
Pak Mun menatap Richard dengan berani, Tatapan yang selama ini tak. pernah pak Mun tunjukkan pada siapapun.
Richard bisa melihat raut kesedihan di mata pak Mun
"Apa yang ingin Aden tanyakan pada lelaki tua ini?'' ucap Pak Mun
''Ibu ku, Ibu kandungku, '' ucap Richard seraya duduk di hadapan pak Mun.
''Aku sudah dewasa dan sudah tahu banyak hal, baik dalam bisnis ataupun pertarungan, banyak. hal yang ingin aku tahu dari pak Mun, tentang foto ibu kandungku dan juga kisahnya, katakan dengan singkat, karena aku masih ada urusan lain, ''ucap Richard setaya melihat jam ada di. ponselnya. ia masih memakai pakaian kimono nya.
Pak Mun menatap Richard dengan sangat, Melihat jiwa kepemimpinan dalam diri anak yang sudah ia jaga sedari kecil.
''Ibu adalah wanita yang cantik dan baik, dia sahabat dari Mamamu yang saat ini, Dia adalah anak kecil ubah dulunya suka bermanja, Saat kau lahir... bapak belum bisa datang, dan datang saat hari dimana ibu mu di nyatakan meninggal, hatiku hancur, sakit, karena belum bisa melihat wajahnya, hingga saat ini, orang tua ini ... masih sangat merasakan penyesalan, '' ucap pak Mun tertunduk, Bukan cerita pak Mun yang menjadi sorotan Richard, tapi kata aku dan kamu, serta gadis manja yang menjadi sorotan Richard.
''Aku adalah Ayah dari Ibumu, Richard, '' Seketika Richard sangat terkejut mendengar kabar itu.
''Apa karena itu, Ayah selalu menghormati Pak. Mun? tapi kenapa... kenapa pak Mun malah menjadi _"
''Banyak hal yanbekum bisa bapak ceritakan, melihat posisi mu belum kuat, aku gak. mau ambil resiko, Aku hanya ingin menjagamu, menjadi kakek yang bisa menemani my dan melihat pertumbuhan mu, Melihat kau begitu din sayang meski hanya pura-pura, Bapak ini sudah bahagia,'' ucap pak Mun
''Kau ingin melihat gambar ibumu, ?'' tanya pak Mun yang mana Richard langsung menganggukkan kepalanya.
Pak mun mengeluarkan dompet nya dan memperlihatkan gambar Ibunya Richard. Richard mengambil gambar itu, dan menatap nya dengan seksama
''Jika kau ingin gambar Ibumu nanti bapak akan letakkan gambar Ibumu di kamar ini, bapak harus menyembunyikan gambar itu agar tidak di ketahui oleh Mama Debby dan juga Tuan Robert, Rahasia kan siapa bapak, Karena bapak anak ingin keselamatan mu terancam, '' ucap pak Mun yang mana Richard masih tak percaya dengan kenyataan.
Bahwa, Kepala pelayannya adalah Kakek nya sendiri. Kehidupan macam apa yang ia jalani selama ini, Kenapa semuanya seperti panggung sandiwara dan Richard lah orang bodohh nya.
__ADS_1
''Aku tak tahu kebenaran tentang semua ini, Tapi... jika memang banda adalah Ayah dari Ibu saya, saya harap anda ada di pihak saya dan awasi seluruh orang yang ada di rumah ini, '' ucap Richard
''Selalu, Tuan Robert selalu memberikan obat dalam makanan aden, tapi... bapak selalu mengganti makanan itu dengan yang tidak l. MC""xx '' 0 kasih obat, '' papar pak Mun yang semakin membuat Richard emosi.
''Baiklah, Kakek. Richard minta maaf jika selama ini sudah bersikap tidak baik, di luar kita tetap sebagai majikan dan pelayan, sampai aku bisa membongkar semuanya, dan juga... aku sudah berkeluarga Kakek. Karena itulah aku jarang ada di rumah," ucap Richard yang membuat pak Mun terbelalak tak percaya.
