
Toni mengangkat sudut bibirnya sambil menganggukkan kepalanya mendengarkan semua rencana Grace yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
" apa kamu mengerti sekarang Toni?" tanya Grace sambil mengangkat sebelah alisnya.
"ya,,, ide dari Mama Memang menerik dan ternyata Mama punya bakat terpendam selama ini ya,,, Toni baru tahu keli ini." jawab Toni sambil terkekeh.
" bakat terpendam apa?, apa maksud kamu?" tanya Grace dengan wajah bingung dan tidak mengerti dengan ucapan putranya.
" bakat untuk menjadi seorang kriminal, tentu saja." jawab Toni sambil tertawa terbahak-bahak.
Grace memukul kepala Toni dengan pelan karena kesal." anak kurang ajar,,! beraninya kamu mengatakan seperti itu sama Mama,,!" kesal Grace
" ampun Ma,,, Toni hanya bercanda hahaha " ucap Toni sambil berdiri dan berlari keluar menjauhi Grace yang sebentar lagi akan mengeluarkan tanduknya.
__ADS_1
" jangan kabur kamu,,! dasar anak kurang ajar.!" pekik Grace sambil berkacak pinggang melihat punggung Toni yang menjauh.
" kenapa Mama marah-marah dengan Toni?" tanya Bima yang baru saja masuk ke dalam rumah
Grace menoleh ke arah Bima sambil tersenyum dan menghampiri suaminya." eh,,, Papa sudah pulang " sapa Grace sambil memeluk singkat tubuh suaminya.
Bima membalas pelukan Grace sebentar lalu melepaskan tubuh istrinya untuk melanjutkan langkahnya." ada apa?,, kenapa Mama teriak-teriak tadi?" tanya Bima
" biasalah putra Papa yang menyebalkan dan nakal itu selalu saja membuat Mama naik darah,,, " jawab Grace yang kembali dengan mode kesalnya.
Grace menganggukan kepalanya " iya tadi Bryan kesini bersama dengan seorang wanita, calon istrinya yang katanya sih putri tunggal Reynand Wijaya. Papa tahu gadis itu sangat sombong ." jawab Grace
"putri Reynand Wijaya,, hebat sekali Bryan bisa mendapatkan putri konglomerat nomor satu di negara kita." ujar Bima
__ADS_1
"tapi gadis itu sangat sombong Pa,, apa Papa tahu gadis itu mengatakan apa?,,, Alexa bilang keluarganya bisa menghancurkan bisnis keluarga kita dalam sekejap mata. bukankah itu sangat sombong." ucap Grace sambil menatap lekat suaminya.
sebenarnya Grace juga sangat penasaran dengan siapa itu keluarga Alexa, karena baru kali ini Grace bertemu dengan seseorang yang sangat berani sombong di depannya bahkan tidak ada sedikitpun raut wajahnya yang terlihat ragu saat menyombongkan keluarganya di depan Grace tadi.
Bima hanya tersenyum menatap wajah istrinya yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak muda lagi. " tentu saja Alexa bisa sesombong itu Ma,,, keluarga Alexa bukanlah orang yang sembarangan,, kalau di bandingkan dengan kita,, yah kita ibarat butiran debu di mata keluarga Alexa. jadi jangan ambil hati ucapan Alexa tadi " jelas Bima
Grace menghela nafasnya dengan berekspresi sedih,, tapi di dalam hatinya Grace semakin tertarik untuk mendukung rencananya bersama Toni tadi.
" apa ucapan Alexa tadi sangat keterlaluan hingga membuat mu jadi sedih begini Ma,,, ?" tanya Bima
Grace menganggukan kepalanya." tadi kami sempat berdebat Pa,, dan Alexa sangat menyombongkan dirinya jadi aku terpancing dengan emosi ku,, bahkan tadi Alexa juga sempat bilang kalau dia bisa dan akan menghancurkan perusahaan keluarga kita Pa." jawab Grace sambil menundukkan kepalanya.
Bima sedikit terkejut mendengar penjelasan istrinya, karena setahu Bima keluarga Wijaya bukanlah orang yang gampang memaafkan orang lain, apa lagi istrinya itu sudah menyinggung putri tunggalnya Bima benar-benar tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh keluarga Wijaya selanjutnya pada keluarganya atau pun perusahaan yang sedang di kelolanya.
__ADS_1
" kenapa Papa diam saja, Pa? " tanya Grace
Bima menatap istrinya." harusnya kamu tidak sembarangan menyinggung orang lain Ma,,, jangan sampai akibat kelakuan mu itu membuat keluarga kita jatuh miskin." jawab Bima sambil menyandarkan tubuhnya di sofa, takut itulah yang Bima rasakan sekarang karena sebenarnya perusahaan Wijaya juga sudah menanamkan saham di perusahaannya sebesar tujuh puluh persen, bagaimana nanti kalau Rey tiba-tiba saja Manarik kembali sahamnya dan membuatnya bangkrut.