Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
bab.4 Alexa kabur


__ADS_3

Bryan menghapus Air matanya saat teringat dengan masa lalunya. " semua wanita memang brengsek yang hanya akan memandang seseorang dengan harta. " gumam Bryan dengan kesal


Bryan melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan angka sembilan malam. dengan malas Bryan berdiri dan melangkah keluar. dia harus pulang sekarang karena tidak ingin membuat mommynya khawatir karena dia pulang terlambat..


****


" mommy dan Daddy memang gak sayang sama gue, kenapa sih mereka harus jodoh jodohin gue segala, di kira ini masih zaman Siti Nurbaya kali." kesal Alexa sambil mengeringkan rambutnya.


" gue harus gimana sekarang? apa gue kabur ajah kali ya." batin Alexa sambil memutar bola matanya untuk berfikir


alexa tersenyum lalu dengan cepat dia menyisir rambutnya yang masih sedikit basah. " iya gue kabur ajah dari rumah. tapi sebelum itu nanti gue harus ambil duit di ATM dulu sebelum di blokir sama Daddy. " gumam Alexa


Alexa segera mengambil koper dari lemarinya, Alexa memasukan setelan bajunya dan perhiasan pribadinya yang dia punya.


" akhirnya beres juga " ucap Alexa sambil menutup kopernya. dengan memakai jaket Hoodienya Alexa menyambar kunci mobil dan segera melemparkan kopernya dari balkon kamarnya.


" gue harus keluar sekarang, gue yakin mommy dan Daddy masih di kamar." ucap Alexa sambil membuka pintu kamarnya, karena dia tidak mungkin lompat dari balkon bisa bisa kakinya patah, karena kamarnya ada di lantai dua.


Alexa keluar dari rumah sambil mengendap endap seperti maling, karena tidak ingin ketahuan orang tuanya kalau dia Ingin kabur.


" siapa itu? "


Alexa menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya sejenak lalu menoleh ke belakang dimana salah satu pelayan di rumahnya sedang menghampirinya. " eh bibi " sapa Alexa sambil tersenyum, dia harus terlihat biasa saja, dan jangan sampai ada yang curiga kalau dia ingin kabur


" Non Alexa,, mau kemana? kenapa harus bersembunyi seperti mau maling di rumah sendiri saja non." canda salah satu pelayan di rumah alexa

__ADS_1


" ya Bi, Alexa mau keluar karena Alexa ingin beli sesuatu di luar, tapi karena Alexa sedang kena hukuman dari Daddy makanya Alexa harus sembunyi sembunyi bi Ratih, " jelas Alexa


Ratih mengangguk anggukan kepalanya mendengar ucapan Alexa. " kalau begitu jangan pergi non, non Alexa suruh supir saja untuk membelikan kebutuhan non Alexa, atau bibi saja sini yang beli, dari pada non Alexa terkena masalah dari tuan." ucap Ratih sambil mendekati Alexa


" nggak bisa bi, soalnya Alexa juga sudah janjian sama temen, pokoknya bibi jangan kasih tau Daddy atau pun mommy kalau Alexa keluar dari rumah." jawab Alexa


Ratih terdiam seperti berpikir sebentar lalu menatap ke arah Alexa " tapi kalau tuan dan nyonya mencari non Alexa bagaimana?" tanya Ratih dengan bingung


Alexa menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menatap bi Ratih " bibi bilang saja kalau tidak tau gampangkan. " jawab Alexa


" sudah Alexa mau pergi dulu, dan bibi jangan bilang sama mommy atau pun Daddy. atau bibi akan menyesal." ancam Alexa sambil berlari tanpa memperdulikan jawaban pelayannya


Alexa mengambil kopernya yang ada di bawah balkon kamarnya, lalu memasukkannya ke dalam bagasi mobilnya dengan pelan agar satpam dan penjaga di rumahnya tidak curiga padanya.


" tapi kalau gue keluar kota gimana dengan kuliah gue." gumam Alexa sambil menggelengkan kepalanya.


" gue cari hotel ajah dulu, besok gue bakal cari apartemen yang gak Daddy ketahui, " ucap Alexa sambil tersenyum.


