Istri Rahasia Sang Pewaris

Istri Rahasia Sang Pewaris
Bab 28


__ADS_3

Jika kita bersikap baik, maka kebaikan yang akan kita dapatkan. Begitu juga sebaliknya, Jika kita bersikap buruk, maka keburukan juga yang akan kita dapat kan.


''Apakah aku sudah di terima kerja, Tian Richard?'' tanya Selena setelah memberikan pelayanan untuk suaminya.


''Apa aku harus jawab di depan para karyawan, Aku ingin kau jadi sekertaris ku saja, '' ucap Richard membelai pipi Selena


''Oh No, Sayang. Aku tak ingin keistimewaan apapun, Aku ingin menjadi karyawan biasa, Ayolah mas... '' ucap Selena dengan tatapan manjanya.


''Baiklah, Bian... masuklah!" ucap Richard yang langsung membuat Selena turun dari pangkuan Richard.


"Salam tuan, nona" ucap Bian seraya membungkuk kan tubuh nya pada Richard dan Selena


"Hian, kau bawa Selena ketuangannya, Sayang... katakan padaku jika ada hal yang mengganggumu, " ucap Richard


"Jangan cemas, Aku bukan wanita lemah yang bisa di tindas, " ucap Selena seraya seraya mengedip kan sebelah matanya.


Setelah biru Selena pun melangkah dan di ikuti oleh Bian, menyadari ada hal yang aneh, mana da atasan mengikuti langkah bawahan, akhirnya Selena berhenti dan menyuruh Bian berjalan mendahului nya.


"Tapi nona?"


"Di sini saya bawahan mu, Bian, " ucap Selena tersenyum pada Bian, membuat Bian semakin merasa tak nyaman.


Hingga kini Bian sudah sampai di ruangan Selena. Dimana di ruangan itu ada beberapa karyawan lainnya.

__ADS_1


"Perkenalkan, dia anggota baru kalian, Namanya Nona Selena, di sebelah sana kursi anda Nona, " ucap Bian sedikit membungkuk, membuat karyawan lainnya tertegun.


"Terimakasih Tuan Bian, " balas Selena membungkuk kan tubuh nya dan berjalan menuju ke mejanya. Saat Bian melangkah ketua divisi keluar dan menatap Bian, ia yang sudah tahu bahwa Selena adalah karyawan yang di interview langsung oleh tuan Richard, membuat ia sedikit iri, dan menyangka bahwa Selena menggunakan cara kotor untuk mendapatkan perhatian Tuan Richard, Wanita sekelas Laura saja tak bisa meluluhkan Richard, apalagi sekelas Selena yang hanya wanita biasa.


"Jaga sikap kalian, " ucap Bian tepat di dekat telinga ketua divisi, Lalu Bian pun meninggal kan ruangan itu.


Semua mata menatap kearah Selena, Selena yang merasa di tatap oleh banyak mata, membalas tatapan mereka dengan senyuman.


"Salam kenal, " ucap Selena pada mereka yang menatap nya.


"Eh, kau ada hubungan apa sama Tuan Richard dan Tuan Bian?"tanya salah satu yang ada di sebelah meja Selena


"Aku? gak ada... hanya saja Ayahku dulu bekerja dengan ayahnya Tuan Richard, Karena itulah beliau meng interview ku secara. langsung, sambil bertanya tentang Ayahku sekarang, " Selena tersenyum saat mengatakan alasan bodohnya itu


"Iya, beneran... kalau gak. percaya, tanya aja sama Tuan Richard, " ucap Selena


"Eh, jangan mentang-mentang kau di interview langsung oleh Tuan Richard kau bisa di perlakukan spesial ya, Sekelas Nona Laura saja tak bisa menarik perhatian Tuan Richard, apalagi kamu yang hanya karyawan biasa, " ucal ketua divisi seraya meletakkan banyak tugas di depan Selena.


"Karena kau baru, sekarang kau pelajari semua itu dan laporkan apa saja yang kau fahami, dan juga berikan padaku, laporan yang ada salahnya, " ucap ketua divisi yang bernama Dona


"Terimakasih, Bu. atas perhatian anda, saya akan mempelajari semuanya dengan baik, dan akan menyerahkan semua laporan pada anda, " ucao Selena tersenyum, seolah ucapan Dona adalah bentuk. perhatian dari seorang atasan pada bawahan.


Setelah Dona pergi dari ruangan itu, teman yang tadi bicara dengan Selena mendekat ke arah Selena lagi.

__ADS_1


"Hai, aku Sarah, Kau yakin mau mempelajari semuanya, Aku yakin Ibu Dona pasti mengerjai mu, " ucap Sarah seraya menatap Selena


"Tidak apa-apa, Aku malah senang jika dia mengerjai ku denga cara seperti ini, " ucap Selena masih dengan senyuman nya.


"Wah, cantik banget senyumannya, Hai... aku Dito" salah satu karyawan paling gampang dalam ruangan itu pun mendekati Selena


"Hai, aku Selena, " balas Selena dengan senyuman nya


Setelah beberapa saat smeuanyanb ada dalam. ruangan itu menyapa Selena kecuali dia wanita yang malah menatap Selena tak suka.


Kita tak bisa memaksa orang untuk mencintai kita bahkan untuk tidak membenci kita, Karna itu adalah hak masing-masing dan dari hati masing-masing.


Akhirnya Selena pun memulai pekerjaan awalnya.


...----------------...


"Kakak akan ke perusahaan, untuk apa?" raya Debby


"Richard memutuskan kerja sama dengan sepihak, aku ingin menuntut akan hal itu," ucap kakaknya Debby


"Itu tidak. mungkin Richard lakukan tanpa alasan, Kak. Katakan padaku, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Debby


"Perusahaan ku terbukti menggelapkan uang proyek, tapi gak banyak sih, hanya 2 Milyar, tapi Richard sudah memutuskan kerja sama, bisa rugi perusahaan ku, " ucap Debby

__ADS_1


"Kakak! kakak sadar apa enggak! uang 2 Milyar kakak anggap sedikit, Pantas jika Richard memutuskan kerja samanya, memang nya uang dua Milyar itu Kakak gunakan buat apa?" tanya Debby heran serta terkejut.


__ADS_2