
Richard tersenyum melihat wajah marah Paman nya dan juga wajah tak berdaya Mamanya.
[ Kapan kau akan menghabisi Robert? ] tanya Paman nya Richard
[ Secepat nya Paman, Kenapa... apakah mereka menyusahkan Paman? ] balas Richard
[ Bukan, aku hanya muak melihat wajah nya, ingin ku robek sekalian, hahaha ] balas Paman nya
...----------------...
'Jadi wanita kejam itu adalah ibunya Richard, agar tahu lebih banyak lagi, bukankah seharus nya aku akan mudah membun*hnya, ' bathin Selena
'Tapi tidak mungkin kamu membunuhnya Selena, dia adalah ibu mertuamu, Bagaimana kau akan mengatakan itu pada Richard,' bathin Selena lagi
'Tapi dia harus mendapatkan hukumannya, karena selain dia membiarkan wanita itu diperkosa, dia juga menyaksikan, Bagaimana wanita itu dibunuh, atau jangan-jangan dia lah yang menyuruh orang itu memperkosa wanita itu hingga mati, ' bathin Selena tak percaya.
Tanpa Selena sadari, Iya sejak tadi sudah diperhatikan oleh Dona.
'Kata saja jika tugas yang aku berikan bisa dapat ia selesaikan ternyata dia lulusan dari kampus ternama, 'bathin Dona
__ADS_1
Setelah memperhatikan Selena, Dona pun kembali ke ruangannya. Iya sudah tidak tahu bagaimana cara membuat Selena tidak betah bekerja di perusahaan ini.
******
"Kakek suruh mang Asep untuk antarkan gambar itu ke kantor," ucap Richard
"Baiklah, Kakek akan menyuruh Man Asep untuk mengantar kannya. " jawab Pak Mun
"Kakek istirahat lah, kakek tudak usah lagi mematahmatai mereka, semuanya sudah Richard ganti, mereka semua adalah orang-orang baru, jadi kakek jangan cemas, " ucap Richard pada Pak mun.
"Pantas saja mereka saat ini menggunakan seragam yang sama, ternyata semuanya sudah di atur, Kakek bangga padamu, Nak" ucap sang kakek
"Kakek jangan khawatir Richard akan mencari keadilan untuk Mama. Jika Mama meninggal murni karena kecelakaan, Maka Richard akan menaburkan bunga ke tengah lautan, Tapi jika Mama mati karena sebuah rencana, Maka Richard berjanji akan membuat perhitungan pada semua uang yang terlibat, " ucap Richard
Waktu berjalan dengan cepat, Jam susah menunjukkan pukul 5 sore, banyak karyawan hanb sudah keluar dari perusahaan, begitu juga dengan Selena, Sedangkan Richard dan kedua anak-anaknya masih berada di dalam ruangannya.
"Pa, Padahal Mama sudah pulang? " tanya Haruka
"Ya, Mama susah pulang sayang, Katanya ingin b membuat kan kalian makanan spesial, " ucap Richard
__ADS_1
"Pa, ini siapa?" tanya Hazel saat melihat hambar seorang wanita
"Dia nenek kakian, cantik kan, dan ini... kakek kalian, " ucao Richard seraya mengambil gambar Papanya dari dalam laci nya.
Hazel dan Haruka sangat antusias melihat kedua gambar itu.
"Kakek tampan, seperti Papa dan Kakak, " ical Haruka
"Tapi kenapa Nenek dan Mama fak mirip ya, Pa? " tanya Haruka heran, Karena ia memperhatikan, bahwa wajah Kakek, Papa dan Kakaknya banyak kemiripannya, tapi ketika melihat gambar neneknya dan mengingat wakha Mamanya, gak ada kesamaan.
Terdengar tawa Hazel yang menggema dj ruangan Papanya itu.
"Hahahah, Haruka, jelas berbedalah, Nenek dan Mama keturunan orang berbeda, Mama keturunan Eropa yang memiliki mata abu-abu dan ith sangat lah langka, hanya Mama kita yang punya, Nenek mata hitam bercampur coklat, keturunan asli Indonesia, benar kan Pa? " tanya Hazel
"Benar sayang, Kalau mata Papa? " tanya Richard
"Mata Papa sama dengan mata kita, Aku dan Haruka sama-ama memiliki mata Hazel, ith karena keturunan dari kakek, yang berasal dari Spanyol, " ucap Hazel
"Kok tahu kalau Kakek dari Spanyol? " tanya Richard
__ADS_1
"Nih ada tulisannya, biodata kakek dan Nenek, hahhaha" tawa Hazel pecah begitu juga dengan Richard, ia tak. menyangka jika anakny akan secerdas itu di usianya
yang masin belia.