Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
bab. 2 menolak perjodohan


__ADS_3

Alexa berjalan di belakang Rey saat masuk kedalam rumahnya. ada rasa bersalah dan tidak enak karena dari kantor polisi tadi sampai di rumahnya, dia hanya di diamkan Daddynya. Alexa sudah berusaha untuk mengajaknya berbicara tapi tetap saja Daddynya itu hanya diam dan mengacuhkannya hingga akhirnya Alexa pasrah dan diam.


" Mommy!" panggil Alexa sambil berlari menghampiri Elena saat melihat mommynya sudah berdiri menunggunya di ruang keluarga.


Elena tersenyum dan mengusap punggung putrinya yang sedang memeluknya." kamu tidak apa apa Sayang?" tanya Elena


Alexa mengangguk sambil melepaskan pelukannya pada mommynya." maafin Alexa Mom, Alexa janji nggak akan mengulanginya lagi."


" selalu saja janji seperti itu tapi tidak akan di tepati. Daddy sudah bosan mendengar janji mu Alexa." sahut Rey dengan kesal


Elena dan Alexa serempak menoleh ke arah Rey." untuk kali ini maafin Alexa Dad. Alexa janji tidak akan ikut balapan liar lagi " jawab Alexa


Rey duduk di sofa sambil menatap Alexa. " duduk Daddy ingin berbicara hal yang penting!"


Alexa dan Elena saling menatap sekilas lalu mengikuti perintah Rey mereka duduk bersebrangan.


" ada apa Dad?" tanya Alexa yang mendadak perasaannya jadi tidak enak

__ADS_1


" Daddy sudah mengambil keputusan untuk menjodohkan mu dengan anaknya teman Daddy. dia pebisnis muda yang sukses. dari keluarga baik baik dan terhormat seperti kita. bahkan keluarganya jauh lebih hebat dari pada keluarga kita. " ujar Rey sambil menatap Alexa


Alexa yang terkejut secara spontan langsung berdiri." nggak Dad. Alexa nggak mau di jodohin kayak gitu. Alexa masih muda dan masih kuliah juga Alexa belum siap untuk menikah." jawab Alexa dengan lantang.


" Alexa sabar Sayang, kita bicarakan ini baik baik." ujar Elena sambil menarik tangan anaknya agar kembali duduk


Alexa menoleh pada mommynya lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan kembali duduk di tempatnya semula.


" Mommy Alexa tidak mau di jodohin Mom. Alexa belum siap " rengek Alexa pada Elena berharap Mommynya mau membujuk Daddynya untuk membatalkan rencana perjodohan


Alexa menghentikan dahinya menatap Elena." mommy tau kalau Alexa mau di jodohin?"


Elena mengangguk " Mommy dan Daddy sudah membicarakan ini sebelumnya, dan Mommy fikir ini adalah keputusan yang tepat dengan menjodohkan kamu dengan lelaki itu. kamu tenang saja sayang karena lelaki yang akan kami jodohkan itu sudah setuju dan seperti yang Daddy mu katakan kalau dia juga bukan orang sembarangan, dia baik dan soal fisik dia orang yang sangat tampan, kamu pasti bahagia kalau bisa menikah dan hidup bersama dengannya." jawab Elena


Alexa menggelengkan kepala dengan pelan menatap Mommynya." Alexa tidak mau menikah, tidak perduli mau seperti apapun dia. Alexa tidak akan mau. Alexa masih mau mengejar cita cita Alexa dulu. " ujar Alexa


" kamu tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan ini Alexa. keputusan Daddy sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat." sahut Rey

__ADS_1


Alexa menoleh ke arah Rey dengan kesal." Daddy fikir Daddy itu hakim yang keputusannya tidak bisa di ganggu gugat. sudah lah pokoknya Alexa tidak mau menikah, Alexa mau ke kamar istirahat. Alexa capek." jawab Alexa lalu berdiri dan meninggalkan orang tuanya begitu saja


" lihat anak mu Mom, benar benar tidak punya sopan santun meninggalkan kita saat kita belum selesai bicara." kesal Rey yang sudah ikut berdiri dan berlalu meninggalkan istrinya sendiri


Elena hanya mendengus jengkel pada suaminya. selalu saja dia yang di salahkan kalau sudah menyangkut Alexa.


di sisi lain seorang pria tampan berwajah dingin dan datar sedang menatap tajam ke arah asistennya yang sedang berdiri di depannya.


" bukan kah aku sudah pernah bilang untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi ku kris!" bentak Bryan Adelois Bagaskara pada asisten pribadinya


kris hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menatap bosnya." maaf tuan, saya hanya menjalankan perintah dari tuan besar." jawab Kris sambil meraih botol minuman keras yang masih utuh dari meja kerja bosnya.


Kris segera berlari keluar ruangan bosnya sambil membawa botol minuman keras di tangannya. sebelum di amuk oleh bosnya.


Bryan hanya mengumpat kesal pada asisten pribadinya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya dan menatap ke arah langit langit dengan tatapan nanar dan sendu.


" Laura kenapa kamu meninggalkan aku dan pergi bersama dengan pria lain Lau? apa kurangku selama ini? aku begitu mencintai mu, tapi kenapa kamu meninggalkan aku ?" gumam Bryan sambil memejamkan matanya, hatinya masih sakit saat teringat dengan Laura mantan calon istrinya yang meninggalkannya begitu saja bersama dengan pria lain yang lebih kaya darinya dulu.

__ADS_1


__ADS_2