''Jaga mereka, rumah ini masih belum aman, banyak keluarga Mamamu yang ikut andil dalam semua ini, dan Kakek yakin, kematian Ibumu juga ada sangkut pautnya dengan Mamamu,'' ucap pak Mun dengan tatapan sedih.
Hati orang tua mana yang tak sedih saat tak bisa melihat anaknya bahkan meski hanya sekedar jasadnya saja.
Sebelum Richard keluar dari kamar nya, Ia menatap pak Mun lalu. memeluk nya.
''Bantulah aku untuk menemukan kebenarannya, '' ucal Richard dalam. pelukan pak Mun
''Selalu, Bapak akan memantau disini, gambar itu akan ada di sini sebelum kau datang, '' ucao pak Mun yang terharu karena Richard memeluk nya.
Bukan tanpa alasan Richard langsung percaya akan ucapan lak Mun, tapi pamannya lah hanb mengatakan semua nya, bahwa pak Mun adalah ayah dari ibunya, Tapi mendengar langsung ucapan itu dari pak Mun membuat hatinya maskjn terasa sakit.
...----------------...
''Ma, Mama yakin kalau papa akan datang?'' tanya Haruka
''Yakin dong sayang, Ini papa sudah sampai, '' ucap Richard yang tiba-tiba ada di belakang tubuh Hazek dan Haruka.
Haruka sangat senang mendengar suara ith temasuk Hazel, namun.... Hazel tak bergeming k
Ia masih tetap pada posisi nya.
__ADS_1
Richard menggendong tubuh mungil hanb kini memeluk kedua kakinya.
''Papa tepat janji kak, Weeekk,'' cebik Haruka pada kakaknya Hazel yang selalu menggoda nya, bahwa Papanya tidak akan datang.
''Sayang, turun ya... buatkan papa makan dulu, kasihan kan papanya capek, '' ucap Selena
''Papa capek ya, biar Haruka pijitin nanti ya Pa, '' ucao anak mungil dengn rambut yang di Jepang itu.
''Papa gak capek sayang, Haruka mau makan sama Papa?'' tanya Richard seraya menatap wajah cantik anaknya.
''Haruka sudah besar, Haruka bisa makan sendiri, iyakan Ma.... '' ucao Haruka seraya turun dari pangkuan Papanga dan kembali duduk di kursinya.
''Mas mau makan yang mana?'' tanya Selena setaha kini berdiri di samping Richard
''Mau makan kamu, '' ucapnya yang mana membuat Selena melotot.
''Makan apapun yang kau pilih kan maksudnya, '' ucap Richard saat menyadari bahwa anak-anaknya juga melihat ke arahnya.
''Sayang, Kalian makanlah... '' ucap Selena menegur anak-anaknya agar segera memakan apa yang sudah Selena hidangkan.
Mereka pun menikmati makan malam mereka yang begitu hening. Selena menerapkan jika sedang makan tidak boleh ada yang bersuara dan itu sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga Selena. Bahkan Richard kagum dengan didikan Selena.
Setelah makan malam telah selesai, Richard bermain dengan kedua anaknya dan itu adalah momen yang paling berharga selama Richard menikah.
"Anak-anak kembali lah ke kamar kalian, ini sudah jam 9 dan kalian masih belum puas bermain, Mama tak mau tahu, kalian harus ke kamar sekrang, !" ucap Mamanya Haruka dan Hazel.
''Baiklah, Ma, Pa... kami kekamar dulu ya, Pa" ucap Haruka dengan melambaikan tangan nya membalas lambaian tangan Richard dan Selena.
__ADS_1
''Mau Papa temani?'' tanya Richard pada Haruka
" Gak usah Pa , Mama yang akan buatku ajaa,'' terlihat Richard dan Selena berfikir, Kebahagiaan seperti inilah yang Selena inginkan. Berharap anak-anak sini mengatakan jangan mengatakan apapun sebelum semuanya jelas.