
Setelah hari sudah sore Alexa dan Bryan memutuskan untuk perjalanan mereka menuju ke Surabaya, selama dalam perjalanan Bryan tidak bisa menghentikan senyumannya Mendengar Alexa yang bernyanyi tidak jelas dengan syair yang di rubah-rubah seenaknya sendiri.
" Bryan gue laper lu nggak ada roti atau cemilan gitu ?." tanya Alexa sambil melihat ke sekelilingnya.
Bryan menggelengkan kepalanya pelan lalu menoleh ke arah Alexa " bukannya tadi kita sudah makan ya, apa lu udah laper lagi" ucap bryan
Alexa mengangguk malu pada Bryan.." nggak tahu gue laper lagi Bryan, mungkin cacing di perut gue belom kenyang makan tadi makanya sekarang mereka nyiksa usus gue dan buat gue laper, hehehe." jawab Alexa
Bryan tergelak Mendengar jawaban Alexa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ." baiklah ayo kita cari makan lagi untuk memuaskan cacing di perut lu Alexa. dan jangan lupa nanti kita cari cemilan sekalian biar kalau lu laper kita tidak perlu mencari restoran lagi ,, jadi peliharaan cacing di perut lu nggak bakal kurus karena kelaparan." ujar Bryan setelah puas tertawa.
Alexa mengerucutkan bibirnya mendengar candaan Bryan,. " kalau tidak mau mampir makan lagi ya sudah." jawab Alexa dengan kesal.
Bryan menoleh ke arah sekilas,, " begitu saja marah,, heran kenapa sih cewek tuh harus cepat marah." ujar Bryan pelan sambil menggelengkan kepalanya.
" gue nggak marah, lagian gue juga minta mampir saja, lu gak perlu turun juga nggak apa-apa karena gue bisa bayar sendiri kalau lu lupa gue anak siapa " jawab Alexa yang memang Mendengar ucapan Bryan dengan sangat jelas di telinganya.
" sudahlah Alexa, jangan marah ya sudah kalau begitu kita cari restoran terdekat, lu mau makan apa memangnya? " tanya Bryan sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Alexa.
__ADS_1
" ih,, jangan ngacak-ngacak rambut gue gini, jadi berantakan kan, lagian lu fikir gue anak kecil apa yang di giniin." ujar Alexa sambil menjauhkan tangan Bryan dari kepalanya.
Bryan terkekeh dengan sikap Alexa sambil menoleh ke sekelilingnya untuk mencari restoran terdekat.," lu mau makan apa Alexa?" tanya Bryan pada Alexa.
" apa saja, yang penting makanan yang bisa di makan" jawab Alexa
" baiklah kalau begitu kita restoran seafood saja bagaimana?, " tanya Bryan
Alexa menggelengkan kepalanya dengan cepat." tidak ,, gue gak terlalu suka dengan seefood." jawab Alexa
Bryan menghela nafasnya dengan pelan dan mencoba untuk sabar." ya sudah kalau begitu apa?" ucap Bryan
Bryan mengangguk dan memfokuskan kemudinya lagi untuk mencari apa yang Alexa inginkan.
" ayo kita turun Bryan " ajak Alexa setelah Bryan memarkirkan mobilnya di depan mini market
" lu saja,, beli lah apapun yang lu butuhkan dan gue bakal tunggu di sini." jawab Bryan sambil menyandarkan tubuhnya
__ADS_1
" enak saja, terus nanti yang bawa belanjaan dan nemenin gue ngantri di kasir siapa? nggak mau tau lu harus ikut, cepat turun." ucap Alexa sambil membuka seat beltnya.
Bryan mendengkus pasrah sambil melirik Alexa yang sudah membuka pintu mobilnya." manja sekali. dasar cewek manja" kesal Bryan sambil ikut keluar dari mobil menyusul Alexa.
Alexa mengambil semua cemilan yang tersedia di mini market satu-satu. dan beberapa minuman kaleng yang dia inginkan..
" astaga banyak sekali Alexa apa lu yakin bisa menghabiskan semua ini nanti.?" tanya Bryan dengan menatap keranjang belanjaan di tanganya..
" tentu saja,, ya sudah lah ayo kita ke kesir, tapi lu yang ngantri ya soalnya gue cape mau istirahat saja di mobil" jawab Alexa sambil menengadahkan tangannya pada Bryan.
Bryan menatap tangan Alexa dengan bingung." lu minta apa lagi,, kenapa tangan lu gitu?" tanya Bryan
" kunci mobil lah, memangnya apa lagi?, lu pikir gue jin bisa masuk gitu aja ke dalam mobil tanpa harus membuka pintunya dulu " jawab Alexa sambil memutar bola matanya malas.
Bryan menghela nafasnya sambil merogoh kantongnya dan memberikan kunci mobilnya pada Alexa.
Alexa menerima kunci dengan cepat lalu segera bergegas keluar dari mini market menuju mobil Bryan.
__ADS_1
sementara Bryan hanya menggelengkan kepalanya menatap punggung kecil Alexa yang menjauh darinya.
" dasar cewek rakus." gumam Bryan sambil tersenyum tipis.