Istri Rahasia Sang Pewaris

Istri Rahasia Sang Pewaris
Bab 27


__ADS_3

''Tuan, Ini sudah mendekati gerbang perusahaan, Apakah _


"Mas, akh turun disini saja ya, Plis jangan larang, Jika mereka melihat ku bersama mu, gak baik dong bagiku, misi ku untuk memergoki suami ku selingkuh gak jadi, '' goda Selena


''Di perusahaan ku tidak ada wanita secantik kamu sayang, mana mungkin aku selingkuh, tapi baiklah... demi privasi istriku, tapi ingat... ! kau sudah punya suami awas saja jika ada prian lain yang mendekati mu, akan. langsung ke pecat dia, " ancam Richard


''Hahahhah, tidak akan ku biarkan itu terjadi, Mas. Ya sudah... aku turun dulu ya, Mmmuuuahh'' Selena mengecup pipi Richard sebelum ia membuka pintu mobil itu, tentu Richard bagaikan tersengat listrik, hingga ia tak menyadari jikan istri nya sudah keluar dari dalam mobil nya.


''Tuan, Nona sdah hampir masuk kedalam. gerbang, buaknkan kita sebaiknya sampai. lebih dahulu, agar kita bisa mengatakan pada resepsionis untuk membawa Nona keruangan anda, untuk di interview?'' tanya pak sopir


Seketika Richard sadar dari keterkejutan nya.


''Ah, iya. akj sampai lupa akan hal itu," ucal Richard


''Jalanlah,! '' ucao Richard seraya masih memegang pipi nya, padahal sudah setiap hari Richard menerima kecupan itu, hanya saja.... kejutan kecil saja sudah membuat Richard makin tergila-gila pada istri nya itu.


Hingga akhir nya ia melewati Selena yang berjalan kaki, Richard menatap istrinya yang begitu mempesona, bahkan karyawan yang baru tiba langsung terpusat menatap Selena. Sebegitu cantikkah Selena?


Langkah Selena bagaikan seorang putri yang menjadi pusat perhatian banyak. karyawan bahkan satpam pun sampai lupa menundukkan tubuh nya saat mobil Richard melewati nya.


"*Eh, dia siapa, Alam karyawan baru? jika benar... betapa semangat nya aku kerja nantinya, "


"Ya elah, sllu kalau masalah cewek bening selalu aja nomor 1, gak mungkin jika cewek secantik dia masih sendiri, apalagi bos kita juga masih jomblo, pasti suka lah sama bening-bening seperti dia, "


"Waw, cantik banget dia, eh... diam menuju ke resepsionis, pasti dia karyawan baru, aku yakin itu*"


"Pagi kak, saya karyawan baru yang di hubungi langsung oleh Tuan Bian, Kalau boleh tahu... ruangan Tuan Bian dimana ya kak? " tanya Selena yang memang tidak tahu ruangan Bian.

__ADS_1


"Dngan Nona siapa? " tanya Resepsionis


"Selena, kak" jawab Selena


"Oh, mari saya antar Nona," ucao Resepsionis yang sudah mendapatkan perintah langsung dari Richard mengenai tamu wanita.


"Aku yakin, dia adalah tamu Tuan Richard, cantik banget, apa iya.... Tuan Richard menyukai wanita ini, sehingga ia sendiri yang akan menangani interview nya? " bathin resepsionis itu, hingga tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di depan ruangan Richard.


Tok... tok... tok


"Masuk! "


Pintu ijn terbuka, menampilkan dua gadis yang mampu membuat Richard terpesona kala Selena tersenyum saat berada di belakang tubuh Resepsionis itu, matanya berkedip sebelah dengan rambut yang berkibar karena tiupan angin, Yang mana Richard membuka jendela ruangan nya.


"Tuan, ini Nona Selena yang akan melakukan interview pagi ini, " ucap resepsionis itu


"Baiklah, kau pergilah sekarang, " ucak Richard seraya terus menatap Selena yang tersenyum. menggoda kepada nya, Saat karyawan ( Resepsionis) itu membalik kan tubuh nya, Selena langsung menundukkan kepalanya.


