Istri Rahasia Sang Pewaris

Istri Rahasia Sang Pewaris
Bab 25


__ADS_3

Haruka dan Hazel pun berlalu dan menuju ke kakamranya dengan dintemani para Baby sitter mereka. Selena menatap suaminya setaya mengikuti langkahnya. Hingga kin jli mereka berada di dalam kamarnya, Richard membuka jam tangan dan jas nya, selena langsung memelukanya dari belakang.


''Aku merindukan mu, '' Selena menenggelamkan kepalanya di punggung Richard.


''Akun juga sayang,''Richard mengambil yangan Selena dan membuatnya berada di hadapannya.


''Aku ingin menagih ucapanmu untuk membawakj ke perusahaan mu, '' ucap Selena menatap manik mata Richard


''Lalu anak-anak?'' tanya Richard


"Ini permintaan Hazel, Karena dia gak mau Papanya dekat dengan wanita lain, " ucap Selena seraya menahan senyum nya.


"Kau tahu, Dia bahkan mengirimkan pesan pada Laura, dan _


"Aku tahu itu, dia sudah menceritakan nya tadi, Dia sangat kecewa saat tahu kalau kau adalah Papanya, Karena yang ia tahu... kalaunseklau bergandengan dengan wanita lain di depan Media. Menurut ku wajar, karena setiap anak ingin melihat kedua orang tuanya yang bergandengan tangan, Karena itu lah ... aku rela menjadi kekasihmu di luar bukan istrimu, " ucap Selena menggoda Richard dengan mendekat kan wajahnya dengan wajahnya Richard, memberikan sentuhan melalui bibirnya, hingga Richard yang memang menginginkan Selena langsung membalas setiap apa yang Selena lakukan. Keheningan malam kini tak mereka rasakan, terdengar suara peraduan antara Selsna dan Richard. Meluapkan segala rasa kerinduan dan cinta yang ada.


''Aku dan kau kini menjadi kita, jiskaah tak ada rahasia diantara kita?'' tanya Selena setelah selesai melakukan penyatuan tubuh.


''Apakah kau merasa, Jika aku sedanb menyembunyikan sesuatu dari kamu?'' tanya Richard seraya mencubit dagu Selena

__ADS_1


''Banyak, banyak hal yang kau sembunyikan dariku, Mas. Dari siapa kamu sebenarnya, Siapa. keluarga mu, dan bagaimana kau menjalani hidup, semuanya masih kau rahasiakan darimu, tapi aku faham, kau pasukan butuh waktu untuk mengatakan semuanya, Tapi ini sudah lama Mas, aku juga ingin tahu '' ucapan Selena dengan tatapan sendunya.


Richard menatap Selena, Sesaat ia ingat akan pimpinan wanita pembunuh bayaran yang di cerita kan pamannya, Bukankah Selena begitu mirip dengan wanita itu. Bahkan Selena juga memiliki tanda elang di punggung nya.


''Aku akan menceritakan apa yang ingin kau ketahui, tapi bisakaah kau mengatakan arti dari Tato Elang yang ada di punggung mu?'' tanya Richard yang mana membuat SSelena terkejut bahkan ia hampir keselek akan ludahnya sendiri.


''Tato, Tato di punggung ku?'' tanya gugup Selena


''Iya, kau mengatakan kalau itu hanyalah lukisan biasa, tapi itu sudah bertahan selama kita bersama, Dan aku melihat itu bukanlah tato biasa,'' ucapan Richard tentu membuat wajah Selena menjadi pias.


''Itu, bukankah aku sudah katakan jika ini hanyalah lukisan biasa, Saat itu teman-teman ku juga melakukan hal nyang sama cuma aku yang memilih lukisan elang, Kenapa? Apakah gak bagus?'' tanya Selena mengalihkan pembicaraan nya.


''Apakah kau tidak tahu, jika tato yang ada di tubuhmu itu sangat mirip dengan tato yang di miliki oleh geng pembunuh bayaran yang di pimpin oleh seorang wanita, dan punyamu iyy mirip drngan yang di miliki oleh pimpinan nya, Elang yang berbulu emas dengan sorit mata merah menujukkan selalu ada kemarahan dalam dirinya, '' Selena memaku, ia tak tahu jika Richard mengetahui Geng nya.


