
Alexa mengernyitkan alisnya menatap Bryan dengan heran." kita nggak naik pesawat saja Bryan? lu yakin mau ke Surabaya menggunakan mobil?" tanya Alexa
Bryan mengangguk sambil menatap Alexa." akan terasa lebih menyenangkan kita menggunakan mobil pribadi seperti ini Alexa, agar kita bisa menikmati perjalanan juga nantinya." jawab Bryan sambil tersenyum manis
" tapi apa kamu tidak lelah mengemudi sampai sejauh itu Bryan? kita butuh waktu lama lho buat sampai di surabaya. apa kamu benar-benar yakin?" tanya Alexa lagi
" kamu bisa mengemudikan mobil, kan?" tanya Bryan
Alexa mengangguk pelan pada Bryan." lalu kenapa? jangan bilang gue yang bakal gantiin lu nantinya " tebak Alexa
__ADS_1
" tentu saja kita bergantian nanti, lagi pula gue nanti ada urusan pekerjaan juga di Semarang jadi kita akan mampir ke Semarang dulu satu hari sebelum ke Surabaya " jawab Bryan
Alexa hanya menghela nafasnya dengan pasrah. tidak cukup mengejutkan rasanya kalau punya pasangan super sibuk seperti Bryan, namun yang membuat Alexa heran hanya kenapa harus membawa mobil sendiri. atau paling tidak Bryan bisa membawa supir lah. benar-benar tidak masuk akal.
" ayo cepat masuk!" ucap Bryan sambil membukakan pintu mobil untuk Alexa
" jangan lupa tuh masukin tuh koper gue ke bagasi mobil! " jawab Alexa sambil masuk ke dalam mobil
di sisi lain, kini Erick mengusap layar ponselnya dengan pelan dimana foto Alexa dengannya terpampang disana. entah kenapa Erick merasa sangat merindukan Alexa saat ini, sudah satu Minggu Alexa selalu sibuk dengan Bryan dan melupakannya. bahkan membalas pesannya pun sangat jarang Alexa lakukan.
__ADS_1
Erick sudah mencoba untuk membunuh perasaannya pada Alexa selama ini, tapi semakin Erick mencoba semakin sulit juga untuknya melupakan Alexa. Erick sangat mencintai Alexa dua tahun ini, setelah kejadian dimana Alexa membelanya di depan semua anak-anak kampus yang membullynya hanya karena dirinya terlahir dari keluarga sederhana dan kuliah di universitas ternama seperti sekarang.
Erick sangat mengagumi kepribadian Alexa, senyum Alexa, tawanya, marahnya, ngambeknya dan tengilnya Alexa, Erick sangat menyukainya. tapi Erick juga sadar diri dengan keadaan keluarganya yang terlampau sangat jauh kalau di bandingan dengan keluarga Alexa yang konglomerat.
sekalipun misalnya Alexa juga membalas perasaannya tapi tidak akan mungkin juga mereka bisa bersatu. keluarga Alexa pasti tidak akan setuju kalau Alexa punya hubungan dengan orang seperti dirinya. itu lah kenapa Erick selalu berusaha untuk menghapus perasaanya pada Alexa walaupun sulit dan menyiksa dirinya sendiri.
"kenapa lu menjauh dari gue Alexa, apa lu gak tau kalau gue suka sama lu dari dulu, gue sayang sama lu Alexa. kenapa lu harus berubah setelah ada Bryan?" ucap Erick pada foto Alexa yang sudah jelas tidak akan bisa menjawabnya.
" sampai kapan gue harus memendam perasaan gue sama lu, Alexa. sampai kapan gue harus mencintai lu dalam diam seperti sekarang. apa lu nggak merasa kalau selama ini gue nganggep lu lebih dari seorang sahabat. kenapa sih lu tuh nggak peka banget jadi cewek. tidak ada hubungan persahabatan antara pria dan wanita tanpa di dasari rasa yang lain. kenapa lu nggak ngerti itu." gumam Erick dengan kesal.
__ADS_1
lelah, cemburu, marah, kesal dan sakit hati. itu lah yang Erick rasakan saat dirinya harus melihat Alexa terus tertawa bersama dengan Bryan yang selama ini selalu menjemput dan mengantarkan Alexa ke kampus. Erick benar-benar tidak suka kalau harus di paksa melihat Alexa bahagia bersama dengan orang lain.
sebenarnya Erick juga ingin menghapusnya dan bersikap biasa saja melihat Alexa bahagia. sebenarnya Erick juga ingin ikut bahagia melihat Alexa bahagia tapi itu tidak bisa. Erick tidak bisa membohongi perasaannya sendiri dengan pura-pura bahagia melihat Alexa bersama dengan Bryan.