
Mendengar ceritanya Tuan Wilson membuat Richard berusaha mengingat masa lalu nya. Saat itu... ia sudah bersama dengan Mam Debby, lalu... Seperti apa Ibunya.
Sepergi nya Tuan Wilson Richard menyandarkan kepalanya di sandaran kursinya. Ia tak tahu harus apa saat ini, mengingat masa lalu rasanya bikin kepala makin.
[ Paman, Kapan ada waktu datang ke tempat ku, atau aku datang ke tempat, Paman. banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan paman ] pesan dari Richard pun sudah Pamannya baca.
[ Nanti jam 3 pamam akan ke Kantor mu, Paman khawatir jika di sana masih ada orang-orang Robert, '' ucap Paman Lexo
''Baiklah Paman, Biar Bian yang menunggu paman di bawah nanti, '' ucap Richard. Richard ingin memastikanapa apa yang ia dengar itu adalah nyata.
...----------------...
''Terima kasih Bu,'' ucap Selena saat sudah mendaftarkan Hazel ke sekolah taman kanak-kanak.
''Sama-sama Bu Selena, Kami melihat Hazel anak yang cerdas, Semoga Hazel betah sekolah disini, '' ucap Kepala sekolah
Sedangkan Hazel saat ini sudah ada di luar bersama dengan Jaguar.
''Kau akan memulai harimu besok, Tuan Muda, '' ucap Jaguar
''Aku ingin menjadi orang hebat, agar Papa dan Mama bahagia, '' ucap Hazel
''Pasti, Karena kau adalah keturunan Pattison, Kau akan menjadi hebat seperti kakek dan Papamu, '' ucap Jaguar seraya mengelus kepala Hazel.
Waktu berjalan dengan begitu cepat, Robert selalu di pukul dengan mata yang di tutup.
''Bedeb*h kalian, Kalian menyerangnku saat aku lemah, dsar pengecut!" maki Robert
"Hahahaha, kau perlahan akan mati Robert, jadi nikmati lah, bukankan kau melakukan hal ini pada Tuan Pattison?" ucap Ricky
"Kalian adalah orang setianya? Dasar! kalian berpihak pada jang lemah, dan membuat masalah besar karena menahanku disini, Jika aku tidak ada kabar, Maka orang-orang ku akan mencari ku meski ke penghujung dunia, " ucap Robert
__ADS_1
"Benarkah, Tapi.... bagaimana jika kau setiap hari sudah memberi kabar pada orang-orang mu, Apakah mereka akan mencarimu? akh rasa tidak akan, malah...kami akan membuat orang-orang mu benci padamu dan meninggal kan mu, Bukankah akan sangat bagus jika begitu" ucap Ricky yang membuat Robert baru sadar bahwa ponselnya sudah beberapa hari ini tidak ada.
""Aa... !" teriak Robert.
Disisi lain beberapa anak buah Robert sama dengan Robert namun... mereka masih enggan membuka suara.
"Baiklah, Kalian seuia'pada Robert ternyata, kau tidak ingin membuka suaramu? " tanya lagi. anak buah Ricky
"Tidak akan, aku tidak akan pernah mrmbuak. mulut ku, !" jawabnya dengan lantang.
Lalu anak buahnya Richard langsung menggunakan cara lain.
"Lihatlah anak ini dan juga wanita ini, Bukan hanya uang yang mereka rindukan tapi juga kamu, Dengarkan rekaman ini baik-baik"
Lalu anak buah nya Richard yang di pimpin Ricky memutar rekaman hasil mereka. memantau keluarga anak buah Robert.
"Ayah, Kami merindukanmu, cepatlah pulang. Dj bungsu saat ini sedang sakit, Ayah"
'Apa yang istriku tadi kau akan, Anak bjngsukj salit?' bathin Wisnu
''Kau susah dengar kan, Katakan apa yang sudah kami tanyakan, hanya itu yang ingin kami ketahui dan kami berjanji akan membebaskan kalian, Mana yang pilih?'' tanya Ricky yang tiba-tiba datang dan mendongakkan wajahnya Wisnu.
