Istri Rahasia Sang Pewaris

Istri Rahasia Sang Pewaris
Bab 23


__ADS_3

Richard adalah sosok yang jarang tersenyum pada siapapun, tapi kini ia bisa tersenyum pada Laura, gadis cantik yang bisa memahami akan permasalahan nya. Laura yang gigih dalam. mengejar cintanya, Laura yang sampai meminta Ayahnya untuk melamarnya, tak se mengerikan yang Richard bayangkan.


"Kau tidak bercanda, kau sudah membawa istrimu ke kota ini, Ah baguslah, selamat ya Richard," ucap Laura dengan senyuman meski matanya berkaca-kaca


''Kau tahu, anak lelaki begity dendam padamu, Karena katanya... kau mau mengambil kh dari Mamanya, dia bahkan tak mah kusentuh saat pertama kali bertemu dengannya, '' ucao Richard seraya tersenyum kecil pada Laura, sedangkan Laura terkejut dengan penuturan Richard, Bukankah anak Richard masih sangat kecil, tapi mengapa susah mengerti masalah hal seperti itu? pikir Laura


''Kau jangan terkejut begitu, dia anak yang pintar, tentu ... karena dia anakku, iya kan?'' ucao Richard seraya tersenyum dengan gelas minuman yang masih ada di tangannya.


''Ah, kau benar, Dia anak dari Richard Pattinson, Aku sangat ingin bertemu dengan keponakan ku yang satu itu, pasti sbagai gemesin, '' ucap Laura


Namun... tiba-tiha ada pesan masuk ke ponsel Laura, membuat Laura melihat siapa pengirim pesan itu.


[ Tante jangan penasaran padaku, jika tante tak mengganggu Papa, maka aku tidak akan marah, Papa hanta milik Mama]


Sontak Laura menutup mulutnya karena tak percaya, Lalu ia menyerahkan ponsel nya pada Richard.


''Ini, ?'' tanya Richard seraya membaca pesan yang masuk di ponsel Laura


''Jangan bilang kalau ini dari anakku, ?'' tanya Richard pada Laura


''Kalau bukan dari anakmu dari siapa lagi, Rich? Kau tak dekat dengan pria manapun kecuali kamu kan?'' ucap Laura yang mana Richard sangat tahu akan nomor anaknya.


[ Pasti Tante sekarang menyerahkan ponsel tante ke Papa, Hu... ngadu, ] pesannya lagi


[ Eh, bocah tengil, ini Papa... dari mana kau dapat nomor nya tante Laura? ] pesan itu Richard kirimkan namun ternyata sudah centang satu.


Membuat Richard ingin segera cepat-cepat pulang ke tempat anak dan istrinya.


Sedangkan Laura tertawa setelah sadar dari keterkejutan nya.


''Hahahahhaha, Richard, anakmu hebat loh, mungkin dia tahu kalau kau yang akan membalas chat nya, Jadi dia menon-aktifkan nomor nya, lucu banget sih, '' ucap Laura yang tak henti bya tertawa

__ADS_1


''Dia cuek orangnya, gak suka bicara sama orang yang tidak ia kenal, '' ucap Richard


''Siapa namanya, ?'' tanya Luna


''Hazel dan Haruka, '' jawab Richard seraya memasukkan cemilan yang ada dk hadapannya.


Laura mengangguk-anggukkan kepalanya, Lalu ia menatap Richard dengan seksama.


''Apakah wajahnya sbagai mirip dengan mu? Ah.. pasti itu, pasti dia sangat mirip denganmu, '' ucap Laura


...----------------...


''Apa yang kaun bicarakan! aku tak tahu hal itu" kolah Robert saat Ricky menanyakan perihal wanita yang mereka bunuh dengan kejam itu


"Ah, baiklah... aku bisa cari tahu sendiri," ucap Ricky seraya meninggal kan Robert yang baru saja sudah ia berikan pukulan bertubi-tubi, rasanya sangat senang saat kita di berikan olahraga secara langsung.


"Kalian akan menyesal karena sudah melakukan semua ini padaku, aku yakin... jika sampai Patner ku tahu, maka habislah kalian, !" teriak Robert seraya menahan sakit, tubuhnya seakan hancur, di sentuh pun terasa sangat sakit, berteriak pun ia merasakan seakan-akan kulitnya di tarik.


