
Richard yang mengetahui bahwa pamannya akan datang hari ini merasa geram, ia tahu bahwa pamannya pasti akan membawa Mamanya juga.
"Apakah saya harus mencegah mereka Tuhan dan mengatakan bahwa Tuan berada di luar,?"tanya Bian.
"Tidak perlu, aku juga ingin tahu bagaimana reaksi Mama saat aku menunjukkan seberapa banyak kesalahan yang sudah Paman lakukan, Ntar aku juga ingin tahu seberapa besar pengaruhku dalam perusahaan ini, " uca Richard seraya menatap layar laptopnya yang memperlihatkan kedua manusia yang terlihat berjalan menuju keruangan nya, Sudah tidak ada lagi orang-orang Debby di perusahaan ini, Namun.... Tiba-tiba, Richard melihat sosok yang mendekat ke arah Debby dan pamannya.
"Keraskan suaranya,! " perintah Richard
"Baik, Tuan" Bian pun mengeraskan suara nya.
"Selamat datang Nyonya Debby, "ucap sosok wanita yang sudah berada tepat di depan Debby dan juga kakaknya.
'' Dona,Di mana yang lainnya, Mengapa dari tadi aku tidak melihat mereka,?" tanya Debby pada Dona yang ternyata Dona adalah orangnya Debby.
"Mereka ketahuan melakukan kesalahan nyonya, apalagi si Dito dengen berani menanyakan perihal tamu yang di sambut langsung oleh tuan Bian, yang ternyata adalah kakaknya Tuan Wilson, " ucap Dona
"Siap, Kenapa mereka sebodoh itu, Kenapa mereka bisa berbuat sembrono disaat Mas Robert gak ada, " ucap kesal Debby
"Ada yang lebih parah dari itu Nyonya, Tuan Richard menginterview karyawan secara langsung dan dia sekarang berada di bawah kuasaku, " ucap Debby
"Menginterview sendiri,? itu bukanlah Richard yang aku kenal, bisa tunjukkan yang mana dia,?" tanya Debby.
"Baik Nyonya, Mari... " ucap Dona
"Kakak langsung saja ke ruangan Richard, nanti aku akan menyusul, "ucap Debby pada kakaknya.
"Tapi kau harus cepat, karena hanya kamu yang bisa mengendalikan Richard," ucap kakaknya Debby
"Baiklah kak, kakak tunggu saja di sana jangan membuat Richard kesal, karena jika dia kesal ... aku pun tidak bisa bantu kakak nantinya, " ucap Debby
"Baiklah, aku akan menjaga sikap, cepatlah! " ucap kakaknya Debby.
__ADS_1
*****
"Ckkkk, Apa mereka mengira bahwa aku akan tetap menjadi orang bodoh seperti dulu,"ucap Richard
"Kau awasi mereka jangan sampai mereka menyentuh Selena, "ucap Richard pada Bian.
Dona dan Debi pun melangkah meninggalkan kakaknya, Banyak karyawan yang menatap ke arah Dona dan Debi, mereka tahu siapa Dona Karena itulah mereka tidak ada yang berani melawan Dona selama ini. Sehingga kini Dona membukakan pintu ruangannya pada Debby, Pandangan Debby tertuju pada sosok yang sudah ditunjuk oleh Dona, Bukan Debby yang terkejut melainkan Selena, sosok wanita yang sudah ditunjukkan oleh Donna.
'Oh, Tuhan, bukankah dia... wanita itu? Menagap dia ada disini? Apakah benar di abdan Richard ada hubungannya? ' bathin Selena
"Hei kamu, anak baru... kemarilah! " ucap Dona pada Selena, Selena yang berasal dirinya di panggil, langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah Dona dan Debi.
"Salam Nyonya, nona" ucal Selena seraha membungkuk kan tubuh nya.
"Dia adalah pemilik perusahaan, Mamah dari tuan Richard, jadi kau harus bisa menjaga sikap mu, dan jangan membuat dia marah, karena Tuan Richard tidak akan melepaskan siapapun yang telah membuatnya marah,"ucap Dona Seraya tersenyum menatap ke arah Debby.
