Istri Ku Tengil

Istri Ku Tengil
rencana Grace


__ADS_3

Alexa menatap Bryan yang sedang fokus mengemudi dari tadi tanpa menoleh ke arahnya sedikit pun apalagi mengajaknya berbicara. entah kenapa seperti ada yang mengganjal dalam hati Alexa melihat Bryan diam seperti ini.


" Bryan apa lu nggak mau mengatakan apapun?" tanya Alexa yang akhirnya tidak mampu menahan rasa penasarannya pada Bryan .


" mengatakan apa?, memangnya apa yang perlu aku katakan?" ujar Bryan tanpa menatap ke arah Alexa.


"tentang sikap keluarga lu tadi mungkin,, dan apa maksudnya kalau memang mereka tidak menyukai hubungan kita lalu kenapa lu justru ngajakin gue jauh-jauh kesini?" tanya Alexa


Bryan menoleh ke arah Alexa sambil tersenyum. " tidak perlu di pikirkan mereka memang begitu sifatnya. " jawab Bryan


" tidak mungkin Bryan ,, gue merasa ada yang nggak beres soal sikap mereka tadi, tolong donk cerita ke gue,,, bukannya kita nanti akan menjadi suami istri dan suatu saat nanti gue bakal tahu semuanya kan, jadi cerita donk sama gue ada apa?" desak Alexa.


Bryan menghela nafasnya Mendengar ucapan Alexa yang terus saja memikirkan sikap keluarganya tadi.

__ADS_1


" Alexa,,, sebenarnya gue dan keluarga gue itu nggak ada maksud buruk sama keluarga lu ataupun sekedar ingin memanfaatkan lu doang,, semua ucapan Tante tadi hanya omong kosong,, jadi jangan terlalu di pikirkan,, kalau lu nggak percaya lu bisa cari tahu bagaimana perkembangan perusahaan keluarga gue atau apapun kalau memang lu ragu." jawab Bryan sambil menoleh ke arah Alexa.


Alexa menganggukan kepalanya " iya soal itu gue percaya, lalu kenapa sikap mereka tadi seperti itu,, apa kalian punya masalah pribadi sebelum ini?' tanya Alexa.


" iya,, hanya masalah persaingan perusahaan keluarga saja sebenarnya dan itu tidak ada hubungannya dengan keluarga lu, Om Bima adik kandung Daddy suaminya Tante Grace itu punya perusahaan yang hampir mengimbangi besarnya perusahaan kami, dan mereka hanya tidak suka kalau perusahaan yang Daddy bangun itu jauh lebih berkembang dan lebih sukses dari perusahaannya. itu sebabnya sikap Tante Grace tadi seperti itu,, dan tanpa adanya lu pun memang keluarga kami tidak harmonis hanya masalah harta. " jawab Bryan.


" oh jadi mereka hanya iri dengan kesuksesan keluarga lu gitu,,, lalu kenapa Oma tadi juga tidak berusaha untuk membela lu atau ya setidaknya menengahi perdebatan tadi,, kenapa Oma hanya diam saja?" tanya Alexa dengan semakin penasaran.


Bryan tersenyum tipis sambil mengingat wajah neneknya yang selalu saja di pojokan di keluarga Bima. " mungkin sebenarnya Oma ingin membela kita, tapi Oma tidak bisa karena sekarang hidupnya bergantung dengan Om Bima,, lu tahu dulu setiap Oma mendukung ataupun membela Daddy ataupun keluarga kami, Om Bima dan Tante Grace akan memojokan Oma dan mengancam akan mengusir Oma dari rumahnya. " ucap Bryan


" lu nggak akan ngerti Alexa,, ada masa lalu yang sangat kelam soal keluarga kami, dan juga Oma dan karena masalah masa lalu itu Oma tidak akan mau meninggalkan rumah itu apapun yang terjadi walaupun di rumah itu juga Oma di perlakukan seenaknya. " jawab Bryan


Alexa semakin tidak mengerti dengan penjelasan Bryan, menurutnya itu terlalu aneh. " kalau memang Oma tidak bisa keluar dari rumah itu kenapa tidak Om Bima dan keluarganya saja yang keluar dari rumah Oma.?" tanya Alexa sambil menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


" rumah itu,, adalah rumah peninggalan Opa,, dan rumah itu juga satu-satunya kenang-kenangan darinya,,. Oma tidak ingin meninggalkan rumah itu beserta kenangan dari almarhum suaminya. intinya ada masalah dari masa lalu yang belum selesai dimana lu nggak perlu tahu semuanya,, biarkan itu tetap menjadi rahasia keluarga gue saja. tolong semua orang punya rahasia dan privasi jadi jangan terus bertanya ataupun mencari tahu soal ini." jawab Bryan sambil menatap ke arah Alexa.


" baiklah. " jawab Alexa sambil menyandarkan tubuhnya di jok mobil Bryan.


****


di sisi lain, Grace sedang menatap tajam ke arah Toni putra sulungnya yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Toni, kamu dengar ucapan Mama tidak,,, Mama ingin kamu merebut Alexa dari Bryan bagaimana pun caranya. Mama tidak ingin keluarga Bryan semakin besar dan sukses karena mendapatkan dukungan dari keluarga Alexa yang katanya konglomerat itu." ujar Grace.


Toni melirik ke arah Grace sambil menggelengkan kepalanya. " Mama tahu kan bagaimana sikap arogannya Alexa tadi di depan kita,, dia bersikap seolah dunia itu ada di dalam genggamannya jadi mana mungkin Toni bisa merebut Alexa dari Bryan,, sebenarnya juga Toni malas berurusan dengan wanita arogan seperti Alexa. " jawab Toni.


" apanya yang tidak mungkin,,, semuanya bisa saja terjadi jadi kamu harus berusaha dulu,, coba bayangkan kalau seandainya keluarga Alexa mendukung keluarga kita dan perusahaan kita,, pasti nantinya keluarga kita akan bisa berkuasa di dunia bisnis. kamu tidak perlu mencintainya, cukup buat dia mau menikah dengan mu dan meninggalkan Bryan. setelah kalian menikah terserah kamu ingin bagaimana." ucap Grace sambil tersenyum.

__ADS_1


Toni menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan Grace " tapi bagaimana caranya Toni bisa melakukannya?" tanya Toni sambil mendekat ke arah Grace.


" alah,, pasti bukan hal yang sulit untuk Playboy seperti mu menaklukkan hati seorang wanita bukan,, Mama percaya dengan kemampuan mu memikat hati wanita dengan mudah. dan kemarilah,, Mama punya rencana untuk itu." ucap Grace sambil menepuk kursi di sampingnya agar Toni duduk di sebelahnya.


__ADS_2