
Alexa kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan VIP, Alexa sendiri juga sudah sadar tapi kondisinya juga masih lemah dan masih dalam pengawasan dokter.
" bagaimana keadaan mu sayang?" tanya Elena pada Alexa
Alexa tersenyum pada Elena." Mommy Alexa baik-baik saja, jangan khawatir dan hapus air mata Mommy, Alexa tidak suka melihat Mommy menangis." jawab Alexa sambil menyentuh wajah Elena
" Mommy baik-baik saja Sayang, Mommy sangat khawatir dengan keadaan mu. jangan pernah sakit lagi Sayang, Mommy tidak suka melihat putri Mommy yang nakal ini terbaring lemah seperti ini." ucap Elena sambil mencium tangan putrinya.
Alexa mengangguk sambil menoleh ke arah Rey yang dari tadi hanya diam sambil menatap dirinya.
" Daddy masih marah dengan Alexa?" tanya Alexa pada Rey
Rey mendekat dengan berusaha tersenyum pada Alexa. " Daddy tidak marah Sayang, Daddy juga sangat khawatir dengan keadaan mu." jawab Rey sambil mengusap kepala Alexa.
" Alexa baik-baik saja Dad, jangan khawatir. soal perjodohan itu Alexa akan memikirkannya lagi." ucap Alexa
Rey tersenyum mendengar ucapan Alexa. " ya terima kasih sayang, fikirkan dulu tapi jangan terlalu di pikirkan yang terpenting sekarang adalah kesehatan mu." ucap Rey.
" lelaki itu tidak tua kan Dad? dia masih muda dan ganteng kan?" tanya Alexa sambil tersenyum pada Rey. Alexa memang sudah memikirkannya sebelum berangkat ke arena balapan, dan tidak ada salahnya juga kalau Alexa memikirkan perjodohannya. lagi pula Alexa juga masih single dan jomblo sekarang.
" dia masih muda dan sangat tampan sayang, dia memang lebih tua dari mu tapi dia masih cukup muda dan layak untuk mu" jawab Rey
" bisakah Alexa bertemu dengannya dulu Daddy, dan mengenalnya lebih dulu, kalau Alexa sudah yakin dengan keputusan Alexa baru Alexa akan memberikan jawaban Alexa mau tidaknya menerima perjodohan ini?" tanya Alexa pada Rey.
Rey mengangguk, " Daddy akan segera mengatur pertemuan kalian sayang." jawab Rey sambil melirik ke arah Elena yang beberapa kali sudah menghela nafasnya.
Elena sebenarnya tidak terlalu setuju dengan rencana perjodohan ini, apa lagi setelah Alexa nekat kabur karena tidak mau di jodohkan.
Alexa mengangguk lalu mengedarkan pandangannya ke ruangan VIP perawatannya, lalu kembali menatap Rey dengan sendu." Alexa mau pulang dad, Alexa tidak suka ada di rumah sakit." ucap Alexa
Rey menggelengkan kepalanya tidak setuju pada Alexa." kamu harus pulih dulu Alexa, kalau keadaan mu membaik baru kita akan segera pulang." jawab Rey.
__ADS_1
" tapi Dad, Alexa tidak suka bau rumah sakit." ucap Alexa
" tidak ada tapi-tapian pokoknya Daddy mau kamu di rawat di sini sampai kamu sembuh dan di ijinkan oleh dokter." jawab Rey.
" dokter bisa merawat ku di rumah kan Dad " protes Alexa.
" menurut lah demi kebaikan kamu Alexa." ucap Rey yang memang tidak suka di bantah.
Alexa mendengus jengkel dan tidak membantah ucapan Daddynya lagi.
****
setelah beberapa hari di rumah sakit akhirnya Alexa sudah di ijinkan pulang, dengan perasaan bahagia Alexa membuka pintu mobil dan melihat ke rumahnya yang sudah dia tinggalkan beberapa hari ini.
" HALLLOOO SEMUA " teriak Alexa begitu masuk ke dalam rumah bersama dengan orang tuanya.
