
Bryan menatap Alexa yang masih saja tertidur padahal mereka sudah sampai di Jawa tengah, lebih tepatnya di kota Semarang. Bryan tersenyum mendengar Alexa yang mendengkur, baru kali ini Bryan melihat Alexa begitu terlihat polos, lucu dan sangat menggemaskan. bahkan kecantikan Alexa pun lebih terlihat saat Alexa sedang tidur seperti ini.
Bryan merogoh ponselnya Yang terletak di dashboard mobil lalu merekam video Alexa yang sedang tertidur. Bryan benar-benar menahan Tawanya sekarang. setelah selesai mengabadikan momen Alexa. Bryan segera menyimpan kembali ponselnya lalu membangunkan Alexa.
Alexa melenguh panjang sambil membuka matanya perlahan dan menatap ke sekelilingnya.
" selamat pagi, putri tidur yang kalau tidur tidak seperti putri melainkan lebih mirip kebo." sapa Bryan dengan tersenyum, saat Alexa menoleh ke arahnya.
" selamat pagi juga pangeran yang tidak mirip pangeran tapi lebih mirip jin Tomang." jawab Alexa dengan kesal.
" ada-ada saja, pagi-pagi sudah membuat gue kesal. dasar Bryan bulu kuduknya Fir'aun." gumam Alexa dengan pelan, namun masih bisa di dengarkan Bryan yang ada di sampingnya..
Bryan hanya menggelengkan kepalanya dengan gemas,, dengan lembut Bryan mengacak-acak rambut Alexa yang memang sudah berantakan dari tadi." ayo keluar kita akan beristirahat sebentar di sini, dan lu bisa lanjutin tidur lu yang kayak kebo itu di dalam. " ujar Bryan sambil membuka seat beltnya.
__ADS_1
" berapa hari kita di sini Bryan?" tanya Alexa
" berapa hari apanya, jelas cuma sampai nanti sore saja. karena malamnya kita akan melanjutkan perjalanan " jawab Bryan sambil menoleh ke arah Alexa.
" kalau begitu pesan satu kamar saja, kan cuma sampai sore jadi buat apa kita membuang uang hanya untuk menyewa kamar yang tidak terlalu penting." ujar Alexa sambil mengambil tasnya
" lu yakin, nyuruh gue pesanin satu kamar doang buat kita Alexa?" tanya Bryan
" budek ini orang,, iyalah Bryan. lagian kita butuh kamar hanya untuk mandi dan bersih-bersih kan, bukan untuk tidur jadi gue rasa nggak masalah kalau kita ada dalam satu kamar. lagian gue percaya sama lu kalau lu itu nggak mungkin ngapa-ngapain gue." jawab Alexa dengan sangat yakin.
Alexa melongo mendengar ucapan Bryan, " apakah baru saja Bryan mengatakan kalau dia sayang sama gue?, hah,, benar kah, akan secepat ini?" batin Alexa sambil tersenyum.
Bryan menghela nafasnya lalu kembali menoleh ke arah mobilnya, dimana Alexa belum juga turun untuk menyusulnya. dengan malas Bryan menghampiri sisi pintu sebelah kanan dan mengetuk jendela mobil tepat di samping Alexa.
__ADS_1
Alexa menurunkan kaca jendela mobilnya dan melihat Bryan sambil tersenyum lebar." ada apa calon imam gue yang tampan rupawan seperti pangeran kodok buduk?" tanya Alexa.
Bryan menyentil pelan jidat Alexa." berhenti berkhayal dan berkata konyol Alexa,,, mau turun atau tidak sekarang? atau memang kamu ingin tidur di dalam mobil lagi? ayo cepat." ujar Bryan sambil menegakkan tubuhnya.
"oh iya lupa,, gue masih ada di dalam mobil ya. lu sih gara-garanya gue jadi pikun kan sekarang." protes Alexa pada Bryan
Bryan mengernyitkan alisnya mendengar ucapan Alexa. " kenapa jadi gue yang salah sih,,, dan apa hubungannya sama gue? " tanya Bryan dengan tidak mengerti
" makanya jadi orang jangan terlalu tampan,, dan lihat wajah lu yang sok polos itu ngebuat jantung gue mau lompat dari tempatnya kan,, dan satu lagi kalau senyum jangan terlalu lebar oke." jawab Alexa dengan tegas sambil menatap Bryan tajam.
" kenapa gue nggak boleh senyum?" tanya Bryan heran
" karena senyum lu tuh buat semua cewek salah tingkah ngerti nggak dan gue nggak suka ada cewek lain yang ngelirik lu sekalipun itu cuma rambut lu." jawab Alexa sambil berlalu meninggalkan Bryan sendiri menuju lobby hotel.
__ADS_1
Bryan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Alexa walaupun ucapan Alexa terdengar aneh tapi jujur ada rasa bahagia dalam hati Bryan sekarang karena Alexa membalas perasaannya. Bryan dulu sempat berfikir akan susah untuk menyatukan perasaan di antara mereka berdua. tapi kenyataannya seiring berjalannya waktu Alexa mampu menarik perhatian dirinya.
" dasar cewek aneh." gumam Bryan sambil berjalan menyusul Alexa.