
" Bryan. " lirih alexa sambil terus memeluk tubuh Bryan dengan erat.
" huummm,, tenanglah Alexa percayalah kau akan baik-baik saja." jawab Bryan sambil mengusap tubuh Alexa untuk di salurkan rasa hangat dari tubuhnya.
Alexa hanya mengangguk mendengar ucapan Bryan sementara Bryan Segeran menoleh ke arah luar dimana hujan masih turun dengan sangat lebat.. dalam hati Bryan terus mengumpat karena keadaan cuaca yang sangat tidak mendukung. benar-benar menyebalkan.
Bryan menoleh ke arah Alexa yang sedang ada di dalam pelukannya dengan mengusap rambut Alexa dengan lembut .." Alexa kita lanjutkan perjalanan ya , kita harus Segera ke rumah sakit untuk mengecek kondisi mu." sambung Bryan
Alexa menggelengkan kepalanya dengan pelan, sambil mendongakkan kepalanya menatap ke arah Bryan." tidak perlu Bryan, aku sudah lebih baik kok. tapi boleh kah aku meminta sesuatu Bryan?' tanya Alexa
" apa kamu yakin, kalau kamu sudah baik-baik saja. aku tidak mau kamu kenapa-kenapa Alexa. dan apa yang kamu inginkan sekarang, aku pasti akan mengabulkan semua untuk mu." jawab Bryan sambil menatap Alexa yang kini justru mengalihkan pandangannya ke luar jendela..
__ADS_1
" duh kenapa sih otak gue jadi ngelag gini,, bagaimana mungkin gue bisa mikir untuk mencium bibir Bryan,, gue kan cewek ya kali gue minta cium duluan, mana pengennya lebih lagi. astaga Alexa please sadar donk, sadar. mana cuaca dan udaranya pas banget lagi .. astaga " batin Alexa dengan merutuki dirinya sendiri.
Alexa benar-benar merasa bodoh sekarang , kenapa otaknya tidak bisa bekerja dengan baik dan justru pergi entah kemana apa lagi di saat yang seperti itu. rasanya Alexa ingin membuang wajahnya yang tidak tau malu. bagaimana dia bisa memikirkan hal mesum di saat yang seperti ini. benar-benar tidak masuk akal.
" Alexa,, kenapa kamu hanya diam? apa yang sebenarnya kamu inginkan?" tanya Bryan sambil melambaikan tangannya di depan wajah Alexa
membuyarkan lamunan Alexa.
Alexa mengerjabkan matanya tersadar dari lamunannya lalu menatap Bryan sambil tersenyum. " maaf lu tadi bilang apa Bryan?" tanya Alexa yang memang tidak terlalu jelas mendengar ucapan Bryan tadi.
" gue,, memang apa yang gue inginkan tadi. ah perasaan gue nggak ngomong apa-apa deh. lu Salah denger kali." jawab Alexa dengan asal dan tidak mau mengakui ucapannya sendiri.
__ADS_1
Bryan mengernyitkan dahinya menatap Alexa. " lu tadi kesambet apa gimana sih, kok lu langsung beda gini?" tanya Bryan yang melihat Alexa sudah baik-baik saja.
Alexa memukul lengan Bryan dengan sangat keras." jangan bicara yang bukan-bukan bisa nggak! apa lu nggak tahu kalau ini itu masih di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian nanti kalau banyak setan di sini nyamperin kita gimana? jawab Alexa sambil menoleh ke sekelilingnya untuk memastikan keadaan di sekitarnya.
"ini sudah tahun dua ribu dua puluh tiga,, mana mungkin masih ada hantu,, itu hanya mitos Alexa. jangan percaya dengan hal konyol seperti itu." jawab Bryan sambil tersenyum aneh pada Alexa. menurutnya Alexa sangat konyol dan kolot kali ini. bagaimana mungkin Alexa percaya dengan hal yang tidak mungkin seperti itu.
Alexa menoleh ke arah Bryan sekilas dengan kesal. " jangan bilang mitos-mitos dulu Bryan, karena kalau sampai kejadian lu bakal menyesal karena nggak percaya sama gue." sahut Alexa
Bryan hanya menggendikan bahunya sambil menggeleng pelan pada Alexa. lalu Bryan menyalakan kembali mobilnya..
" kita harus segera melanjutkan perjalanan kita Alexa, atau lu ingin gue cariin penginapan dulu untuk kita?" tanya Bryan sambil menoleh ke arah Alexa yang ternyata sedang melotot ke arahnya.
__ADS_1
rambut acak-acakan, mata yang melotot bahkan hampir mata Alexa terlihat putih semua,, di tambah ekspresi wajah Alexa yang tersenyum aneh padanya membuat Bryan berjingkrak kaget di tempatnya.
" A-alexa,, ka-kauu ke-kenapa? " tanya Bryan dengan ketakutan bahkan suaranya dan nada bicaranya berubah menjadi gugup dan gagap.