
Setelah jam. makan siang selesai, Selena pun pamitan untuk undur diri.
''Laura, kalau begitu... aku pamit dulu ya, Udah habis waktu istirahat nya, '' ucap Selena seraya melihat kejam yang melingkar di tangannya.
"Udah nggak papa, kan kita makan bareng bersama bos, sudah pasti dimaklumilah sama ketua divisinya, "ucap Laura Seraya tersenyum menatap ke arah Richard
"Ya nggak bisa gitu juga dong, Laura. Aku masih anak baru loh di sini, Masak iya udah mau santai, Aku duluan ya, Tuan... Nonak uda, Tuan muda, saya pamit dulu, " Selena membungkuk kan sedikit tubuh nya.
"Baiklah, Lain kali kita jalan bareng ya, sudah lama loh kita tidak bertemu, masa iya kau tidak kangen sama aku, "ucap Laura Seraya menahan tangannya Selena.
"Baiklah, tapi aku tidak bisa berjanji Kapan waktunya, "ucap Selena Seraya tersenyum pada Laura. Laura pun melepaskan tangannya dari tangan Selena dan membiarkan Selena melangkahkan kakinya keluar dari kantin karyawan.
Richard Hazel dan juga Haruka sama-sama menatap mamah yang paling mereka sayangi, namun hari ini mereka pura-pura tidak saling mengenal.
"Sangat cantik ya Pa? " tanya Haruka pada Richard.
__ADS_1
"Tentu lebih cantikan Mamah dong,"ucap Hazel.
"Hai anak kecil, kau selalu mengirimkan pesan padaku, Emangnya kau dapat dari mana nomorku , Apakah papamu yang memberikan nomor itu,?" tanya Laura pada Hazel.
Tentu Ricard juga ingin tahu dari mana Hazel mendapatkan nomor pribadi Laura, sedangkan dirinya tidak pernah memberikan nomor siapapun pada anaknya itu.
"Jangan panggil aku anak kecil dong Tante, aku sudah besar sudah dipanggil kakak sama Haruka, jadi jangan panggil aku anak kecil, "protes Hazel
"Eh Richard, Apakah anakmu ini memiliki kelainan? umur segitu loh, tapi dia tidak mau dipanggil anak kecil," tanya Laura pada Ricard.
"Kalian maonlah di ruangan Papa, nanti kita pulang bareng, Paman Jaguar akan membawa kalian, " ucap Richard pada Hazel dan Haruka.
"Apakah Papa masih ada urusan di luar, ?" tanya Hazel dengan sok dewasanya.
"Papa dan tante Laura masih ada rapat sayang, bukan kami berdua ... masih banyak anggota lain yang ikut rapatnya, "ucap Richard yang tidak ingin anaknya salah paham.
__ADS_1
"Nggak usah dijelasin panjang lebar Hazel juga mengerti kok,Pa," ucap Hazel Seraya turun dari pangkuan Papanya.
Begitupun dengan Haruka, Iya juga turun dari pangkuan papanya.
"Pa, kami tunggu di ruangan Papa, Papa jangan tunjukin jalan rahasia, Hazel tahu jalan rahasia yang ada di ruangan Papa, " ucap Hazel seraya melangkah meninggal kan Papa nya.
Richard termangu mendengar ucapan anaknya, padahal hari ini adalah pertama kali Hazel menginjakkan kaki di perusahaannya, bahkan Robert dan Debby tidak tahu jalan rahasia itu tapi kenapa anaknya bisa tahu? itulah yang Richard pikirkan.
Jangan tanya Laura, matanya melotot manatap kepergian Hazel dan juga Haruka yang mana diikuti oleh Jaguar.
"Aku yakin ini bukan saja keturunanmu, tapi istrimu juga wanita hebat, tidak mungkin lah jika kalian sama-sama tidak hebat memiliki Putra secerdas dia, " ucap Laura kagum
"Aku semakin ingin bertemu dengan istrimu itu Richard, Ayolah pertemukan kami, Aku janji tidak akan pernah membocorkan rahasia ini pada siapapun, "ucap Laura memohon.
'Bahkan Kau sangat akrab dengannya Laura,' bathin Richard
__ADS_1