Istri Rahasia Sang Pewaris

Istri Rahasia Sang Pewaris
Bab 7


__ADS_3

Tatapan Richard sangat tajam pada sang Ayah tiri, Senyum sinis terlihat nyata sambil menggendong anak sangat Ayah tiri.


' Berbahagialah kalian saat ini, hufff Ayah... Restui anakmu ini, ' bathin Richard.


Saat pembunuhan itu terjadi, Richard sedang ada di luar negeri menempuh pendidikan, Betapa terkejut nya Richard saat Mamanya menelfon nya, mengabari bahwa sangat Ayah meninggal dan mayat nya tak di temukan. Mendengar kabar itu, Richard langsung pulang ke kotanya dan mencari tahu dimana ayahnya dinyatakan meninggal.


Acara pertemuan itu pun kini telah berlangsung, Banyak keluarga Mamanya yang menatap kearah nya, sedangkan keluarga dari Ayahnya susah hilang kabar, entah apa ini juga kelakuan Ayah tirinya.


''Richard, Bagaimana... apakah kau dan Laura_? "


''Maafkan aku paman, Aku belum siap untuk menikah saat ini, tapi aku dan Richard akan berkomitmen satu sama lain, Aku dan Richard masih ingin menikmati hari kebebasan kami, Papa ku juga sudah memahami keinginan ku, '' ucap tiba-tiba Laura saat Richard terlihat begitu enggan menjawab.


Laura menatap sosok yang begitu ia cintai itu begitu tak berdaya. Ia melihat banyak kesedihan, amarah, dan kebencian.


''Laura, Hai Tuan Wilson. Sungguh kehormatan yang besar kedatangan tamu istimewa seperti anda, Richard! Kemarilah sayang, '' ucap sang Mama memanggil Richard.


Richard yang juga menghormati Tuan Wilson dan Laura, menghampiri Tuan Wilson dan memberi salam


''Anak yang baik, Bagaimana pekerjaan mu?'' tanya Tuan Wilson


''Sangat baik, Tuan. Putri anda sangat lah pengertian, anda sangat lah beruntung memiliki putri sebaik, Laura'' ucap Richard yang membuat Kedua orang tuanya tersenyum. Mereka mengira Richard sudah menjalin hubungan dengan Laura meski belum mau ke jenjang pernikahan.


Saat mereka berkumpul, Tiba-tiba kedatangan Luis membuat perhatian mereka teralihkan.

__ADS_1


''Luis, Itu bukannya Luis ya, Paman?'' tahya Laura pada Tuan Robert


''Ah, Iya. Luis... kemarilah! AdabTuan Wilson dan Laura,'' panggil Robert pada Luis, anak kandung nya dengan Debby.


Masa lalu Robert dan Debby masih tersimpan rapat. Richard belum tahu rahasia keduanya.


''Salam Paman, salam Laura, '' ucap Luis seraya menundukkan tubuhnya tanda salam penghormatan.


''Hai, Luis. Bagaimana kabarmu dan Diva? Apakah masih lanjut?'' tanya Laura


''Sudah berakhir sebulan yang lalu, Kalau begitu... aku kekamar dulu, salam paman, Laura'' ucap Luis seraya meninggal kan mereka semua dengan expresi wajah lesu, tebtu Richard tahu tentang kabar yang menimpa adik tirinya itu.


Richard dan Luis tidak bermusuhan namun juga tidak akrab, Mereka sama-sama memilih diam dan hidup dengan dunia masing-masing. Bahkan saat Luis di perintahkan untuk membunuh Richard, Luis dengan tegas menolak perintah sang Ayah. Karena bagi Luis, Ia tak akan menjadi pembunuh, Sedangkan ia yang selalu menghamili seorang wanita hanyalah jebakan, dan Richard yang telah membereskan semuanya, Karena itulah Luis enggan untuk menyakiti kakak tirinya itu.


Lalu pandangan nya kembali fokus pada semua pembahasan bisnis.


[ Tuan semuanya sudah siap ] pesan masuk dalam ponsel umum Richard dan yang membacanya tentu sang Asisten yang ada di dekatnya. Sang Asisten bagai manusia tanpa kehidupan. Tatapannya tetap tertuju lurus, tak ada senyuman, tak ada expresi apapun. Saat bekerja ia hanya mengangguk dengan cekatan ia selalu menyelesaikan tugasnya.


Terlihat senyum Richard saat mendengar kabar itu. Ia bernafas lega, Akhirnya... Apa yang Richard tunggu selama bertahun-tahun akan tercapai, dan semua informasi yang ingin ia ketahui akan segera ia dapatkan.


Semua anak buah Richard sudah berada di posisi yang sudah di rencana kan. Rencananya Robert akan keluar negeri malam ini, Karena itulah ia mengadakan pertemuan keluarga, Ia mengutus Richard sebagai pengganti sebagai kepala keluarga sementara.


''Tuan Robert, Bisnis yang akan anda jalani ini adalah Bisnis yang sangat besar, Jika anda menang, maka sudah di pastikan perusahaan anda akan berada di urutan nomor 10 paling besar se-Asia, '' ucap Tuan Wilson

__ADS_1


''Tapi, itu masih berada di bawah perusahaan anda Tuan, tapi semoga saja... kali ini, perusahaan ku memenangkan tender,'' ucap Robert


''Semoga, ''ucap Tuan Wilson.


'Tender itu akan di menang kan perusahaan kita, tapi bukan atas namamu Tian Robert, tapi nama Tuan Richard Gevran Pattison,' bathin Richard seraya tersenyum Ia sangat yakin dengan semua rencananya.


''Richard, kau handle semua urusan disini, Papa sangat percaya padamu, '' ucap Tuan Robert


''Papa jangan cemas, semuanya akan sesuai dengan apa yang Papa inginkan, '' ucap Richard.


''Kau memang kebanggaan Mama, Richard.'' ucap Debby tersenyum pada Richard.


Semua mata menatap kearah Debby tepatnya orang tua Debby.


''Debby, kau harus ingat, Dia bukan bagian dari darah kita, cepat atau lambat kau harus melenyapkan Richard, '' bisik Paman nya Debby


''Paman jangan cemas, tapi untuk saat ini, Kemampuan anak itu masih kita butuhkan, Apalagi mas Robert saat ini akan melakukan perjalanan bisnis yang panjang, Perusahaan maaih membutuhkan dia, Luis masin belum bisa kita andalkan,'' bisik Debby pada Paman nya. tentunya semua itu dapat dilihat oleh Richard, Meskipun Richard tidak bisa mendengar apa yang mereka bicara kan, Tapi... ia juga harus hati-hati, Pasalnya... selama ini. paman dari Mama nya ini jelas menampakkan ketidak sukaan nya padanya. Entah ada masalah apa Richard juga tidak tahu.


...----------------...


''Mama, Haruka tadi mimpi, Ada Papa di samping Haruka, Papa bilang... kalau Papa sayang sama Ruka, dan Papa juga bilang kalau Papa juga merindukan Ruka, '' upa Haruka saat ia terbangun dari tidur nya, demamnya sudah turun.


''Nah, sekarang Haruka sudah lega kan, Papa juga sayang sama Haruka, nanti.. . Papa akan datang dan akan berjanji akan selalu ada di sisi Haruka, Sekarang... Haruka cepat sembuh, biar Papa senang dan bisa datang lagi, '' ucap Selena seraha mengelus kepala sang Putri

__ADS_1


__ADS_2