'Siapa ketua mereka, bahkan mataku hampir buta di buatnya, ' bathin Robert


'Sial, Tempatku di. pisah dengan yang lain, Debby... seharusnya kau mengerti jika bukan aku yang mengirim mu pesan,' bathin Robert


Mata Robert tertutup mulai ia tertangkap, bayangkan saja selama 4hari matanya tertutup.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, sebelum pulang kerumah sang istri, Richard kembali ke rumah Ayahnya. Dimana ia ingin melinhat Debby, Mama yang paling ia sayangi ternyata bukanlah Mama kandungnya.


Hidup tak ada yang tahu, Rencana Tuhan tidak bisa kita prediksi, banyak hal yang harus kita lakukan demi hal yang kita inginkan.


Sesampainya Richard di dalam kediamannya, Ia langsung di sambut oleh pembantu nya, Jaz yang Richard pegang pun beralih pada tangan pembantunya.


''Panggilkan Pak Mun ke kamarku, '' perintah Richard

__ADS_1


''Baik Den, '' ucap pembantu itu yang mana Richard langsung menuju ke kamarnya, Ia meregangkan dasinya seraya menaiki tangga.


''Richard, Tunggu sayang, '' panggil Debbi yang kini berada di bawah tangga, Mendengar suara itu Richard langsung menghentikan langkah kakinya.


''Tunggu, Nak! beberapa hari ini kau terlihat begitu sibuk, sehingga kau melupakan Mama mu ini, " ucap Debby seraya mendekati Richard, jika dulu... Richard akan minta maaf dan memeluk Mamanya terlebih dahulu saat belum memasuki kamarnya, Tapi saat ini ... ia seakan enggan meski hanya sekedar menyapa.


"Mama benar, Richard sibuk untuk urusan perusahaan, Ma. Bukannya ini keinginan Mama agar aku fokus dalam urusan perusahaan, " ucap Richard


"Kau benar sayang, Apalagi Papamu yang jarang memberikan kabar, Nak... makan malam lah disini, Mama susah merindukan mu, " ucao Debby seraya memegang lengan Richard


"Maafkan Richard Ma... malam ini Richard sudah ada acara, Mungkin lusa Richard akan makan malam dirumah, Kalau begitu Richard ke kamar ya, Ma" ucao Richard melepas kan tangan Mamanya.


"Baiklah, Anak Mama sudah besar, seharusnya Mama mengerti hal ini, semakin kau dewasa, maka semakin kau akan di sibukkan, di tambah lagi jika kau sudah menikah, kau bisa melupakan Mama nanti, " ucap Debby memasang wajah yang menyedihkan


"Aku yakin, Mama ku bukan wanita yang lemah, " ucap Richard seraya tersenyum dan meninggal kan Mamanya.


'Kau bukan wanita yang lemah, Ma. Karena kau bisa membunuh seseorang, Aku tetap menyayangi mu, Karena kau yang merawat ku, Tapi... aku tak bisa memaafkan Mama, Karena Mama lah yang membunuh Ayahku,' Bathin Richard seraya membuka pintu kamar nya .


[ Papa akan pulang kesana, Kita akan belajar dan bermain bersama, ] pesan itu Richard. kirimkan pada Haruka dan Hazel


[ Ye, Kami akan menunggu Papa ] balas Haruka, beda dengan Hazel, ia membaca pesan itu namun tak. membalas nya.


Richard tersenyum mengingat raut wajah marah Putra nya.


Saat Richard baru selesai mandi, suara ketikan pintu terdengar, Richard pun meneruskan kegiatan nya, mengusap rambutnya dengan handuk kecil.


''Masuk!" ucap Richard yang mana terlihat handle pintu telah bergerak.


Masuklah Pak Mun, salah satu kepala pelayan di kediaman ini.


"Aden memanggil saya? " tanya Pak Mun

__ADS_1


"Duduk lah Pak Mun, " ucap Richard tanpa melihat kearah Pak Mun. Ia tak bisa percaya dengan siapa pun yang ada di rumah ini, Karena bisa saja Pak mun adalah orang kepercayaan Debby


__ADS_2