
" satu, setelah menikah kita harus tinggal di rumah sendiri,"
" dua, tidak tinggal satu kamar."
" tiga, tidak ikut campur privasi masing-masing
" empat, tidak ada malam pertama dan juga selanjutnya. "
" tunggu!."
" lima,, tid,,,," ucapan Alexa terhenti saat Bryan memotong ucapannya.
" ada apa?" tanya Alexa dengan kesal.
" gue tidak setuju kalau kita pisah kamar, " jawab Bryan.
Alexa menyipitkan matanya menatap Bryan." kenapa lu mau macem-macem ya sama gue?" tanya Alexa dengan curiga.
Bryan menghela nafasnya." gue setuju soal tidak menyentuh lu, ataupun ikut campur urusan lu tapi gue nggak setuju soal kita pisah kamar, karena kalau orang tua kita berkunjung dan melihat kita tidak tinggal satu kamar maka mereka akan curiga." jawab Bryan
" lagi pula gue tidak mau menikah berkali-kali, gue mau nikah sekali doank , gue nggak bakal nyentuh lu selama kita belom saling jatuh cinta, kalau seperti itu syarat yang lu ajuin gue nggak bisa." jelas Bryan dengan tegas.
Alexa tersenyum tipis sambil melirik Bryan." apa lu sudah mulai jatuh cinta dan menyukai gue ? sampai lu nggak setuju hah?" tanya Alexa dengan mode tengilnya.
Bryan memutar bola matanya malas Mendengar Alexa yang terlalu percaya diri. bukan itu yang Bryan maksud, tapi dia hanya tidak ingin mempermainkan pernikahan, dia menerima perjodohan ini bukan karena paksaan juga tapi karena dia memang mau.
" anggap saja seperti itu, intinya gue nggak mau ada syarat yang seperti itu. lebih baik lu pikirkan dulu ajah omongan gue, dan perjodohan ini dengan baik, tidak perlu terburu-buru, tapi jawabannya harus iya." jawab Bryan.
Alexa menatap Bryan dengan kesal." lalu untuk apa lu nyuruh gue buat mikirin semuanya kalau keputusannya gue harus tetap menerima perjodohan ini Bryan!" ujar Alexa
Bryan tersenyum tipis pada Alexa. " ikuti saja ucapan. gue dan gue jamin lu akan bahagia. "
__ADS_1
Alexa terdiam sambil berfikir jalan keluar dari masalahnya, dan tidak ada salahnya mencoba. dengan tegas Alexa menatap Bryan" baik kita coba menerima perjodohan ini, tapi kalau suatu saat nanti gue tetap nggak bisa jatuh cinta sama lu, gue harap kita segera bercerai dan lu harus setuju." jawab Alexa
Bryan mengangguk setuju." baiklah, gue juga sadar cinta nggak bisa di paksa, dan gue sendiri juga belum tau lu seperti apa, sesuai atau tidak untuk menjadi istri gue, apa lu bisa menempatkan diri lu dan bisa menyesuaikan diri lu sama gue, kalau memang kita tidak berjodoh dan jalan keluar yang terbaik untuk kita berdua adalah perceraian maka tidak masalah." ujar Bryan
Alexa setuju dengan ucapan Bryan lalu menutup laptopnya dan membatalkan semua syarat-syaratnya.
" tapi ingat dengan janji lu, kalau lu tidak boleh nyentuh gue sedikit pun sebelum kita benar benar sudah saling jatuh cinta." ucap Alexa
Bryan kembali mengangguk." baik lah masalah sudah selesai dan lu setuju untuk menikah dengan gue kan, sekarang kita masuk dan beri tahu tentang keputusan ini pada keluarga kita." jawab Bryan sambil berdiri.
" tapi Bryan, kalau gue benar-benar tidak bisa jatuh cinta sama lu bagaimana?" tanya Alexa dengan khawatir.
Bryan menghela nafasnya sambil menatap Alexa." yang penting kita saling membuka diri, dan gue juga bakal berusaha buat jatuh cinta sama lu. dan gue berharap lu juga melakukan hal yang sama, tidak perlu terlalu di pikirkan, kita jalani ajah semuanya dengan apa adanya " jawab Bryan.
" baiklah, tidak ada salahnya mencoba, semoga lu bukan lelaki yang buruk." ujar Alexa dengan pasrah
" ayo kita masuk" ajak Bryan sambil memasukkan tangannya ke saku celananya.
Semua orang menatap Bryan dan Alexa yang duduk bersampingan tapi saling diam, seolah mereka sedang berperang dengan pikiran masing-masing.
Rey berdehem sekali untuk memecah keheningan. lalu menatap Alexa dan Bryan bergantian." apa kalian akan terus diam ?" tanya Rey.
