Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
syarat Alexa


__ADS_3

Alexa terkejut saat tiba-tiba saja ada seorang pria yang duduk di depanya begitu saja,


" siapa lu?" tanya Alexa dengan spontan berdiri.


Bryan mendongakkan kepalanya menatap Alexa yang sudah berdiri di depannya." duduk lah dengan tenang gue mau bicara." jawab Bryan


Alexa menyipitkan matanya menatap Bryan. dengan menerka-nerka Alexa duduk kembali di tempatnya semula


Bryan menghela nafasnya lalu menatap Alexa sekilas dan mengulurkan tangannya pada Alexa." gue Bryan Adelois Bagaskara." ucap Bryan memperkenalkan dirinya pada Alexa.


Alexa mengangguk mengerti sekarang dia tau kalau pria di depanya itu adalah pria yang di jodohkan oleh orang tuanya, Alexa menatap Bryan dari bawah sampai atas, seakan-akan dia ingin menilai dulu bagaimana Bryan. " tidak terlalu buruk." batin Alexa.


Alexa menyambut uluran tangan Bryan, " Alexa Arsya Wijaya." jawab Alexa


Bryan mengangguk tanpa menatap Alexa.


Alexa terdiam dengan perasaan yang cukup bingung karena Bryan hanya diam saja, tanpa ingin membuka suara ataupun memulai percakapan dengannya.


" sejak kapan lu di sini? maksud gue sejak kapan lu di rumah gue?" tanya Alexa yang mendadak gugup menatap Bryan.


Bryan melirik Alexa sekilas lalu kembali memalingkan wajahnya ke hamparan taman rumah Alexa yang cukup indah dan rapi.


" sejak tadi." jawab Bryan singkat.


Alexa mendengus jengkel." irit banget bicaranya, kayak orang ngeluarin suara ajah harus bayar, makanya di irit-irit" cibir Alexa.


Bryan hanya menggendikan bahunya tanpa berniat menjawab Alexa.


"katakan kenapa lu mau di jodohin sama gue?" tanya Alexa lagi sambil memperhatikan Bryan, kalau di lihat-lihat Bryan tidak terlalu buruk, dia sangat tampan , bertubuh atletis, berpenampilan menarik dan dari keluarga yang tajir juga, lalu kenapa mau-maunya di jodohkan dengannya.


" karena gue nurut kata orang tua." jawab Bryan dengan acuh.


" apa jangan-jangan memang nggak ada wanita yang mau sama lu karena sikap cuek dan dingin lu ini!" tebak Alexa dengan menahan tawanya.


Bryan menghiraukan ucapan Alexa. " lalu lu sendiri kenapa mau menerima perjodohan ini?" tanya Bryan.


" siapa yang bilang gue sudah terima perjodohan ini, gue belum memutuskan apapun, gue masih mempertimbangkan ini, jadi nggak usah sok kepedean ya." jawab Alexa.


Bryan hanya menganggukkan kepalanya, " apa lu sudah punya pacar atau pernah pacaran sebelumnya?" tanya Bryan


" kenapa memangnya?" bukannya menjawab Alexa justru balik bertanya dengan Bryan

__ADS_1


" hanya ingin tau saja, pria bodoh mana yang mau jatuh cinta dengan wanita kayak lu" jawab Bryan


Alexa berdiri sambil berkacak pinggang menatap Bryan " apa lu sedang menghina gue?" protes Alexa.


" tidak menghina hanya ingin tau saja." jawab Bryan.


" tidak perlu mengurusi urusan pribadi gue, apa pentingnya buat lu tau semua itu." ujar Alexa. dia memang selama ini tidak pernah berhubungan dengan pria mana pun, apa lagi sampai pacaran, dia hanya dekat dengan Erick itu pun karena mereka bersahabat sejak kecil.


Bryan mengangguk, walaupun dia penasaran tapi ya sudah lah, itu juga tidak terlalu penting bagi Bryan.


" baiklah jangan marah, gue kesini datang baik-baik dan ingin mengenal lu lebih jauh bukannya mau merusak mood lu" ujar Bryan sambil tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Alexa yang terkesan lucu di matanya.


sebenarnya menurut Bryan, Alexa cukup menarik dan cantik dari keluarga baik-baik tapi entahlah sikafnya seperti apa.


" jaga mata anda tuan Bryan, sebelum gue colok tuh mata." ucap Alexa dengan kesal


Bryan terkekeh kecil mendengar ancaman Alexa. " galak juga ternyata" jawab Alexa.


" bagaimana keadaan lu Alexa, katanya lu baru keluar dari rumah sakit " sambung Bryan dengan lembut.


" seperti yang lu lihat gue baik." jawab Alexa dengan ketus


Bryan menghela nafasnya dengan pelan sambil menatap Alexa, " sebenarnya gue mau bicara sama lu, kalau gue paling nggak suka dengan penolakan jadi terima perjodohan ini dengan baik, bukan berarti gue suka dan tertarik sama lu tapi gue lakuin ini demi orang tua gue yang maunya cuma lu sebagai menantunya." ucap Bryan


" dasar tuan pemaksa." cibir Alexa. entah kenapa justru ucapan itu yang keluar dari mulutnya, dan bukannya penolakan atau pun protes yang seharusnya dia ucapkan.