Rey dan Elena hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya yang suka sekali berteriak di rumahnya sendiri.
" ayo masuk kamar dan istirahat Alexa ." perintah Rey
Alexa menoleh pada Rey sambil menggelengkan kepalanya." tidak Dad, sudah beberapa hari ini Alexa selalu istirahat, sekarang waktunya Alexa bersantai dan bersenang-senang. " jawab Alexa.
" tapi kamu baru sembuh Sayang " sahut Elena.
" please Mommy, Alexa bosan tiduran terus. Alexa ingin berjalan-jalan di rumah kita ini." jawab Alexa sambil bangun dan sedikit berlari menjauhi orang tuanya.
seperti anak kecil yang tidak mau di kurung ataupun di paksa orang tuanya, Alexa ingin mencari kebebasan dan ketenangannya sendiri setelah dia di kurung di rumah sakit beberapa hari. dasar Alexa.
Alexa menuju ke taman belakang, dimana tukang kebun di rumahnya sedang sibuk dengan tanaman Mommynya. dengan mengendap-endap Alexa mengagetkan tukang kebunnya hingga tukang kebunnya berjingkrak kaget.
" astaghfirullah non Alexa, ngagetin ajah " ucap mang Udin.
__ADS_1
Alexa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan mang udin." kalau kerja jangan terlalu fokus mang, kalau kesambet gimana ntar." ucap Alexa di sela tawanya.
" iya setannya non Alexa." jawab mang Udin dengan kesal.
" dih,, dih,, mang Udin berani ngatain nona muda di rumah ini." ucap Alexa dengan nada marah untuk menakut nakuti mang Udin.
mang Udin menepuk bibirnya dengan pelan sambil menatap Alexa. " maafkan kelancangan saya non, bukan maksud saya ingin kurang ajar sama non Alexa." jawab mang Udin
hahahhaah
Alexa kembali tertawa melihat wajah mang udin yang panik. dengan menepuk keras bahu mang Udin Alexa menggelengkan kepalanya." Alexa cuma bercanda mang, jangan serius gitu ah mukanya." ucap Alexa.
mang Udin mengerucutkan bibirnya sambil menyentuh bahunya yang di pukul anak majikannya barusan." non Alexa suka sekali usil dengan mang Udin ah." protes mang Udin.
Alexa hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh lalu melanjutkan langkahnya menuju ayunan keluarga, yang ada di tengah tengah taman dekat gazebo rumahnya.
Alexa duduk di ayunan sambil bernyanyi pelan, rasanya bahagia sekali bisa kembali ke rumah,, Alexa melihat salah satu asisten rumah tangganya yang lewat, lalu memanggilnya.
" iya non Alexa ada yang bisa di bantu?" tanya bi Marni sambil menghampiri Alexa.
" buatkan Alexa minuman dingin yang segar, dan potongkan beberapa buah-buahan dan bawa kemari bi." perintah Alexa pada BI Marni.
BI Marni manganggukkan kepalanya, lalu segera melangkah menuju dapur.
di sisi lain, Elena dan Rey menyambut tamunya yang di undannya datang ke rumah, itu adalah keluarga Bagaskara. karena Alexa yang meminta sendiri bertemu dengan Bryan maka Rey segera mengundang keluarga Bagaskara untuk datang ke rumahnya setelah Alexa sembuh.
" Bryan ayo Tante antarkan untuk bertemu dengan Alexa, semoga saja kalian bisa cocok dan berjodoh ya. atau mau Tante panggilkan Alexa saja untuk datang ke mari?" tanya Elena pada Bryan.
Bryan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis." biar Bryan menemui Alexa sendiri Tante," jawab Bryan yang di angguki oleh ke dua orang tuanya.
" Alexa ada di taman ayo Tante antar kesana."ujar Elena.
__ADS_1
Bryan mengangguk sambil melihat ke sekeliling rumah Alexa, " ternyata Daddy benar, Alexa juga bukan dari kalangan biasa,, aku harap Alexa berbeda dengan wanita lain, yang mendekatinya karena harta." batin Bryan sambil mengikuti langkah Elena.