
Alexa sangat menikmati waktunya hari ini di rumah Bryan, ternyata Felicia itu orangnya sangat asik dan menyenangkan. bahkan pemikiran Felicia seperti anak muda dan bisa mengimbangi pemikiran Alexa. jadi Alexa bisa langsung merasa nyaman dekat dengan calon mertuanya itu.
" Mom, Bryan mau ke atas dulu sebentar untuk mandi." pamit Bryan sambil berdiri.
Alexa dan Felicia hanya menatap sekilas pada Bryan tanpa menjawabnya lalu kembali melanjutkan obrolan mereka.
Bryan mendengus kesal merasa di abaikan di sana. dengan kesal Bryan melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
" belum jadi mantunya saja sudah bisa ngambil hati dan perhatian Mommy, lalu bagaimana setelah menikah nanti, bisa-bisa Alexa akan menggantikan aku jadi anak mereka." gumam Bryan dengan kesal.
berbeda dengan Bryan, Alexa justru terlihat sangat bahagia sekarang, bahkan kini Alexa masih saja terus tertawa mendengar candaan Felicia.
Alexa merogoh ponselnya yang ada di tasnya dan melihat panggilan dari Rey sudah lebih dari tiga kali.
"Tante, Alexa angkat telepon Daddy dulu sebentar ya." ucap Alexa pada Felicia.
" baiklah sayang, Tante tinggal ke belakang sebentar ya." jawab Felicia sambil berdiri.
Alexa mengangguk pada Felicia sambil menerima panggilan dari Rey." hallo Dad " ucap Alexa.
" kamu dimana lexa?" tanya Rey
__ADS_1
" ini Alexa ada di rumah Bryan Dad, kenapa ?" jawab Alexa
" kamu yakin, untuk apa kamu kesana? jangan bohong Alexa. Daddy tidak suka kalau kamu berbohong hanya untuk bisa bermain dengan teman-teman mu yang tidak jelas Alexa." ucap Rey yang terdengar emosi
Alexa menghela nafasnya. " Daddy buat apa Alexa berbohong. tadi Bryan memang menjemput Alexa di kampus Dad dan membawa Alexa ke rumahnya untuk bertemu dengan Tante Feli." jawab Alexa
" baiklah kalau begitu, ayo kita Vidio call." ucap Rey yang masih saja tidak percaya.
Alexa menggeser layar ponselnya saat Rey meminta beralih ke panggilan Vidio." masih tidak percaya Dad?" tanya Alexa.
Rey melihat ke sekeliling Alexa dan tidak menemukan apa-apa di sana yang bisa membuktikan ucapan Alexa ." bener itu di rumah Bryan Alexa ?" tanya Rey dengan masih ragu
" mau ngapain kamu di rumah pak lurah, mau bikin surat pindah ke Palestina apa dimana?" tanya Rey yang malah meladeni ucapan Alexa dan itu membuat Alexa semakin kesal.
" Daddy,,,!" rengek Alexa pada Rey..
" apa??,, ya kamu tidak memberi bukti apa-apa kalau kamu memang ada di rumah Bryan lexa" jawab Rey.
" kenapa sih Dad, emang penting ya Alexa ada dimana, sedang melakukan apa?" tanya Alexa
" malah bacain syair lagu, dasar " ucap Rey dengan terkekeh
__ADS_1
Alexa terkekeh mendengarnya,, " baiklah Dad, tunggu saja sebentar lagi, tadi Tante Feli pamit mau ke belakang sebentar katanya." ujar Alexa sambil menoleh ke belakang dimana Feli tadi menghilang
" lalu dimana Bryan Alexa?" tanya Rey sambil menganggukkan kepalanya
" Bryan sedang ke syurga Dad, lagi nengokin bidadari di sana katanya." jawab Alexa sambil tersenyum manis tanpa dosa
" Alexa jangan bicara sembarangan " ucap Rey sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan
Alexa hanya terkekeh lalu mengambil minumannya dan tidak lama Bryan muncul di belakang Alexa dan melihat ke arah ponsel Alexa dimana wajah Rey, calon mertuanya terlihat.
" hai Om " sapa Bryan dengan sopan sambil tersenyum pada Rey.
" hai Bryan, kamu sudah pulang dari kantor?" tanya Rey
" sudah Om, tadi saya pulang cepat dan menjemput Alexa untuk berkunjung ke rumah, maaf kalau saya tidak meminta ijin Om dulu." jawab Bryan.
Rey mengangguk, " tidak masalah Bryan,, baiklah kalau begitu sudah dulu ya, Om mau pulang." ucap Rey
Bryan mengangguk pada Rey." hati-hati Om " ucap Bryan
" terima kasih." jawab Rey lalu mematikan panggilannya
__ADS_1