
Alexa dan Bryan sudah sampai di Surabaya dimana keluarga neneknya tinggal di sana. dengan mencopot kacamata hitamnya Alexa menatap ke arah rumah mewah yang di depannya walaupun rumah itu tidak terlalu mewah bagi Alexa karena rumahnya di Jakarta jauh lebih besar. tapi Alexa tidak memandang semua itu. justru Alexa fokus dengan taman yang ada di depan rumah neneknya Bryan yang sangat indah.
berbagai macam bunga tertanam indah dan tertata rapi terawat di sana membuat nuansa alam yang alami, indah itulah yang Alexa pikirkan.
" ayo Alexa." ajak Bryan sambil menggandeng tangan Alexa
Alexa menoleh ke arah Bryan sambil tersenyum. " rumah ini indah sekali Bryan,, gue nanti juga mau punya rumah seperti ini." ucap Alexa sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah Bryan yang ada di sampingnya.
Bryan hanya tersenyum tipis Mendengar ucapan Alexa tanpa ingin menjawabnya.
" Bryan kami sudah menunggu kedatangan mu dari kemarin, kenapa bisa sampai jadi tiga hari perjalanan hanya untuk Jakarta Surabaya.?" tanya Toni sepupu Bryan.
" gue sibuk dan harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu sebelum kemari." jawab Bryan sambil menepuk bahu Toni pelan.
__ADS_1
" siapa wanita cantik ini Bryan?,, benarkah ini calon istri yang kamu ceritakan?" tanya Toni sambil menatap Alexa dari bawah sampai atas.
" jaga mata mu." ujar Bryan sambil menatap tajam ke arah Toni,, bukan cemburu pada Bryan tapi memang Bryan sangat tahu bagaimana kelakuan dan pikiran Toni yang suka having *** dengan banyak wanita cantik.. sifat playboy dan juga pemain wanita memang melekat di diri Toni.
Toni menoleh ke arah Bryan sambil terkekeh." tenang saja gue nggak sebrengsek itu yang akan merebut calon istri sepupu ku sendiri apa lagi sampai menikungnya,,, kecuali memang terpaksa." jawab Toni sambil sesekali melirik Alexa yang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan obrolan mereka.
" Alexa ayo masuk." ucap Bryan pada Alexa dan menghiraukan ucapan Toni barusan..
" kenapa kamu nggak mau kenalin dulu calon istri mu dengan ku Bryan?,, sebegitu takutnya kalau calon mu itu akan pindah ke pelukan ku." cegah Toni sambil memegang bahu Bryan dari belakang.
" Alexa kenalkan dia Toni sepupu gue." ucap Bryan pada Alexa yang memilih mengalah agar Toni juga berhenti mengganggunya.
Alexa menoleh ke arah Toni dengan pandangan remeh sekilas lalu menghela nafasnya. " gue Alexa calon istri Bryan yang ganteng dan hebat ini." ucap Alexa sambil tersenyum tipis bahkan senyumannya hampir tidak terlihat di mata Bryan dan juga Toni.
__ADS_1
Bryan tersenyum puas mendengar ucapan Alexa. ternyata Alexa sangat tahu bagaimana cara memposisikan dirinya tanpa harus dia jelaskan,, soal angkuh dan sikap sombongnya barusan Bryan sangat menyukainya dan memaklumi karena memang Alexa terlahir dari keluarga konglomerat yang terkenal kaya raya di Jakarta.
sementara Toni mengepalkan tangannya menahan rasa kesalnya pada Alexa, menurutnya pandangan Alexa padanya itu seperti meremehkan dan menghinanya. namun Toni juga merasa tertarik dan tertantang pada wanita seperti Alexa,,
" gue Toni." ucap Toni sambil mengulurkan tangannya pada Alexa.
" Alexa Arsya Wijaya,,, putri tunggal dari keluarga Rey Wijaya , pengusaha nomor satu di Jakarta." jawab Alexa sambil menyambut uluran tangan Toni secara singkat dan cepat, bahkan hampir saja tidak menyentuh kulit Toni.
" sombong dan angkuh sekali,, tapi cukup menarik pantas saja Bryan sangat menyukai mu, ternyata sifat kalian hampir sama." jawab Toni sambil tersenyum manis.
" terimakasih,, sekarang bisakah gue masuk." jawab Bryan dan bukannya Alexa yang menjawab ucapan Toni.
" silahkan. ayo masuk! " ucap Toni sambil berjalan mendahului Alexa dan Bryan
__ADS_1
Alexa menatap punggung Toni dengan pandangan kesal. Alexa memang sudah tahu bagaimana pandangan Toni tadi padanya, dan Alexa sangat yakin kalau pikiran Toni sangat kotor saat menatapnya tadi, hingga Alexa sengaja menyombongkan dirinya agar Toni tahu diri dan tidak bersikap macam-macam padanya.