
Setelah mengurus semua keperluan Alexa, Erick segera menghubungi orang tua Alexa. walaupun Erick sebenarnya juga tidak berani tapi dia harus tetap menghubungi orang tua Alexa, karena bagaimanapun orang tuanya Alexa harus tau tentang keadaan Alexa.
Erick meremas ujung bajunya untuk menyalurkan rasa gugup dan ketakutannya sambil memejamkan mata Erick memberanikan dirinya untuk menghubungi Rey.
" hallo om " sapa Erick setelah panggilannya tersambung dengan Rey
" hallo Rick, ada apa?" tanya Rey yang saat ini sudah infin
" begini om saya mau mengabarkan kalau Alexa kini ada di rumah sakit dan kondisinya sedang kritis." jawab Erick.
" apa yang terjadi dengan Alexa? bagaimana bisa kondisinya sampai kritis?" tanya Rey
" nanti saya jelaskan di sini om, tolong segera datang ke rumah sakit om." jawab Erick
" baiklah kamu ada di rumah sakit mana? tanya Rey
" rumah sakit pelita harapan om." jawab Erick
" baiklah tolong jaga Alexa sebentar lagi saya akan kesana." ujar Rey
" iya om, maafkan saya yang tidak bisa menjaga Alexa dengan baik om." jawab Erick, namun tidak ada jawaban ataupun suara lagi yang terdengar di ponselnya, Erick memeriksa ponselnya dan ternyata panggilannya sudah di matikan secara sepihak oleh Rey.
" bapak sama anak sama ajah, sama-sama tukang matiin telepon begitu saja." gerutu Erick sambil berjalan ke arah ruang ICU
di sisi lain, Bryan sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan orang tuanya. saat dia pulang dari kantor orang tunya sudah menunggunya di ruang keluarga untuk membahas perjodohannya.
" kan aku sudah bilang sama Daddy dan Mommy kalau apapun keputusan kalian Bryan akan menerima dan menyetujuinya. terserah kalian mau menjodohkan ku dengan siapa, kalau itu keputusan kalian pasti itu yang terbaik untuk Bryan" ucap Bryan
" baguslah kalau begitu Bryan, Daddy harap Alexa juga mau menerima perjodohan ini dengan baik." jawab Ferdian sambil tersenyum puas melihat putranya sekarang sangat patuh padanya.
" dia pasti setuju karena kita punya harta yang cukup untuk menghidupinya dan keluarganya sampai tujuh turunan." jawab Bryan dengan dingin dan datar.
Ferdian mendelik tajam Mendengar ucapan Bryan. " jangan bicara sembarangan Bryan, Alexa itu gadis baik-baik lagi pula dia juga dari keluarga yang tidak kalah kayanya dengan kita, jangan berpikir semua wanita itu sama." jawab Ferdian
" kalau dia juga dari keluarga yang kaya lalu kenapa dia mau di jodohkan dad?" tanya Bryan sambil mengangkat sudut bibirnya.
__ADS_1
" dia belum menerima perjodohan ini, bahkan sekarang Rey sedang mencari Alexa karena Alexa kabur dari rumah saat dia tau kalau dia akan di jodohkan dengan mu." jawab Ferdian sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Bryan hanya tersenyum tipis mendengar ucapan daddynya." kalau dia tau akan di jodohkan dengan ku, dia pasti akan langsung setuju begitu saja dan tidak mungkin kabur, " jawab Bryan dengan tidak percaya ada wanita yang menolak perjodohan dengannya, karena dia merasa kaya dan sangat tampan. bahkan di luar sana banyak sekali wanita yang rela melakukan apapun hanya untuk memikat dirinya.
" karena dia juga terlahir dari keluarga terhormat, dan juga dia wanita yang sangat cantik. pasti dia juga dengan mudah mendapatkan orang lain selain kamu Bryan. jangan terlalu percaya diri." sahut Felicia yang seakan mengerti dengan pikiran Bryan kali ini.
Bryan menoleh pada mommynya yang duduk di sebelahnya." ya sudah terserah bagaimana baiknya saja mom, Bryan lelah dan mau istirahat." ucap Bryan sambil berdiri dan langsung berjalan meninggalkan orang tuanya tanpa menunggu jawaban mereka.
" anak itu benar benar menyebalkan " gumam Ferdian dengan memandang punggung anaknya yang sudah menjauh darinya.
Felicia hanya terkekeh kecil mendengar ucapan suaminya.
Erick menoleh saat melihat Rey berjalan bersama dengan Elena menghampiri dirinya yang sedang berdiri di ruang ICU. dengan tersenyum Erick menyalami orang tua Alexa secara bergantian.
" apa yang terjadi dengan Alexa dan bagaimana keadaannya?" tanya Elena pada Erick.
" Alexa sedang di tangani dokter dari tadi Tante tapi sampai sekarang mereka belum ada yang keluar." jawab Erick.
" apa yang sebenarnya terjadi Rick, kenapa Alexa bisa seperti ini.?" tanya Rey dengan khawatir, walaupun Alexa itu selalu nakal dan tidak pernah mau menuruti semua keinginannya tapi tetap saja Alexa adalah anak kesayangannya.