Setelah semalaman Alexa menginap di hotel, Alexa akhirnya menemukan apartemen yang cukup lumayan kalau dia tinggali sementara. apartemen tipe middle class, tidak mewah tapi juga tidak terlalu murah.


Alexa memilih apartemen yang harga sewanya tidak terlalu tinggi karena setelah ini dia juga harus berhemat, pasti daddynya akan segera memblokir semua kartunya. agar dia tidak bisa hidup di luar dan kembali ke rumah. Alexa juga sudah menguras atmnya tadi, dia ambil semua yang bisa dia ambil.


Alexa masuk ke apartemennya setelah asisten rumah tangganya selesai membereskan apartemen barunya. ya dia memang juga tadi sekalian mencari asisten rumah tangga yang mau bersih bersih tanpa menginap. karena Alexa tidak terbiasa membersihkan pekerjaan rumah.


" semoga setelah melihat gue nekad kabur dari rumah Daddy dan Mommy sadar dan mau membatalkan perjodohan gila itu. enak ajah gue mau di jodoh jodohin sama orang asing. anak sendiri di perlakukan kayak anak tiri " gerutu Alexa sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


di sisi lain, di kediaman Wijaya Rey, sangat murka pada semua orang setelah mendengar kalau Alexa kabur dari rumah. Rey juga sudah meminta anak buahnya untuk mencari Alexa. tapi belum ada hasil yang pasti. sementara Elena menangis dari tadi karena takut putri tunggalnya kenapa Napa.


" hallo bagaimana Frans kamu sudah menemukan dimana Alexa?" tanya Rey saat panggilannya tersambung pada asisten pribadinya.


" maaf tuan, tapi nona Alexa belum bisa kami temukan, tapi nona Alexa baru saja menarik uang di bank dengan jumlah yang sangat besar tuan, hampir dua milyar. " jawab Frans.


" untuk apa alexa manarik uang sebanyak itu, berarti Alexa sudah menguras habis yang tabungannya selama ini?" tanya Rey pada Frans


" mungkin nona Alexa tau kalau anda akan memblokir semua kartu dan juga tabungannya tuan, tapi saya akan segera mengerahkan semua anak buah kita untuk mencari nona Alexa." jawab Frans


" baik lah, lalukan yang terbaik, aku ingin Alexa cepat di temukan. " ujar Rey lalu mematikan panggilannya sambil melirik istrinya yang masih menangis


" ini semua gara gara kamu yang tidak becus mengurus dan mendidik Alexa! hingga dia sekarang berani melawan orang tau bahkan sampai nekat kabur dari rumah." Hardik Rey pada Elena.


Elena mendongakkan kepalanya menatap Rey," ini semua juga salah kamu mas, yang terlalu keras pada Alexa. bahkan ingin menikahkannya di usia yang sangat muda." jawab Elena sambil mengusap air matanya


" aku ingin menjodohkan dia agar Alexa bisa berubah tidak membuat masalah lagi dengan hobinya yang suka balapan liar, itu berbahaya bagi Alexa dan orang lain juga. makanya aku menerima tawaran Bagaskara sahabat ku itu untuk menjodohkan anak kita." jawab Rey sambil mengusap wajahnya dengan kasar karena frustasi.


dia ingin menjodohkan Alexa demi kebaikan putrinya juga, agar Alexa belajar dewasa dan bertanggung jawab. agar Alexa juga bisa berhenti membuat masalah lagi. Rey sangat mencintai Alexa karena dia putri tunggalnya. tidak mungkin Rey akan menjerumuskan putrinya pada penderitaan.


" tapi kita bisa membicarakan itu baik baik sama Alexa, tidak perlu memaksanya seperti kemarin, lihat akhirnya dia pergi meninggalkan rumah kan! aku tidak mau tau anak ku harus cepat di temukan." ujar Elena lalu pergi meninggalkan suaminya sendirian di ruang keluarga


Rey memejamkan matanya sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap langit langit rumah mewahnya. dia butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi anak dan juga istrinya yang sangat keras kepala.


semua yang dia lakukan hanya untuk keluarganya juga tapi istrinya itu tidak mau mengerti dengan pemikirannya.

__ADS_1


__ADS_2