tipikal cowok pekerja keras dan itu membosankan buat gue." jawab Alexa


" ya menurut lu itu memang membosankan, tapi ingat lah semuanya bisa kita beli dengan uang, termasuk kebahagiaan, dan kalau kita tidak punya uang maka semua orang akan menjauhi mu dan meninggalkan mu Alexa, semua di dunia ini butuh uang dan kekuasaan. " ucap Bryan dengan yakin

__ADS_1


"sombong sekali,, lagian juga uang itu bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang " jawab Alexa sambil terkikik geli dengan pemikirannya sendiri


Bryan mengangguk setuju dengan ucapan Alexa. " lalu apa yang lu sendiri sukai ?" tanya Bryan


Alexa menatap Bryan dengan serius." lu gak bakal batalin perjodohan Kita kan kalau tau apa yang gue suka, dan apa hobi gue?" tanya Alexa


Bryan mengernyit heran tapi dia tetap mengangguk setuju begitu saja, mungkin karena rasa penasarannya.


" hobi gue balapan, gue suka makan, gue suka berantem, gue suka cari masalah, gue suka mabuk, dan gue suka pergi ke club bersama teman-teman gue." jawab Alexa dengan lantang tanpa dosa atau pun malu.


Bryan langsung menepuk jidatnya sendiri mendengar jawaban kesukaan dan hobi Alexa yang menurutnya terlalu konyol


" kenapa, lu gak bakal batalin perjodohan kita kan?" tanya Alexa


Bryan menggelengkan kepalanya. " kalau soal batalin gue nggak mungkin batalin, tapi kira-kira lu bisa berubah tidak, apa lu tidak tau kalau itu bahaya buat diri lu sendiri?,, kalau bisa berhenti melakukan hal konyol." jawab Bryan


Alexa terkekeh mendengar ucapan Bryan." baguslah kalau lu gak batalin perjodohan kita, dan siap kan saja mental lu untuk tetap waras menghadapi gue." ujar Alexa setelah meminum kopinya


" astaga ya Tuhan masalah apa lagi yang bakal gue hadapi gara-gara Alexa. " batin Bryan yang berusaha untuk tetap tersenyum dan tenang.


menikah dengan Alexa sepertinya hanya akan mencari masalah dan bukan mencari kebahagiaan. benar-benar malang nasibnya.


kalau saja bukan karena orang tuanya yang memaksa dirinya untuk menikahi Alexa, tidak mungkin Bryan mau menerima perjodohan dengan Alexa. apa lagi orang tuanya kemarin mengancamnya kalau sampai dia menolak menikah dengan Alexa, Bryan tidak akan mendapatkan warisan sedikit pun dan dia harus pergi dari rumah. dan hidup menjadi orang miskin lagi. tidak Bryan tidak mau itu terjadi. jadi sebisa mungkin Bryan berusaha agar bisa menikahi Alexa dan membuat Alexa mau menerima perjodohan mereka.


" baiklah ayo kita pulang, karena gue udah ada janji sama temen gue." ajak Alexa sambil berdiri dan langsung berjalan begitu saja keluar dari cafe meninggalkan Bryan yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


Bryan tersadar lalu merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembaran uang ratusan ribu untuk membayar pesanannya, setelahnya dia bergegas menyusul Alexa yang sudah sampai di pintu keluar cafe.

__ADS_1


" cewek rese, gue di tinggal gitu ajah." gumam Bryan dengan kesal


__ADS_2