
Richard tersenyum mendengar godaan dari Laura.
''kau jangan membuka kartuku disini Laura, bagaimana jika orang lain mendengar nya,?'' ucap Richard seraya tersenyum pada Laura
''Ya, ya aku tahu itu, I'm Sorry Richard''
Tiba-tiba ada notifikasi masuk di ponsel Laura.
[ Tante ingatlah! jangan tebar pesona di hadapan Papaku, ] Laura membelalakkan matanya kala membaca pesan itu. Lalu ia menatap kearah sekitar.
"La, kau cari siapa?" tanya Selena
"Anaknya," Uhuk ... Selena terbatuk mendengar ucapan Laura.
"kau tahu.... anaknya selalu meneror ku, dia mengira kalau aku akan mengambil Papanya, dasar anak licik, ingin sekali ku cubit tuh pipi anaknya Richard, " ucap kesal Laura namun beda dengan expresi Selena dan Richard, mereka seakan menahan senyum di bibir mereka.
"Tante, Apa yang tante katakan?" suara ity mampu membuat semua yang ada di meja itu terkejut, bahkan Richard pun terkejut, Namun.... Bian sudah mengatasi semuanya. Para karyawan di beri pertunjukan gratis don bawah agar keberadaan anak itu tidak terlihat oleh siapapun.
__ADS_1
"Richard, dia... ?" tanya Laura saat melihat Richard memangku Hazel dan Haruka
"Mereka anak-anakku, Hei.... kenapa allain kemati, bukankah Papa sudannkatakan Papa akan selalu pulang, ?" tanya Richard
"Kakak bilang, Kalaha ada tante-tante yang akan mengambil Papa dari Mama, makanya Haruka mau diajak Kakak kemari, " ucap Haruka dengan. polos nya.
"Kalian berdua?" tanya Richard terkejut
"Iya, kan sangat mudah menemukan alamat Perusahaan Papa," jawab Hazel santai
"Richard, seperti nya saat istrimu hamil dia salah makan deh, masa ada anak yang seusia dia jadi kayak gini, ini sudah melewati batas usianya Richard, " ucap Laura gemes. Mana ada anak yang berani pulang sekolah langsung ke perusahaan Papa nya.
" Saya disini Tuan, Tuan muda dan Tuan putri memberikan saya obat pencuci perut, sehingga saay selalu bolak-balik ke kamar mandi, " lapor Jaguar
"Hazel, Haruka kalian?" tanya Richard
"Maaf, Pa. ini urgent banget m, dan Paman Jaguar malah gak ngijinin, jadi ya... Terpaksa.. " ucap Hazel santai.
__ADS_1
"Anak usia kamu udah tahh Urgent, Oh my god!"
Sebelum merak terus mengoceh, Makanan yang mereka pesan pun datang, Sedangkan Selena hanya diam dari tadi, Ia seolah-olah menghindar dari tatapan Hazel dan Haruka.
Tentu Hazel sudah menjelaskan pada Haruka, bahwa Di perusahaan Mamanya akan menjadi orang asing baginya dan bagi Papanya .
"Gak boleh nakal, kalian jika ingin datang kemari, hubungi Papa dulu, disini tak aman untuk kalian, oke, jangan ulangi lagi, " ucap Richard
"Baik, Papa, " jawab Hazel dan Haruka
"Hei, anak kecil... lalu dimana Mama kalian, Kenapa kalian tidak mengajak nya, hah?" tanya Laura
"Jika Mama ikut, nanti para karyawan jatuh pingsan, Karena Mama kami terlalu cantik, " ucap Haruka dengan gaya centilnya.
"oh iya, benarkah? Kalau begitu... cantikan mana antara tante dan Mama mu, atau sama tante yang ini dengan Mamamu?" tanya Laura.
"Eemmm, Kalau sama tante sih, cantikan Mamaku lah... kalau sama tante itu, emmm 11, 12" jawab Haruka dengan tersenyum, membuat semua yang ada di meja itu tertawa, begitu juga dengan Selena, Ia tersenyum mendengar penuturan anak bungsunya itu.
__ADS_1
Richard menatap Selena dalam diam, tentu Laura bisa melihat itu.
'Richard menatap Agatha terus dari tadi, ada apa ini, jangan bilang kalau Richard tertarik pada Agatha dengan. pandanhan pertama,' bathin Laura dengan mata melotot tak percaya.