''Kau anak buah kepercayaan Robert bukan? tapi kau juga ayah dari dua anakmu, pilih kesetiaan mu pada Robert atau pilih kesetiaan mu pada anak dan istrimu,'' ucap Ricky seraya menghempaskan wajahnya Wisnu.
''tapi percayalah, Jika kalian tidak menjawab pertanyaan kami, Bos besar kami akan membawa keluarga kalian kemari dan membuat mereka akan menyaksikan bagaiamana kami menyiksamu, setelah itu, gantian... kau yang akan menyaksikan bagaimana kami akan menyiksa mereka di hadapan mu, '' ucap Ricky yang terdengar kejam namun... itu akan benar-benar kan mereka lakukan jika mereka semua bungkam.
...----------------...
''Sayang, Kalian mana sekolah bersama baby sitter kalian masing-masing, Mama juga harus bekerja sesuai dengan yang Papa katakan, HaEl dan Haruka faham kan maksud Mama?'' tanya Selena saat mereka sudah sampai di dalam rumahnya.
''Faham, Ma. Tapi Mama dan Papa pernyataan berjanji akan membawa kami jalan- jalan bareng, '' ucap Haruka yang di acungi jempol oleh Hazel.
__ADS_1
''Iya Mama dan Papa pasti akan membawa kalian halan-jalan saat kalian sudah libur sekolah ya,?'' ucap Selama yang di jawab anggukan dan tawa mereka bersama.
Semena menatap kebahagiaan kedua anaknya, Rasanya itu susah cukup bagi Selena, Ia tidak. butuh apapun lagi selain rasa bahagia yang kedua anknya rasakan.
''Sekarang, Kalian ganti baju, Bi... bawa merka ganti baju ya, '' ucap Selena pada Baby sitter mereka.
''Baik Nona, '' ucap sang Bibi seraya membawa Hazel dan Haruka kedalam kamar masing-masing.
'Mama janji akan selalu membuat kalian bahagia sayang, kasih sayang harus kalian dapatkan, Mama juga berjanji akan membuat kalian selalu tertawa lepas seperti ini'' ucap Selena yang kini masih menatap kedua anaknya yang berjalan menaiki tangga rumahnya.
''Tinggi ya rumah kita sekarang?'' tanya Haruka
'' Banget Nona, Apakah Nona suka?'' tanya bibit Baby sistem Haruka.
Kau jangan menilai seseorang dari segi ekonomi nya, Mereka memiliki kesulitan tersendiri. Tapi...aku yakin, Jika kesuksesan akan datang pada kalian semuanya.
[ Nona, Ayah Bram punya sesuatu yang ingin ia bicatmrakan dengan anda,? ] pesan lagi.
Selena tersenyum, Ia baru saja keluar rumah, Selena akan berusaha hanya menjaga Richard dari godaan sang pelakor, dari jeratan dari janda beranjak 1, dari jeratan dari mantan ternyata adik iparku, Selena sudah mengingat jika Richard memiliki adim meski ham begitu jelas, tapi Selena seakan mengingat sosok yang tak sengaja ja lihat di televisi.
''Baik, Oke! aku akan berkata jujur dan bandingkanlah setiap apa yang aku katakan ini jujur atau bagaimana, " ucap Wisnu akhirnya.
"Kau jangan cemas, kami yakin... kau tak akan tega melukai istri cantik mu demi kebusukan Tuan mu, saat ini sungguh sangat menggoda iman bagi Wisnu.
...----------------...
( Ma, jangan cemas, Papa Baik-baik saja, Papa hanya terlalu sibuk saja,) pesan dari Robert yang membuat Debby tersenyum sendirian.
( Kenapa hanya ngabarin Mas , padahal... Mas tahu sendiri, bagaiaman kami akan cemas jika Papa tidak ada kabar,) balas Pemegang ponsel Robert seraya tersenyum menahan tawa.
Richard menatap anak buah nya satu persatu dari layar ponsel nya jang tergabung dengan CCTV disitu.
__ADS_1