
"Dia ada di kantin karyawan, bukankah kau sudah mengatakan jika aku ingin makan siang dengannya?' tanya Richard pada Bian
" Saya sudah mengabarinya Tjan, tapi... Nona tadi jawab, ia terlanjur bilang iya saat temannya mengajaknya makan bersama, " Bian menunduk takut
"Bawa aku kesana, " titah Richard
"Tapi itu akan membuat para karyawan curiga Tuan, bukankah selama ini Tuan tidak pernah datang ke tempat karyawan, " ucap Bian
''Disini siapa Tuannya?'' tanya Richard hanb kembali memasang jas nya yang sudah ia lepaskan taditadi
'Ya, anda tuannya dan saya bawahannya Tuan, tapi Nona tidak akan suka, ' bathin Bian
Bian pun mengikuti langkah Richard menuju kantin karyawan. Melihat dicat melangkah menuju kantin karyawan banyak sekali ia mengundang mata untuk menatap nya.
Apakah Richard setampan itu?
Hingga langkah Richard terhenti saat ia melihat dia sosok yang berbicara dengan begitu akrab, bahkan mereka sama-sama melepaskan tawanya.
"Jian, apa ada hal yang kita lewatkan antara dia dan istriku? " tanya Richard
__ADS_1
"Saya juga tidak tahu Tuan, Dulu kita tidak pernah mencari tahu tentang Nona, Apa sekarang kita harus mencari tahu tentang Nona dan layar belakang nya? " tanya Bian
"Ah yidak perlu, apa yang akan kita cari tahh tentang desa itu, tapi... jika di fikir, dari mana mereka kenal? " tanya Richard masih heran, Namun.... tanpa mereka sadari, suara riuh para karyawan di kantin itu sudah membuat orang yang Richard dan Bian tatap menatap ke arah nya.
"Hai, Richard. Kemarilah! " panggil sosok wanita yang ternyata adalah Laura
Richard dan Bian yang menyadari akan tatapan para karyawan nya menjadi tak enak hati
"*Eh, aku kira Tuan Richard datang ke kantin untuk karyawan baru itu, eh ternyata karena Nona Laura ya, "
"Sama, aku fikir juga karena ada anak baru itu, "
"Benar, sampai ada yang mengatakan jika anak baru itu susah menggunakan cara kotor*,"
Tentu Richard mendengar semua gosip yang netral ucapkan dan tentu Richard memahami bahwa Selena mengalami kesulitan saat baru masuk keruangan nya tadi.
''Laura, kau makan disini?'' tanya Richard seraya emhayao ke arah samping Laura, diakan seorang wanita yang begitu cantik masih dalam metode terkejut.
''Kenal kan, ini Aghata, Selena Aghata,'' ucap Laura seraya menatap ke arah Selena yang tersenyum terpaksa ke arah nya.
__ADS_1
''Selena Aghata, Karyawan baru yang baru saja ku interview langsung, aku sudah tahu dia, Laura'' ucao Rict seraya menatap Selena
''Benarkah? wah... ternyata kau di interview langsung oleh nya, keren... kau. emang selalu keren ya dari dulu, masuk geng mu saja aku tak bisa, '' ucap Laura dengan expresi sedih, tentu itu membuat Selena terkejut.
''Dia punya geng?'' tanya Richard seraya terus menatap ke arah Selena
''Geng wanita rempong, Tuan'' jawab Selena memberanikan diri.
Richard terus menatap wajah sang istri ( Selena) banyak hal yang ternyata Richard yudak ketahui olehnya tentang istrinya. Ia tahu tempat Laura kuliah, itu bukan lah kampus yang bisa di masuki. oleh sembarang orang, hanya anak yang berkemampuan khusus dan dari keluarga ternama yang bisa masuk ke dalam nya. Sedang kan Richard adalah kakak senior Laura.
''Kalian belum pesan makanan?'' tanya Richard
''Belum, ini mau pesan, kau mau gabung disini? apakah tidak apa-apa, seorang Ceo makan di. kantin karyawan?'' tanya Laura
''Memang nya ada larangan nya?'' tanya balik Richard
''Ya enggak sih,'' ucap Laura lalu memanggil pelayan.
Richard lagi dan lagi menatap ke arah Selena yang selalu menghindar dari tatapan Richard.
__ADS_1
''Richard, ingatlah yang di rumah, kau sudah mengatalan kalau kau sudah beristri, sekarang kau menatap begitu pada Aghata, '' goda Laura saat memergoki Richard selalu menatap Selena.