"Tuan, bukankah tuan akan meng interview saya, Kenapa tuan malah bengong begitu,? " tanya Selena dengan tatapan menggoda nya, Richard bangun dari duduknya dan melangkah mendekati Selena, berjalan melewati nya dan memeluk nya dari belakang.


"Awal masuk saja kau sudah membuat ku cemburu sayang, Jadi... kau harus melewati interview yang berbeda dariku, " ucap Richard seraya mencium cengkeruk leher Selena.


"Kau mesum sekali pada karyawan barumu, Tuan. Apakah kau tidak takut jika ada karyawan mu yang masuk,? " ucao Selena yang menerima serangan dari suami sekaligus atasannya saat ini.


"Jika.kau berkerja, janganlah memakai pakain yang seksi seperti ini, kau tahu... maha mereka seolah ingin keluar saag melihat mu tadi, aku jngan sekali men congkel nya karena sudah berani menikmati keindahan dan kecantikan mu, " ucal Richard yang kini sedang menggendong tubuh Selena.


"Apakah seperti ini termasuk review, tuan?" tanya Selena seraya mengalungkan kedua tangannya ke leher Richard.

__ADS_1


"Tentu, tapi tempat nya bukan disini, tapi disana, " ucap Richard seraya membawa Selena ke ruang istirahat nya. Selena tahu akan apa yang terjadi nanti pada nya. Dia ingin menolak tapi... ia tak kuasa menerima serangan demi serangan suaminya ini.


*****


"Kau yakin, Tuan Richard langsung yang meng interview nya, Keren sekali tuh orang, bahkan kita uang sudah lama kerja disini, tidak pernah satu ruangan dengan Tuan Richard, menatap lima menit pun tak pernah, can sekarang wanita itu, ah... beruntung banget sih dia, " gerutu teman resepsionis itu saat mendengar langsung apa yang Richard katakan.


"Begitu lah jadi orang cantik, nasib nya selalu baik, apalah dayaku uang tak memiliki kecantikan seperti dirinya, " ucap Resepsionis janb mengantarkan Selena tadi.


"Kau benar, ah besok-besok aku harus ke Korea dan permak wajahku, biar terlihat lebih cantik. lagi," ucap resepsionis satunya.


"Ya elah, apa adanya lebih nikmat dari pada oplosan, eh oplosan, " ucap resepsionis tadi dengan di selingi tawa nya.


...----------------...


''Ma, kita mau kemana?'' tanya Louis


''Ke perusahaan, sudah saatnya kau belajar bekerja di sana, lihatlah Papamu tydak memberi kabar pada kita,'' ucap Debby seraya menarik tangan Louis


''Ma, sudah berulangkali Louis katakan, Louis tidak bisa, Meskipun Louis belajar, tapi ini bukan bakat Louis, maka Louis pun akan ggagal, Ma" ucap. Louis menghentikan langkah nyanteoag di depan perusahaan Richard, sedat Richard sedang melakukan olahraga tambahan saat ini.


Melihat Louis yang berhenti melangkah, Debbi berbalik menatap nya.


''Kau benar-benar tak ingin perusahaan ini, Perusahaan ini memiliki kekayaan yang tak tertandingi, Louis kau bisa menjadi penguasa setelah ini, '' ucap Debby


''Perusahaan ini akan maju jika kau sebagai seniornya bisa kembali dan semangat lagi berkarir, '' ucapan seseorang mampu membuat Debby melepaskan tangannya dari tangan Louis.


''Kakak, kau.... ? apakah kau dengar kabar dari Mas Robert , ?'' tanya Debby

__ADS_1


''Terakhir kami chatan saat ia mau pergi ke luar negeri kan, setelah itu ia tak lagi menghubungi ku, tapi ia selalu aktif di akun sosial media nya.


''Seperti nya Mas Robert sangat lah sibuk, Kak. Ya sudahlah.... pasti ada hal yang paling penting, sehingga kakak tak bisa menunggu hingga besok, atau bicara lewat ponsel, ?'' tanya Debby. pada kakaknya.


__ADS_2