
" bukankah, Alexa sangat cocok untuk Bryan mom?" tanya Rey pada Elena saat mereka berdua ada di dalam kamar.
Elena mengangguk pada Rey, " ya tidak terlalu buruk pilihan Daddy, cuma mommy sempat curiga sih kenapa Alexa bisa langsung menyetujui perjodohannya dengan Bryan padahal kan Daddy tau sendiri bagaimana Alexa kemarin menolak di jodohkan bahkan sampai nekat kabur dari rumah." ucap Elena.
" ya kamu benar Sayang, tapi bukan kah itu justru bagus, jadi kita tidak perlu repot-repot membujuk Alexa lagi." jawab Rey sambil tersenyum.
" semoga saja mereka benar-benar berjodoh, karena Mommy tidak akan pernah rela Alexa di sakiti siapapun. termasuk Bryan." ucap Elena yang memang sangat mencintai putri tunggalnya itu. cuma karena aktifitasnya yang padat dan sibuk membuat hubungan mereka jauh.
" Daddy sendiri juga tidak rela kalau sampai Alexa sakit hati Mom, tapi aku yakin kalau Bryan memang pantas untuk Alexa Mom, Bryan pasti bisa menjadi suami yang baik untuk Alexa." jawab Rey pada istrinya.
" sudah lah cepat sana mandi Dad, lalu turun untuk makan malam, ada Erick juga kan di bawah. " ucap Elena.
Rey tidak menjawab ucapan Elena lagi, dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Erick menatap Alexa dengan perasaan yang dia sendiri sulit mengartikannya, ada yang aneh yang di rasakan saat Alexa bilang kalau dia ingin menikah dan sudah di jodohkan, ada rasa sakit yang Erick sendiri tidak tau kenapa.
" lu kenapa lihat gue kek gitu sih Rick?" tanya Alexa dengan heran.
Erick hanya menghela nafasnya tanpa menjawab Alexa.
" yeee,, ni anak di tanyain diem ajah, kenapa lu mendadak sakit gigi atau mendadak bisu?" tanya Alexa sambil menggelengkan kepalanya pelan.
" gue cuma lagi mikir ajah Alexa, " jawab Erick
__ADS_1
Alexa memicingkan matanya menatap Erick." mikir apaan,, emangnya tuh otak lu dah balik ke tempat asalnya?" tanya Alexa
" kalau lu merid entar laki lu bakal panjang umur nggak ya?? atau dia bakal bunuh diri setelah nikah sama lu setahun " jawab Erick sambil tertawa.
" beraninya lu,, " geram Alexa dengan kesal.. dari tadi Erick selalu saja menggodanya dengan candaan yang menurutnya sangat menyebalkan.
" iya ya, ampun ah elah galak banget sih calon ibu rumah tangga yang horor." ucap Erick sambil terkekeh dan pura-pura takut dengan Alexa.
" emangnya gue setan, akkkhhh Erick pengen banget gue bunuh lu." pekik Alexa
bukannya takut Erick justru tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Alexa yang menurutnya lucu.
" ada apa ini ?" tanya Rey dengan suara baritonnya.
Alexa dan Erick menoleh ke arah Rey, dengan cepat Alexa berlari ke arah Rey dan memeluknya." Daddy lihatlah Erick nyebelin banget Dad, bisakah Daddy membunuhnya untuk Alexa " pinta Alexa dengan manja
Rey menatap ke arah Erick yang sudah memplototi Alexa. dengan dingin Rey mengangkat dagunya sedikit padanya pada Erick." apa yang kamu lakukan pada putri ku? hingga Alexa sangat marah Rick?" tanya Rey.
Erick menggelengkan kepalanya dengan cepat, ngeri juga melihat mata Rey yang dingin tanpa keramahan. " kami hanya bercanda seperti biasa Om, tidak lebih." jawab Erick
" jangan membuatnya kesal lagi." ucap Rey sambil merangkul pundak Alexa dan mengajaknya berjalan ke arah Erick.
Erick mengangguk dengan cepat. Alexa benar-benar kurang ajar, gitu doank pakai ngadu sama bokapnya. mana Rey itu orangnya kejam banget. siapa yang tidak kenal dengan keluarga Wijaya ini dengan kekejaman Rey dalam menjatuhkan orang- orang yang sudah berani mengusik keluarganya.
__ADS_1
Rey dan Alexa duduk di depan Erick. sementara Elena pergi ke dapur untuk melihat persiapan makan malam mereka.
" apa kamu sudah mendapatkan panggilan dari polisi untuk menjadi saksi penganiayaan Alexa kemarin Rick?" tanya
" iya Om, besok saya akan datang ke kantor polisi " jawab Erick..
" baguslah," ucap Rey sambil melirik ke arah Alexa yang justru tidak perduli dengan topik mereka. jujur Rey cukup takut kalau Alexa akan mengalami trauma. tapi sepertinya dugaan dan ketakutannya salah. setelah melihat respon Alexa yang biasa saja.
Alexa meletakkan ponselnya lalu menoleh ke arah Rey yang sedari tadi meliriknya. " Kenapa Daddy harus melaporkannya ke kantor polisi Dad?" tanya Alexa
Rey mengernyitkan dahinya Mendengar pertanyaan Alexa " apanya yang kenapa,, dia sudah berani melukai kamu, jadi dia harus mendapatkan hukumannya Alexa." jawab Rey.
" kasihan saja Dad, dia masih terlalu muda untuk menghabiskan hidupnya dalam penjara, karena Alexa tau Daddy tidak akan melepaskan orang itu begitu saja. pasti Daddy akan berusaha untuk membuat Rika membusuk dalam penjara kan Dad ?" tebak Alexa. yang memang sudah sangat hafal dan tau bagaimana sikap, sifat daddynya.
Rey tersenyum tipis mendengar ucapan Alexa sambil menganggukkan kepalanya. ya karena memang itu sudah rencananya. " kamu pintar sekali sayang." ucap Rey sambil mengusap kepala Alexa dengan lembut.
Alexa menepuk jidatnya sendiri sambil melirik dadyynya." Alexa itu bilang kayak gitu biar Daddy bisa mencabut tuntutan Daddy bukannya mau tebak-tebakan rencana Daddy lah."
" tidak, dia harus membusuk dalam penjara. Daddy tidak akan melepaskan dirinya termasuk keluarganya. Daddy sudah mencari informasi soal keluarganya. dan Daddy akan menghancurkan perusahaan keluarga mereka juga. jangan larang Daddy dan jangan membantahnya. cukup diam dan lihat bagaimana orang yang telah menyakiti mu akan hidup dalam penderitaan. " ucap Rey dengan tegas hingga Erick yang mendengarnya pun semakin bergidik ngeri.
kejamnya keluarga Wijaya memang tidak kenal ampun dan belas kasihan. "MENGERIKAN " batin Erick.
Alexa hanya mendengus jengkel tapi dia juga tidak ingin membantah ucapan Daddynya lagi. biar lah terserah Daddynya mau melakukan apa pada Rika dan keluarganya. walaupun Alexa tidak tega jika harus membayangkannya tapi apa boleh buat Alexa juga tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
" ayo kita makan malam." ucap Elena memanggil keluarganya.