Istri Rahasia Sang Pewaris

Istri Rahasia Sang Pewaris
Bab 30


__ADS_3

"Apa yang Mama dan Paman ingin bicarakan denganku? " Richard meletakkan berkas yang ia pegang, lalu menatap Mama dan Papanya secara bergantian.


"Sayang, anaknya Mama, Kenapa banyak banget karyawan yang di pecat, Kenapa tidak ada pemberitahuan pada Mama,? " Tanya Debby dengan wajah yang begitu syahdu


"Aku memecat mereka bukan tanpa alasan, Ma. Dan juga... Aku sudah meminta pendapat Papa masalah itu, Semua keputusan ku sudah Papa setujui, termasuk masalah perusahaan paman," Ucap Richard seraya tersenyum pada Pamannya.


"Tapi Richard, anaknya Mama, Perusahaan paman akan bangkrut tanpa adanya perusahaan kita, Bagaimana mereka akan berjalan jika kau memutuskan kerja sama dengan mereka, " Ucap. Debby seraya melihat kearah Kakak nya.


"Seharusnya, Paman memikirkan itu sebelum melakukan kesalahan itu, Beruntung aku tidak membawanya ke jalur hukum, Andaikan ada yang melaporkan ke jalur hukum, Paman pasti tahu apa yang akan terjadi pada Paman, iya kan paman? "Richard tersenyum menatap kearah Paman nya yang kini terlihat puas, dan susah menelan salivanya.


" Paman bukan hanya membuat kerugian besar pada perusahaan, tapi juga mencoreng nama baik keluarga, Apakah Mama ingin tahu, kesalahan paman yang lainnya? " Kini Richard mejatao ke arah Mamanya yang juga terlihat pias.


Debby merasa, kini aura Richard semakin kuat, bahkan dirinya bisa menciut di depan nya.


"Richard, bisakah kau merahasiakan itu, itu masalah pribadi, " Sargah pamannya yang tak ingin jika adiknya mengetahui kesalahan nya


"Kakak, Memang nya kesalahan apa yang kakak lakukan sampai aku tidak boleh tahu,? " Debby menatap kakaknya dengan tajam.


"Baiklah, Ma. Aku rasa itu sudah menjadi urusan. Mama dan paman, aku hanya bersikap profesional Ma, aku tidak boleh membedakan antara semua klien, Paman... Cobalah dan berusaha lah sendiri, Aku yakin Paman bisa, " Richard makin tersenyum menatap kedua manusia di hadapannya


"Tuan, Rapat akan segera kita mulai, " Bian datang tepat waktu, sehingga Richard memiliki alasan untuk meninggalkan kedua manusia yang masih terlihat kebingungan itu.


"Ma, Paman, Seperti nya kau harus meninggalkan kalian dulu," Ucap Richard seraya berdiri dari duduk nya.


"Kau akan pulang nanti malam kan? " Tanya Debby


"Richard selalu pulang setiap hari, Ma. Hanya saja kadang malam, dan Richard tak enak membangun kan Mama, " Richard tersenyumtersenyum, Naming... Dengan senyuman yang tak seperti biasa. Richard pun meninggalkan ruangannya yang di ikuti oleh Bian.

__ADS_1


"Nona tadi menanyakan tentang Nyonya Debby,"Bian mengatakan seraya terus melangkah.


" Kau jawab bagaimana? " Tanya Richard tanpa melihat kearah Bian


"Saya bilang, lebih baik Nona bertanya langsung pada Tuan, " Richard tersenyum mendengar jawaban Bian


Saat mereka melintas di depan ruangan Selena, Richard berhenti sejenak, ia melihat istrinya yang sangat sibuk.


"Dia terlihat begitu sibuk, Apakah ketua divisi memberikan ia tugas banyak,?"tanya Richard pada Bian


"Setahu saya jika pertama kali masuk maka hanya diberikan tugas untuk mempelajaribeberapa berkas yang sudah lalulalu, Tuan" Richard menganggukkan kepalamya mendengar jawaban Bian, lalu ia pun melanjutkan langkahnya menunu keriang rapat, Diana di sana Laura juga sudah dating bersama Papanya, Tuan Wilson.


Di saat mereka semua melihat kedatangan Richard, Mereka pun berdiri untuk memberikan hormat pada pemilik perusahaan.


"Silakan duduk, " ucap Richard pada semua anggota yang mengikuti rapat.


Laurabdan Richard sama-sama fokus dengan pembahasan, Laura dan Richard smaa-sama memberika partisipasinya.


'Andaikan kalian bersatu, maka kedua perusahaan kita akan menjadi perusahaan terbesar, tapi apa alasan kalian tak bisa bersama, Papa hanya bisa mendukung mu, Laura" ucap sang Papa saat menatap Putrinya.


Wilson bukanlah tipe ayah yang memaksa kan kehendaknya hanya demi kekuasaan. Hingga tanpa mereka sadari, Rapat berlangsung hingga jam menunjuk kan pukul 11 lebih, Richard selalu menatap ke jam yang melingkar di tangannya, Bian. mengerti dengan apa yang menjadi kegelisahan tuannya.


"Baiklah, rapat akan kita lanjutkan setelah jam makan siang, " ucap Bian


Membuat Richard heran dan menatap kearahnya, begitu pun dengan yang lainnya, Biasanya Bian tak akan pernah menunda rapat apalagi rapat penting


"Seperti yang Bian katakan, kita lanjutkan setelah makan siang, " ucap Richard yang kini sudah berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


Mereka pun tersenyum karena menurut mereka ini adalahh keberuntungan yang sulit di dapatkan selama ini. Setelah. melihat wajahnya mereka yang tersenyum, Richard pun keluar dari ruang rapat.


"Richard, tunggu! " teriak Laura seraya mengejar Richard, Richard dan Bian pun menghentikan langkahnya, namun tatapan Richard memberikan isyarat agar Bian melanjutkan langkahnya, tentu Bian mengerti dengan maksud Richard.


Awalnya Bian sudah mengirimkan pesan pada Selena agar menunggu Richard untuk makan siang bersama, namun kenyataannya kini Laura sudah ada di dekat Richard.


''akau terlihat begitu terburu-buru, Apakah kau ada acara lain?''tanya Laura


''Laura, Kau tidak makan siang dengan Papa mu?'' tanya Richard


''Papa sydah langsung pergi, ternyata dia juga ada pertemuan, makanya dia setuju untuk menunda rapat nya, " ucap Laura


Mendengar jawab Laura semakin membuat Richard kebingungan.


'Huftt, Aku harus bagaimana?' bathin Richard


Sejenak Richard dan Laura terdiam, Laura yang sudah faham dengan tingkah Richard memahami, bahwa Richard saat ini ada urusan namun... meninggal kan Laura juga tak enak.


''Pergilah, kau ingin menemui si dia?'' tanya Laura dengan senyuman nya.


''Baiklah, pergilah... aku akan makan di kantin karyawan, '' ucap Laura seraya menepuk bahu Richard


''Udah jangan tegang, akun biasa kok, kita kan teman, oke'' Laura meyakinkan


''Tanks, Laura. kau teman yang terbaik, '' ucao Richard


''Udah sana pergilah... bye, '' Laura melambai kan tangannya pada Richard, ia melangkah hendak menuju ke kantin karyawan, Karena ia merasa perutnya sudah keroncongan.

__ADS_1


Namun ... langkahnya terhenti saat ia melihat sosok yang begitu ia kenali.


__ADS_2