
''Hazel, kau masih marah sama Papa sayang?'' tanya Richard saat mereka sudah selesai dengan sarapan paginya.
''Tidak, Pa. hanya saja... Hazel berfikir. Kami akan tetap menjadi keluarga Rahasia Papa kan?'' tanya Hazel seraya menatap Richard
Richard baru saja menjelaskan pada Hazel tentang masalah nya, Meski tidak detail, siapa sangka Hazel memahami dengan begitu baik.
''Hazel anak laki-laki, Jaga Mama dan Adik Hazel selagi Papa tidak ada, dukung Papa agar bisa mengalahkan mereka yang jahat pada kita, '' ucap Richard
''Masalah tante itu?'' tanya Hazel
''Dia baik, jangan cemas ... Papa tidak ada perasaan padanya, hanya dia yang tahu jika Papa punya kalian, '' ucap Richard
''Benarkah?'' tanya Hazel tidak yakin
''Iya sayang, Papa gak bohong, '' ucap Richard
''Maka lebih cantik dari dia kan, Pah?'' tanya Hazel
''Pasti, Mama kalian adalah wanita tercantik yang pernah kakak dengar, '' ucap Richard, Setelah berbincang dengan anak jenius nya itu, Richard pun melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 8.
''Sudah waktu nya Papa bekerja, lain kali kalian bisa datang ke perusahaan Papa, bagaimana?'' tanya Richard
''Charanya?'' tanya Hazel, Lalu Richard membisikkan sesuatu pada Hazel, membuat anak itu tersenyum sumringah.
Hazel langsung memeluk Papanya saat Papa nya membisikkan sebuah rencana.
''Kau jangan cemas, Setelah semuanya selesai, Kita akan tunjukkan pada dunia, kau adalah anakku'' ucap Richard
''Hazel akan membantu Papa, '' ucap anak itu mulai memahami, Richard mengusap kepala anaknya yang akan mulai masuk sekolah Taman Kanak-kanak itu.
Richard akhirnya membawa Hazel berkumpul dengan Selena dan Haruka.
''Kakak terus yang di gendong, Haruka nya kapan?'' tanya Haruka merengut.
Richard pun tersenyum laku menurunkan Hazel dan menggendong Haruka.
''Kalian mulai dari tadi malam merebutkan Papa terus, sama Mama nya kapan?'' ucap Selena mengikuti gaya Haruka yang cemberut.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua pun tertawa, Jaguar yang melihat nya ikut tersenyum. Ia terlihat mengusap air matanya lalu meninggal kan ruang tamu.
''Aku pergi dulu, Aku sudah siapkan rencana agar kita bisa bisa bersama terus,'' bisik Richard pada Selena
''Aku menunggu saat itu tiba, '' balas Selena dengan senyuman dan manjanya.
''Papa berangkat kerja ya sayang, Jaguar akan mengurus sekolah kalian, Mama yang akan menemani kalian, Maafkan Papa belum bisa mengantarkan kalian, '' ucap Richard seraya memegang pipi anak-anaknya, Richard duduk men-sejajarkan dengan tubuh anak-anaknnya.
''Papa sayang kalian, '' ucap Richard
''Kami juga sayang Papa, '' ucap Hasel dan Haruka seraya memeluk Richard secara bersamaan.
Tanpa di sadari Richard masuk kedalam mobil seraya mengusap air matanya.
''Tuan pasti sangat bahagia, '' ucap Asisten Richard
''Kau tahu, ini harapanku, Kau atur pekerjaan untuk Selena, Dia cukup menjadi pendamping ku saja, agar bosan leluasa aku b membawa anak-anakku kedalam kantor, Kau faham maksudku kan?'' tanya Richard
''Saya faham, Tuan'' ucap Asisten itu
''Karena ayah ku dan Ayah Jaguar sama-sama. hidup dari Tuan Pattison Tuan, karena itulah kami akan seolah setia pada anda, '' ucap Bian.
Seketika suasana di dalam mobil menjadi hening. Richard masin belum menemui Robert, banyak hal yang harus Richard lalukan, Apalagi mencari tahu tentang kebenaran Debby bukanlah Mamanya.
Jika Debby bukan Mamanya lalu dimana Mama. kandung nya? Apakah sudah meninggal?
