Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
cemburu


__ADS_3

Alexa menatap tajam ke setiap mahasiswa yang di lewatinya karena kesal dengan Bryan apa lagi para mahasiswi yang terus menatap ke arah Bryan dengan pandangan kagum. " apa sih yang mereka lihat dari Bryan heran " batin Alexa


Bryan menatap punggung Alexa yang berjalan di depannya. " apa lu sudah tau dimana tempat gue markirin mobil?" tanya Bryan pada Alexa yang berjalan tidak jauh darinya bahkan lebih tepatnya ada di depanya.


Alexa menoleh sekilas ke arah Bryan dengan masih tetap melanjutkan langkahnya." cepatlah, lelet banget jadi cowok jalannya." jawab Alexa


Bryan tersenyum mendengar ucapan Alexa sambil mempercepat langkahnya dan berjalan tepat di samping Alexa." bukan gue yang lelet tapi lu yang jalannnya kayak maling di kejar warga." ucap Bryan


Alexa mengerucutkan bibirnya dengan kesal sambil melirik Bryan. Alexa berhenti saat sudah sampai di tempat parkir dan menoleh ke arah Bryan. " cepat ambil mobil lu, biar gue tunggu di sini ." ucap Alexa


Bryan tidak menjawab Alexa, dengan cepat Bryan melangkahkan kakinya menuju ke arah mobilnya.


___


Alexa turun dari mobil dengan tersenyum setelah sampai di rumah Bryan, dimana Felicia sudah menunggu mereka di depan pintu.


" apa kabar mu sayang?" tanya Felicia pada Alexa sambil memeluk Alexa sekilas.


" Alexa baik Tante, " jawab Alexa sambil melepaskan pelukan Felicia.


Felicia mengangguk lalu merangkul pundak Alexa dan membawanya masuk ke dalam rumahnya. dan Bryan mengikuti mereka di belakang.

__ADS_1


Alexa duduk di ruang tamu bersama dengan Bryan, sementara Felicia pamit ke belakang sebentar untuk mengambilkan minum dan cemilan untuknya


Alexa menyenggol lengan Bryan dengan pelan." kenapa Tante Feli meminta gue kesini?" tanya Alexa dengan berbisik


Bryan menggendikan bahunya menjawab Alexa sambil meraih ponselnya yang ada di sakunya. dan melihat Kris mengirim beberapa email pekerjaan untuknya.


" di tanya diem ajah, mulai bisu ya sekarang." kesal Alexa pada Bryan


Bryan menoleh pada Alexa." bisa diem nggak sih, heran dari tadi ngomong Mulu nggak cape tuh mulut." jawab Bryan tak kalah kesal karena merasa Alexa sangat berisik


" yeee,, Tuhan menciptakan mulut untuk berbicara dan bukan hanya untuk makan." ucap Alexa


" orang tua gue meminta kita cepat menikah, dan itu satu Minggu lagi." bisik Bryan pada Alexa.


" yang bener lu." ucap Alexa sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat


Bryan terkekeh." bagaimana kalau kita segera menikah,, biar lu gak bisa lagi ganjen sama cowok lain." ucap Bryan


Alexa memicingkan matanya mendengar ucapan Bryan." siapa juga yang ganjen, gak usah ngarang deh. apa lagi nuduh gak jelas gitu." jawab Alexa


" tadi buktinya lu narik-narik tangan cowok lain di kampus, apa artinya memang kalau bukan ganjen. " ucap Bryan

__ADS_1


Alexa tersenyum lebar pada Bryan." apa lu sedang cemburu?" tanya Alexa


Bryan mengernyitkan dahinya pada Alexa." untuk apa gue harus cemburu, gak penting banget." jawab Bryan


ingin rasanya Bryan menarik kata-katanya yang keluar begitu saja tadi, tidak masuk akal rasanya kalau dia bisa cemburu. untuk apa dia cemburu bukankah dia tidak mencintai Alexa.


sementara Alexa sendiri justru terkekeh mendengar jawaban Bryan yang tidak mau mengaku." gengsi kok di pelihara, " cibir Alexa


Bryan menghela nafasnya menatap Alexa." jangan terlalu percaya diri, itu tidak baik." jawab Bryan


" bilang saja kalau lu emang gengsi untuk mengakui perasaan lu, make ngeles segala lu kayak bajai." ucap Alexa


" kalian sedang membicarakan apa? kayaknya Seru sekali " ucap Felicia sambil menatap Alexa dan Bryan bergantian.


Alexa Dan Bryan sama-sama menoleh ke arah Felicia yang entah sejak kapan berada di sana.


" itu Tante, Bryan gengsi banget buat ngaku cemburu sama temen Alexa tadi. mana pakai ngeles segala." jawab Alexa sambil menoleh ke arah Bryan sekilas


Felicia terkekeh." waw benarkah. apa sekarang kamu sudah mulai menyukai Alexa, Bryan?"tanya Felicia walaupun sebenernya dia tidak percaya dengan ucapan Alexa. tapi di dalam hatinya Felicia juga merasa sangat senang mendengarnya. akhirnya anaknya itu menemukan orang yang tepat untuk menjadi tambatan hatinya.


" apaan sih lu, nggak ada ya gue cembuuru. " elak Bryan sambil menatap tajam ke arah Alexa.

__ADS_1


Alexa dan Felicia terkekeh dan bukannya takut melihat Bryan yang sedang kesal.


__ADS_2