Elena menangis mendengar cerita Erick, rasanya dia benar-benar sedih saat melihat putrinya terbaring lemah di ruang ICU.
sebagai seorang ibu melihat putrinya sedang berjuang antara hidup dan mati benar benar membuat Elena frustasi, sedih, khawatir dan sakit sekali.
Rey mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ke arah Erick setelah Erick selesai bicara. " kenapa kamu tidak mencegah Alexa untuk ikut balapan liar lagi Rick, om benar benar kecewa pada mu,, bagaimana mungkin kamu bisa mendukung Alexa melakukan hal yang salah seperti itu.?" tanya Rey dengan kesal, tapi dia juga tidak bisa marah, karena di sini yang salah bukan Erick juga.
" kata Alexa dia butuh uang om, karena dia sudah kabur dari rumah, Erick juga sudah melarang dan berusaha mencegah Alexa ikut balapan, tapi om tau sendiri siapa yang bisa mencegah niat Alexa." jawab Erick sambil menundukkan kepalanya.
tadi sebelum balapan Erick sudah melarang Alexa tapi Alexa tidak mau mendengarkan dirinya,, lagi pula Alexa celaka juga bukan karena balapannya tapi karena Rika yang sudah memukul kepala Alexa.
Rey memejamkan matanya sebentar lalu menatap Erick lebih lembut, ya ini semua memang salah Alexa sendiri jadi tidak seharusnya dia marah pada Erick, harusnya yang Rey lakukan sekarang adalah mengucapkan terima kasih pada Erick karena sudah membawa Alexa ke rumah sakit.
" baiklah tolong nanti berikan keterangan mu untuk memproses masalah ini ke jalur hukum." ucap Rey pada Erick.
Erick mengangguk " saya akan menjadi saksi dan memberikan keterangan secara detail om." jawab Erick
__ADS_1
Rey mengangguk lalu Duduk di kursi tunggu di depan ruang ICU bersama istrinya yang masih menangis." mommy tenang saja semua akan baik baik saja, dan Alexa akan segera membaik, jangan khawatir." ucap Rey pada Elena.
" aku sangat khawatir Mas, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan putri kita." jawab Elena dengan terisak lalu memeluk suaminya dan menenggelamkan kepalanya pada dada bidang suaminya.
Rey diam sambil mengusap kepala istrinya,, sebenarnya dia juga sangat khawatir dengan keadaan Alexa, tapi dia harus kuat dan menahan perasaanya karena istri dan anaknya juga membutuhkan dukungan darinya.
Rey menatap nanar ke arah pintu ICU, seakan-akan dia sedang melihat Alexa secara langsung, " bertahan lah sayang, ada Daddy di sini!" batin Rey.
Rey tidak bisa membayangkan rasa sakit yang putrinya alami sekarang, betapa sangat menyedihkannya putri seorang Wijaya harus ikut taruhan balapan liar hanya karena membutuhkan uang,, apa yang sebenarnya terjadi dan di sembunyikan Alexa darinya. Rey benar-benar tidak mengerti jalan pikiran anaknya.
Erick dan juga Rey mendongakkan kepalanya saat pintu ruang ICU di buka,, dengan cepat mereka semua berdiri menghampiri dokter." bagaimana keadaan putri ku dok?" tanya Rey.
" keadaan pasien sudah membaik dan keadaannya juga sudah stabil setelah berhasil melewati masa kritisnya" jawab dokter sambil tersenyum.
Rey, Elena dan juga Erick lega mendengar jawaban dokter kalau keadaan Alexa sudah membaik.
" apa saya bisa menemui putri ku dok?" tanya Elena sambil mengusap air matanya.
" silahkan tapi hanya satu orang saja dan tolong jangan berisik karena pasien butuh istirahat. setelah kondisinya benar benar stabil kami akan memindahkannya ke ruang perawatan." jawab dokter lalu segera pamit untuk meninggalkan Rey dan juga Elena
Elena segera masuk ke dalam ruang ICU, dan memakai baju dari rumah sakit agar lebih steril dengan rasa sedih dan khawatir Elena mendekati Alexa. lalu mencium kening Alexa yang di perban.
" yang kuat ya sayang, jangan membuat Mommy khawatir" lirih Elena pada Alexa.
elena mengusap kepala Alexa dengan sangat lembut dan hati-hati, rasanya begitu sakit dan sedih melihat kondisi putrinya yang biasanya selalu ceria dan tersenyum manja padanya kini masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
setalah satu jam duduk dan mengamati wajah Alexa akhirnya Elena memutuskan untuk ke luar dan meninggalkan Alexa yang masih belum sadarkan diri untuk bertemu dengan suaminya
" mas!" panggil Elena begitu membuka pintu ruang ICU dan mendekati suaminya
" iya sayang, bagaimana keadaan Alexa?" tanya Rey sambil menyuruh istrinya duduk di sebelahnya.
" Alexa masih belum sadar mas karena mungkin efek dari obat bius juga. aku sangat sedih melihat keadaan Alexa mas, aku mohon segera telpon Frans dan membuat laporan di kantor polisi agar semua ini bisa segera di proses." pinta Elena.
Rey menganggukan kepalanya lalu merogoh ponselnya yang ada di kantongnya untuk menghubungi Frans.
__ADS_1