Banyak. pertanyaan yang membuat Richard begitu pusing, perlahan semuanya keluar sedikit demi sedikit.
...----------------...
''Hallo, Paskah Richard sudah ada di perusahaan, ?'' tanya Debby pada sekertaris Richard.
''Be_" Belum sempat sekertaris itu berkata Richard pun tiba dan kode dari Asisten Richard pun di pahami oleh sekertaris nya.
''Sudah dari tadi, Nyonya. Tuan Richard sedang ada meeting bersama kliennya, '' ucap sekertaris ith yang dj balas senyuman oleh Bian.
''Oh, katakan jika ia sudah selesai untuk segera menghubungi ku, '' ucap Debby
__ADS_1
''Baik Nyonya, .' ucap sekertaris itu.
Setelah itu panggilan pun berakhir dan sekertaris ith langsung membungkukkan tubuh nya memberi hormat pada Richard dan Bian.
Bian membalas anggukkan kepala sekertaris Richard dengan di sertai senyuman.
Meski banyak beban pikiaq, Richard sangat lah profesional dalam pekerjaan, Semua nya bisa ia atasi dengan baik. Itulah janb Tuan Wilson kagumi pada sosok Richard Pattison, bagi Wilson Richard hanya bermarga Pattison bukan Marga Mamanya yang saat ini.
''Richard kau sama dengan Papamu, hebat dalam. bisnis, Kematian Papamu adalah pukulan terbesar bagi kami para sahabat nya, tapi ... melihatmu, Seakan kami bisa melihat Pattison junior, Papamu adalah orang yang sangat baik, ia memiliki ambisi, dia berjuang dari nol, sehingga bisa membangun perusahaan sebesar ini sendirian, cabang perusahaan yang kini sedang di kuasai paman mu malah berada di titik bawah lagi, sungguh sangat di sayang kan, '' ucap Wilson
''Paman, bisakah aku minta tolong pada Paman,?'' tanya Richard
''Minta tolong dalam masalah apa?'' tanya Wilson
''Bisakah paman membeli saham perusahaan paman Herman atas nama Hazel, tapi paman yang datang sebagai perwakilan, bilang saja jika Hazel adalah nama keponakan Paman,'' ucap Richard, Membuat Wilson menatap Richard dengan begitu intens
''Siapa Hazel, ?'' tanya Wilson
''Dia temanku paman, sekarang berada di luar negeri, Hazel nama anaknya... kebetulan ia adalah musuh bebuyutan paman Herman, karna itu kab dia memakai nama anaknya, Jika aku yang datang Paman herman pasti curiga, '' ucap Richard
Sejenak Wilson terdiam, Ia menatap pemuda yang begitu ia kagumi itu.
''Baiklah, Paman akan kesana '' ucap Wilson membuat senyuman. Richard terlihat meskipun samar.
''Terima kasih Paman, Paman sudah banyak membantu ku selama ini, '' ucap Richard
''Tidak masalah,'' ucap Wilson
''Aku mengira, Paman akan berubah seiring nya tidak terjadinya pernikahan antara aku dan Laura, '' ucap Hazel membuat Wilson tersenyum.
''Laura yang tidak. menginginkan pernikahan itu, aku sebagai orang tua hanya bisa mendukung setiap apa yang anakku inginkan, selagi itu baik dan. tidak. merugikan orang lain,'' ucap Wilson dengan bijaksana.
''Aku saat ini hanya punya Laura, semenjak hilangnya putri pertama kami saat masih kecil, Kami menjadi kan Laura sebagai ratu bagi kami, '' ucap Wilson menundukkan kepalanya.
''Apa! paman pernah punya anak lagi selain Laura?": tanya Richard tak percaya.
"Ya, dia putri pertama kami, Papa mu tahu, Dia sangat dekat dengan papamu, kau pasti tidak tahu, saat itu... kalianpernah di pertemukan, tapin sayangnya kalian Sama-sama sudah tertidur, Usia nya saat itu masih tiga tahun, dan kau sudah 5 tahun kalau gak salah, di usianya itulah ia hilang dan belum di temukan sampai saat ini." ucap Wilson seraya mengangkat wajahnya dan menatap Richard, laku tersenyum berusaha menghilang kan rasa sedihnya.
__ADS_1