"Salam nyonya, " hanya kata itu yang Selena ucapkan karena terkejut mendengar siapa wanita yang Ian kenal sebagai penjahat itu. tangannya mengepal dengan kuat, Richard harus mengatakan semuanya padanya tentang wanita ini.
"Iya nyonya," hanya Itu jawaban dari Selena.
"Apakah kau sudah lama kenal dengan Richard,?"tanya Debby.
"Saya tidak kenal dengan Tuan Richard nyonya. tapi ayah saya mengenalinya, dulu ayah pernah bekerja pada ayah Tuan Richard, Namun karena faktor usianya ia berhenti dari pekerjaan itu dan sekarang aku memutuskan untuk melamar pekerjaan di sini, karena itulah Tuan Richard yang menginterview langsung, " jawab Selena
"Siapa Ayahmu? " tanya Debby
"Tuan Rusdy Nyonya, " ucap Selena.
Mendengar nama Rusdi Debby pun percaya bahwa apa yang sudah diucapkan Selena itu adalah benar, karena Debby juga mengenal Rusdi, dia adalah salah satu orang kepercayaan suaminya yang sudah iya bunuh.
"Baiklah, kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu," ucap Debby pada Selena.
__ADS_1
Selena mengetahui nama Rusdi dari cerita Jaguar bahwa ayah Richard memiliki orang kepercayaan yang bernama Rusdi.
Setelah berbicara dengan Selena Debby pun meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan Richard. Dona yang awalnya ingin memanfaatkan Debby agar memarahi Selena kini telah gagk total
"Nyonya, Apakah anda tidak curiga bahwa dia adalah mata-mata dari Tuan Richard,?"tanya Dona
"Tidak, Dia benar-benar adalah anak Rusdi, aku sempat lihat bahwa Rusdi memiliki seorang perempuan saat itu, warna rambutnya sama, Richard gak mungkin melakukan hal sejauh itu, dia adalah putraku, Putra kesayangan ku, " ucap Debby dengan senyumannya.
"Kalau begitu ... Kau kembalilah ke ruanganmu, jangan sampai Richard mengetahui bahwa kau adalah orang ku, " ucap Debby Seraya melangkah menuju ke ruangan Richard.
*****
"Hazel, Apakah sebelumnya kau sudah sekolah,?"tanya gurunya Hazel.
" Tidak, Bu" jawab Hazel
'Anak ini tidak mungkin jika tidak pernah sekolah, dari mana ia tahu akan pelajaran ini, padahal pelajaran ini adalah pelajaran anak kelas 2,tapi sudah bisa dikerjakan oleh Hazel yang masih duduk di bangku TK. Ya, Hazel saat ini masih duduk di bangku TK B, tapi melihat Hazel yang tidak seperti yang lainnnya, gurunya pun memberikan pelajaran yang lainnya.
Terbukti bahwa Hazel dan Haruka memiliki kecerdasan yang berbeda dari anak-anak seusia mereka. Namun saat ini yang diuji hanyalah Hazel.
Semua guru merasa kagum dengan apa yang dimiliki oleh Hazel dan Haruka.
******
[Apakah benar dia adalah mamamu ] tanya Selena lewat pesan
[Sepertinya Nona harus minta jawaban langsung pada Tuan Richard saat berada di rumah, Karena itu adalah hal privasi, kebenaran itu masih baru saja Tuan Richard ketahui, ] balas Bian, Yang mana Richard sudah berada di antara Mama dan Pamannya.
[ Baiklah, apakah tak bisa kau sjaa yang mengatakan nya? ] tanya Selena
[ Maafa Nona, itu akan menjadi kesalah fahaman nanti nya, ] balas Bian
__ADS_1
Akhirnya... Selena pun melanjutkan tugasnya. Bukan kah jika masih baru hanya bertugas mempelajari bukan langsung di beri tugas seperti ini,? ' tanya Selena yang berkutat dengan begitu emosi.