
Makan malam pun berlangsung dengan begitu menyenangkan, Richard yang sesekali menyuapi Haruka membuat Selena tersenyum.
'Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada keluarga kita, cukup aku yang melihat keluarga ku hancur, tapi tidak untuk anak-anak ku, Richard... Adalah milikku, dan apapun yang menjadi milikku, tidak akan u biarkan dia mendapatkan masalah apapun, ' bathin Selena seraya tersenyum menyaksikan berapa bahagia nya kedua anaknya mendapatkan kasih sayang dari papanya, Meskipun keberadaan mereka masih menjadi rahasia.
"Ma, aku pulang dulu, ada hal yang harus aku lakukan, " Ucap Richard seraya mengambil jaketnya
"Tapi bisakah nanti kau cerita kan tentang Debby dan wanita itu,? " Tanya Selena dengan tatapan berbeda, bukan tatapan seorang istri pada suami tapi melainkan tatapan seorang musuh yang mencari musuh lainnya.
"Baiklah, akan aku ceritakan semuanya nanti, aku akan datang pas tengah malam, oke! " Ucap Richard seraya mencium kening Selena.
"Awas, jangan sampai kau nakal di luar, " Ucao Selamat mengancam Richard.
"Tidak akan mungkin, Ma. Istriku saja sudah seperti bidadari, masa iya aku harus nakal di luar, mending nakalin istri sendiri, iya kan" Goda Richard seraya mentoel hidung mancung Selena
"Baiklah, sana pergi! Nanti keburu anak-anak menyadari kalau kau tidak ada, " Ucap Selena
__ADS_1
"Kau yang terbaik sayang, nanti kita main kuda-kudaan ya? " Bisik Richard membuat Selena membulatkan matanya.
"Kan tadi sudah mas... " Ucap pelan Selena namun... Penuh penekanan
"Tadi di kantor, sekarang kan di kamar kita, " Ucap Richard seraya memainkan kedua alisnya.
"Udah sana pergi, " Selena mendorong Richard pergi, Ia tak mungkin menjawab iya pada Richard, pipinya susah menunjukkan rasa malu dengan ajakan itu.
'Sangat menggemaskan,' bathin Richard saat menyadari pipi merona sang istri.
Sesampainya Richard di depan rumahnya, ia di sambut oleh adiknya yang hendak pergi.
"Kakak, aku kira kakak gak akan pulang, " Ucap Louis pada Richard
"Kau mau kemana? Bagaimana acara pameran nya? " Tanya Richard
__ADS_1
"Sukses kak, terimakasih banyak kak, berkat bantuan kakak, semua lukisan ku hampir terjuak habis, " Ucap Louis bangga
"Apakah kau bahagia? " Tanya Richard
"Sangat, malah aku merasakan kepuasan dari pada di beri uang banyak oleh Mama dan Papa, kakak orang yang paling berjasa dalam hidupku, aku jadi memiiki tujuan untuk masa depanku, " Ucap Louis
"Kesuksesan mu bukan dari orang lain, tapi dari dirimu sendiri, begitu juga kegagalan. Semua ada di tangan mu, sukses selalu dan teruslah berkarya, dan ingat! Jangan merasa kau hebat, tetaplah merendah meskipun nanti kau akan terkenal, " Ucap Richard seraya menepuk salah satu bahu Louis
"Louis pasti akan ingat semua yang kakak katakan, Terimakasih banyak, " Ucap Louis, Louis ingin memeluk Richard, tapi Richard sudah melangkah kan kakinya. Louis hanya bisa menatap nya dengan tatapan sendu. Ia tersenyum lalu meninggal kan rumahnya.
Sedangkan Richard langsung menuju ke kamar nya, Dimana Pak Mun sudah meletakkan apa yang ia temukan di dalam kamar Richard.
Kotak besar, yang berwarna coklat. Yang mana perekat nya sudah terlepas, mungkin pak Mun yang membuka nya.
Betapa terkejut nya Richard saat melihat isi dari kotak besar itu.
__ADS_1