Bryan tidak memperdulikan ucapan Alexa yang menilainya suka memaksa seseorang, dengan cepat Bryan berdiri ingin meninggalkan Alexa, tapi tanpa dia duga Alexa justru mencekal pergelangan tangannya dan menghentikan dirinya.


Bryan melirik ke arah tangannya sekilas lalu menatap Alexa, yang sedang tersenyum.


" ada apa?" tanya Bryan pada Alexa.


" gue belum selesai bicara, ayo kita bicarakan soal perjodohan kita ini. " jawab Alexa sambil menarik tangan Bryan agar Bryan mau duduk kembali.


Bryan duduk sambil menatap Alexa dengan tajam, Bryan merasa Alexa sangat kurang ajar karena sudah berani menyentuh tubuhnya.


" cepat katakan!" ketus Bryan pada alexa


Alexa mengambil nafas dalam-dalam sambil menatap Bryan dengan lebih lembut." lu mau gue Nerima perjodohan ini kan, kalau begitu gue punya syarat buat lu." ucap Alexa dengan tegas


Bryan menyipitkan matanya mendengar ucapan Alexa." syarat apa?"tanya Bryan.

__ADS_1


" kita buat surat perjanjian. sekarang! lu tunggu gue di sini dulu, biar gue ke dalam ambil laptop gue." ujar Alexa sambil berdiri dan tanpa menunggu jawaban Bryan, Alexa segera berlari masuk ke dalam rumah.


Bryan hanya menatap punggung Alexa sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.


" Alexa tunggu!" panggil Elena saat Alexa ingin menaiki tangga.


Alexa berhenti dan menoleh ke arah Elena yang duduk di ruang keluarga, ternyata ada tamu juga. jadi Alexa terpaksa kembali turun dan mendekati orang tuanya tanpa membantah ataupun bertanya.


" iya Mom." jawab Alexa sambil tersenyum.


Elena mendekati Alexa lalu merangkul pundak Alexa dengan lembut. " itu orang tua Bryan sayang, jadi bersikap baik lah." bisik Elena.


Alexa mengangguk tanpa mengucapkan apapun sambil berjalan menghampiri orang tua Bryan dan Daddynya.


" hai Tante, Om." sapa Alexa sambil mencium tangan orang tua Bryan secara bergantian.


" ini yang namanya Alexa ya." ujar Felicia dengan memperhatikan penampilan Alexa dari atas sampai bawah sambil tersenyum ramah.


Alexa mengangguk." saya Alexa Arsya Wijaya Tante, putri tunggal di rumah ini yang sangat cantik dan baik." jawab Alexa memperkenalkan dirinya dengan bercanda.


Felicia dan Ferdian terkekeh kecil sambil menganggukan kepalanya.


Alexa menoleh ke arah Daddynya sekilas dan kembali menatap orang tua Bryan." maaf Tante, Om. tapi Bryan sedang menunggu Alexa di taman, Alexa mau mengambil sesuatu di kamar Alexa dulu sebentar lalu kembali ke taman untuk bertemu dengan Bryan. setelah urusan Alexa dan Bryan selesai Alexa akan kembali ke sini." jelas Alexa sambil tersenyum.


" iya sayang baiklah, tidak perlu sungkan. " jawab Felicia yang juga di angguki oleh suaminya.


" baiklah kalau begitu Alexa ke atas dulu ya semuanya." pamit Alexa pada semua orang setelah mereka semua mengangguk Alexa langsung berbalik dan sedikit berlari menuju kamarnya.


" maaf kalau Alexa kurang sopan ya mas." ucap Rey pada Ferdian sahabat lamanya.


Ferdian dan Felicia menoleh ke arah Rey dan Elena sambil tersenyum. " apanya yang tidak sopan Rey, Alexa kelihatannya baik dan juga menghargai kita jadi dia memberitahu kita dulu sebelum pergi." jawab Ferdian.


Rey hanya tersenyum mendengarnya " ayo di minum." ucap Rey sambil meraih gelas kopinya


Alexa turun sambil memeluk laptopnya yang dia masukan ke dalam kaos over size-nya agar orang tuanya tidak curiga saat melihatnya membawa laptop.


Alexa menoleh ke arah ruang tamu dan melihat para orang tua sedang bercanda tanpa memperhatikan dirinya yang mau melewati ruang keluarga begitu saja. dengan cepat Alexa berlari agar tidak di tahan orang tuanya lagi.


" lama banget sih " protes Bryan saat melihat Alexa sudah dekat dengan tempat duduknya.


Alexa hanya memutar bola matanya malas." lu kan tau sendiri kalau di ruang keluarga ada keluarga kita, jadi gue harus nyapa orang tua lu dulu lah. " jawab Alexa sambil duduk di depan Bryan.

__ADS_1


" gue bakal menulis semua yang akan menjadi syarat gue. " ujar Alexa .


Alexa membuka laptopnya dan menyebutkan semua syaratnya pada Bryan dengan yakin. sementara Bryan hanya mendengarkan semua ucapan Alexa yang menurutnya sangat tidak penting.


__ADS_2