Bryan menghela nafasnya lalu menoleh ke arah Alexa sekilas dan kembali menatap orang tua mereka." kami memutuskan untuk menerima perjodohan ini, tapi Alexa punya syarat untuk kami tinggal di rumah kami sendiri setelah menikah nanti." jawab Bryan.
Rey, Ferdian dan Felicia tersenyum lega mendengarnya, tapi berbeda dengan Elina yang justru menatap putrinya dengan dalam seolah-olah dia ingin mencari jawabannya sendiri dari mata Alexa.
" itu bagus, dan kapan kalian akan menikah?" tanya Ferdian sambil tersenyum.
Alexa menatap calon mertuanya begitu saja karena terkejut langsung di tanya kapan menikah " apa-apaan ini kami baru kenal dan beru bertemu hari ini kenapa sudah di tanya kapan menikah, benar-benar tidak masuk akal." fikir Alexa.
" biarkan kami saling mengenal dan dekat dulu Dad, setelah Alexa benar-benar merasa siap kami akan segera menikah " jawab Bryan sambil menoleh pada Alexa yang diam saja.
__ADS_1
Alexa merasa tertolong dengan jawaban Bryan dalam hatinya Alexa benar-benar berterima kasih pada Bryan..
Rey dan juga Ferdian menganggukkan kepalanya." baiklah kalau itu yang kalian mau, Daddy bisa mengerti. " jawab Ferdian
Rey menatap Alexa yang diam saja ada rasa tidak nyaman saat melihat putrinya seperti tertekan seperti itu, tapi dia juga ingin yang terbaik untuk Alexa.
" kalau kalian ingin dekat dan saling mengenal secepatnya. mulai sekarang Alexa akan pulang dan pergi kuliah di antar oleh Bryan kalau Bryan sedang tidak sibuk, bagaimana?" tanya Rey pada Bryan dan Alexa..
Alexa melotot ke arah Rey secara spontan." Daddy, kenapa harus begitu? Alexa bisa pergi dan pulang sendiri Dad, lagian Bryan juga pasti sibuk dan capek kalau harus seperti itu." protes Alexa.
Rey menghiraukan protes dari Alexa, dengan menoleh pada Bryan, Rey berharap jawaban yang berbeda dari Bryan. sebenarnya selain untuk membuat mereka lebih dekat, Rey juga punya tujuan agar Alexa tidak bisa ikut balapan liar lagi dan tidak suka keluyuran kemana-mana lagi bersama teman-temannya yang sesat..
Bryan tersenyum pada Rey, " ya Om, Bryan akan usahakan untuk itu, tapi Bryan tidak bisa janji untuk setiap hari bisa menemani Alexa karena saya sendiri juga harus mengurus perusahaan. tapi kalau saya tidak sibuk dan pekerjaan bisa di handle saya akan melakukan apa yang Om katakan tadi." jawab Bryan yang tidak perduli dengan mata Alexa yang sudah mau copot dari tempatnya.
Rey dan Ferdian tersenyum puas mendengar jawaban Bryan. " Daddy akan membantu mu mengurus perusahaan Bryan, jangan khawatir kamu pasti akan selalu punya waktu untuk menemani Alexa." sahut Ferdian
Alexa menghela nafasnya dengan pasrah. ya percuma lagi dia membantah kalau Bryan dan orang tuanya sudah berbicara seperti itu, mau mencari alasan apa lagi. tidak ada.
Bryan mengangguk setuju dengan ucapan Daddynya. ya semua pekerjaan pasti masih bisa di handle dengan adanya asistennya dan juga bantuan Ferdian. jadi Bryan tidak perlu khawatir kecuali ada meeting penting yang mengharuskannya untuk datang dan hadir dalam meeting itu.
Alexa menyenggol lengan Bryan agar Bryan menoleh padanya." ayo ikut gue, gue mau bicara sama lu." bisik Alexa.
Bryan menyipitkan matanya menatap Alexa dengan pasrah Bryan menganggukkan kepalanya.
" Mom, Dad, Om, Tante. Alexa ingin mengajak Bryan jalan-jalan sebentar boleh kan " ijin Alexa pada orang semua orang.
" jangan di bawa jauh-jauh ya anak Tante Alexa, takutnya hilang dia masih polos." canda Felicia pada Alexa sambil terkekeh..
Alexa tersenyum mendengar candaan Felicia. " tenang Tante Alexa akan jaga Bryan dengan baik dan tidak akan lecet sedikit pun." jawab Alexa dengan bercanda juga.
Bryan memutar bola matanya malas." kebalik lah harusnya gue yang jagain lu." cetus Bryan pada Alexa.
__ADS_1
semua orang terkekeh mendengar candaan mereka.