
" ayo kita masuk ke dalam,, gue tau lu capek Alexa." ajak Bryan begitu Alexa sudah selesai dengan sarapannya
setelah memesan kamar tadi, mereka memang memutuskan untuk sarapan dulu di restoran hotel di sana sebelum istirahat di kamar mereka
" iya gue juga udah cape banget." jawab Alexa sambil berdiri dan menggenggam tangan Bryan begitu saja hingga membuat Bryan terkejut
" kenapa?" tanya Alexa pada Bryan
Bryan hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan untuk menjawab Alexa. jantungnya benar-benar tidak aman saat ini, dan itu adalah ulah Alexa.
Alexa tersenyum lebar sambil berjalan menarik tangan Bryan yang masih ada di dalam genggamannya.
" apa harus di tarik seperti ini Alexa?, berasa kayak kambing yang mau di sembelih ajah gue di tarik-tarik." ujar Bryan
Alexa menoleh pada Bryan sambil terkekeh kecil. " apa lu merasa banget jadi kambing sekarang Bryan? " tanya Alexa
__ADS_1
Bryan berdecih " nggak lah, lagian mana ada kambing seganteng dan sekeren gue sih." jawab Bryan
" ada nih buktinya kambing yang ganteng dan keren yang ada di samping gue sekarang." ujar Alexa sambil tersenyum
" sialan emang. " jawab Bryan dengan kesal.
setelah sampai di dalam kamar Alexa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket,,, sementara Bryan dia membuka email pekerjaan yang masuk lewat ponselnya..
***
di sisi lain kini seorang pria dengan kulit putih, tinggi dan berparas tampan sedang berjalan keluar dari kamarnya dengan tersenyum bahagia. Erick terlihat sangat semangat sambil menenteng jaketnya menuju depan rumahnya.
Erick menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara wanita yang sudah melahirkan dirinya itu dengan tersenyum manis Erick menghampiri Adel.
" selamat pagi Mama." sapa Erick sambil memeluk Adel sekilas
__ADS_1
"selamat pagi,, kamu mau kemana Rick pagi-pagi begini?" tanya Adel yang heran melihat putranya tumben sekali terlihat rapi tidak seperti biasanya yang selalu cuek pada penampilannya, bahkan terkesan berantakan.
" Erick mau ke rumah Alexa Ma, ada hal penting yang harus Erick bicarakan dengan Alexa " jawab Erick
Adel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ." oke,, mau ketemu Alexa tapi kok tumben rapi banget,, jangan bilang kalau kalian ada hubungan spesial ya." ujar Adel
Erick menyipitkan matanya menatap ke arah Adel." tidak ada hubungan sih, tapi kenapa memangnya kalau misal Erick berhubungan dengan Alexa, Ma? Alexa gadis yang baik dan juga cantik bahkan dari keluarga yang jelas,, lalu apa yang membuat Mama sepertinya tidak suka kalau misalnya Erick berhubungan lebih dari teman dengan Alexa ?"tanya Erick
Adel menghela nafasnya dengan panjang sambil duduk di kursi yang ada di teras rumahnya, yang di ikuti oleh Erick di belakangnya.
" Erick,, Alexa itu terlalu liar untuk kamu. Mama nggak suka kamu berpacaran dengan Alexa, kalau cuma berteman sih tidak masalah tapi kalau sampai pacaran, tidak. Mama tidak mau itu terjadi. lagi pula keluarga kita terlampau sangat jauh dengan keluarga Alexa yang konglomerat itu Rick, apa kamu tidak sadar perbedaan antara kamu dan Alexa " jawab Adel dengan lembut dan berharap putranya itu mau mengerti dengan pemikirannya.
Erick terdiam mendengar jawaban Adel, mamanya benar tapi bagaimana mungkin Erick bisa menghapus perasaanya pada Alexa hanya karena status sosial mereka. Erick sudah sering mencoba melupakan perasaannya pada Alexa namun itu selalu saja gagal. Erick benar-benar bingung sekarang, semalam Erick sudah memutuskan untuk memperjuangkan perasaannya dari pada dirinya harus tersiksa karena perasaannya jadi lebih baik Erick berjuang dulu untuk mendapatkan cinta Alexa. soal bagaimana nantinya Erick tidak perduli.
tapi saat perjuangannya saja belum di mulai kini ucapan Adel kembali mematahkan semangatnya. entah Erick benar-benar bingung. seperti orang yang sedang kehilangan arah dan tujuannya.
__ADS_1
" Rick!,, apa kamu mendengar ucapan Mama !
" panggil Adel dan membuyarkan lamunan Erick.