''Aku takut Mas, apa aku harus hapus saja ya, Aku benar-benar takut, Mas.'' ucao Selena seraya mengeratkan pelukannya di tubuh Richard, Awalnya ia ingin mencari tahu tentang Richard malah ia yang terpojok.


Hingga Selena mengurung kan niatnya untuk bertanya lagi,


Malam telah berlalu, Selena dan Richard kini telah berakhir dengan tidur berpelukan, Seakan takut kehilangan satu sama lain, padahal mereka bukan pengantin baru yang selalu ingin romantis dan romantis.

__ADS_1


Beda dengan Hazel, anak kecil yang selalu sok dewasa itu bukannya tidur malah ia membuka laptop yang ia miliki, hadiah ulang atahun dari Richard saat usianya 5 tahun kemaren.


Entah mengapa ada anak sejenius itu dan nyata nya inilah yang Hazel miliki, Namun... Ia tetap harus retak berperilaku seperti anak biasanya, sekolah dan sekolah.


Hazel mendengar kan pembicaraan Jaguar, tentang masalah perusahaan yang kena bobol data dan belum bisa di pulihkan, Jaguar yang ingin mengatakan pada Richard, merasa tidak enak, Karena Richard sudah berada di dalam kamar Selena.


Dan karena itu Hazel masuk kedalam aku perusahaan Papahnya dan memulihkan data yang sudah di bobol, meretas pihak musuh dan menyebar virus di pihak musuh sang papa.


Richard memiliki perusahaan di bidang Game, Perusahaan yang baru saja meluncurkan game baru itu kini mengundang banyak pihak musuh, Namun... Hazel tak akan membiarkan Papanya berasa dalam masalah lagi, sehingga mengabaikan keluarganya lagi. Jika Papanya tenang makan Papanya akan selalu pulang dan menjadi Papa yang selalu ada untuk anak-anak nya.


Jaguar terkejut saat melihat data kini sudah pulih, dan ia langsung menghubungi pihak perusahaan yang kini sedang lembur untuk memilih kan data itu, tapi sebelum Jaguar menekan tombol hijau ponselnya pun berdering terlebih dahulu dan ternyata itu dari pihak perusahaan.


" kalian sangat hebat dengan waktu yang singkat kalian sudah bisa memulihkan data perusahaan akan ada bonus untuk kalian ucap Jaguar yang langsung menyangka bahwa itu adalah hasil kerja para karyawannya


"Tapi Tuan, itu bukanlah hasil kami. Kami juga terkejut dengan data yang sudah kembali seperti semula," Ucapan mereka tentu membuat Jaguar bingung dan tak percaya.


’Apakah Tuan Richard yang melakukan ini?' bathin Jaguar, Karena ia tahu, Richard ahlinya dalam hal ini, Karena itulah perusahaan maju pesat saat berada di tangan Richard. Richard juga bisa tahu kapan harga saham akan turun dan naik, dan karena itulah saham perusahaan Richard semakin naik.


Jaguar tersenyum lalu bisa bernafas lega. Malam telah berlalu dengan hati yang lega. Haxel tersenyum lalu menutup laptop nya dan tertidur pulas.

__ADS_1


Sepi malam berlalu dengan sepi, mengiringi jiwa dan hati yang gelisah. Mata Selena terbuka saat cahaya matahari menyusup kecelah jendela. Ia tersenyum kala pertama kali yang ia lihat saat matanya terbuka adalah wajah orang yang paling ia cintai.


'Apa tanggapan mu tentang wanita pembunuh bayaran itu? Tapi aku membunuh mereka hanya terbukti bersalah, jika tidak... meskipun atasan ku yang memerintah kan, aku tak akan melakukan itu, Apakah kau membenci mereka?' bathin Selena saat mengingat percakapan mereka sebelum terlelap.


__ADS_2