
Jam 4 telah tiba, seluruh keluarga sudah berkumpul, hanya saja... Mereka menunggu kedatangan Richard, sebagai tokoh utama dalam pertemuan keluarga itu.
"Apakah kau yakin anak itu akan datang,? " Tanya Robert
"Tentu, anak itu sudah mengatakan akan datang, entah kenapa ia terlambat begini, " Ucap Debby
"Aku harus pergi sayang, Maafkan Papa ya nak,?" Richard hanya bisa mengelus kepala putri nya yang sudah tertidur, Ya ... Haruka sedang demam sejak tadi siang, Karena itu lah Richard terbang ke pulau dan membawa dokter, dokter yang sudah tahu akan rahasianya.
"Jaguar, jaga mereka... Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan menjemput kalian semua, aku harap kau bisa mengerti, " Ucap Richard pada sahabat sekaligus kaki tangannya itu
"Tuan jangan cemas, aku akan menjaga mereka dengan sepenuh hati. Fokuslah pada tujuan anda, menangkan dan ambil hak anda, " Ucap Jaguar dengan penuh dukungan
"Kau yang selalu mengerti aku, Terimakasih ... Terimakasih atas kesetiaan mu selama ini, " Richard menepuk bahu Jaguar, dan semua itu di dengar oleh Selena.
Selena tak pernah melihat wajah sedih Richard selama ini, tapi... Melihat Richard yang sedih saat berada di dekat Haruka, hatinya tersentuh, ia merasa menyesal karena selalu menyalahkan nya atas ke terkurungnya dirinya dan anak-anak, Padahal... Richard melakukan itu demi cintanya padanya dan juga anak-anak nya.
"Aku akan segera pergi, aku yakin... Mereka sekarang sudah berkumpul, Laura sudah mengerti akan keadaan ku, malah dia membantu ku untuk menberikan jawaban pada Paman Wilson, " Ucap Richard
"Baguslah, jika begitu Tuan, setidaknya... Tuan Wilson tidak memusuhi anda saat ini, " Ucap Jaguar
"Aku akan menemui Selena, lalu akan pergi, " Ucap Richard
Richard pun melangkah meninggal kan Jaguar, bersamaan dengan itu Selena berlalu dan menuju ke kamarnya, ia mendengar Richard akan ke kamarnya, Namun ... Sebelum Selena masuk, suara Richard sudah menghentikan nya.
"Sayang, " Panggil Richard yang membuat kaki Selena terhenti.
"Iya, Mas... Apakah Mas sudah mau pergi,? " Tanya Selena berusaha memahami Richard, namun... Beda tanggapan Richard, ia seolah di sindir oleh sang istri.
''Apakah kau masih marah padaku, ak_" Sebelum Richard menerus kan kata-katanya, Selena menutup bibir sang suami dengan bibir nya, memberinya ciuman yang selama ini Richard sukai.
__ADS_1
"Aku tidak pernah marah padamu, aku mencintaimu Rich... sangat mencintai mu, hanya saja... kadang aku cemburu dengan kedekatan mu dengan wanita lain, Aku cemburu Rich'' ucapan Selena tentu membuat Rich mengerti.
''Aku hanya mencintai mu sayang, percayalah'' Ricard mengusap lembut bibir Selena.
''Kau kehidupanku, nyawaku, Kalian adalah duniaku, Percayalah ! apa yang aku lakukan semuanya demi kalian, " ucap Rich menatap sendu pada Selena
"Senyuman mu adalah semangat ku, Tawa kalian adalah kekuatan bagiku, dukung aku sayang... dukung aku untuk melakukan semua" Rich yak sanggup, Ia memeluk Selena dengan begitu erat. Tanpa sadar... Rich meneteskan air matanya.
"Aku tahu, Maafkan aku karena tidak memahami mu, Padahal aku tahu, banyak. luka yang harus kau rasakan, Berbagi lah denganku!" pinta Selena seraya menangkup wajah Richard
Tatapan keduanya slaing bertemu satu sama lain.
Richard pun membawa Selena ke dalam kamarnya padahal ia tahu, kedatangan nya saat ini sedang di nanti.
"Ayahku mati karena di bunuh, dan pembunuh nya adalah ayah ku yang saat ini" tentu ucapan itu mampu membuat Selena faham akan semuanya. Ungkapan itu saja sudah cukup membuat Selena faham alasan kenapa keberadaan nya di rahasiakan.
"Tidak apa-apa, Aku senang melihat mu tersenyum, Marah lah padaku karena itu adalah bentuk dari kasih sayangmu, Kau tak akan marah jika kau tak. mencintai ku, Sayang... aku pergi, mereka sedang menunggu saat ini, Percaya lah padaku, aku akan membawa kalian, " ucap Rich dengan sesekali menyingkirkan rambut Selena
Selena menganggu kan kepalanya.
"Salam sayang untuk anak-anak kita, Aku sayang mereka, mereka adalah hidupku juga, " imbuh Richard seraya berdiri dari duduknya lalu ia mengecup kening Selena.
Langit senja kini menyapa, menyisihkan sinar mentari yang kian akan tenggelam. Perlahan tapi pasti, Warna jingga itu sudah berganti dengan gelap, Malam telah menyapu siang, Pesawat pribadi sudah terbang sedari tadi, Namun.... bayangan Richard masih terus bermain di ingatan nya.
'Apa yang sebenarnya kau alami, Rich. Tidak kah kau berbagi semua denganku,?' bathin Selena seraya menatap langit yang susah gelap, dan bulan kini telah nampak bersinar.
Tak ingin larut dalam kesedihan... Selena keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Haruka.
''Ma, Apakah tadi Papa datang, ?'' tanya Hazel
__ADS_1
Seketika Selena terdiam, Hazel selalu merasakan kedatangan sang Papa datang.
''Kau selalu berkata begitu, tahu dari mana sayang,?'' tanya Selena
''Parfum, bau parfum ini ... tidak ada di antara kita yang memakai parfum ini, ini pasti bau parfum Ayah, iya kan Ma... diakan dia sekarang? kenapa ia tidak menemuk Hazel, ?'' tanya Hazel
''Sayang, dengar kan Mama. Tadi Papa sudah ingin menemuimu sayang, Tapi... Tiba-tiba saja, Papa dapat telfon dan harus segera kembali, Tapi dalam seminggu ini, Papa akan membawa kita keluar dari pulau ini, Kita akan tinggal di kota, dan kau akan sekolah bersama banyak teman, Kau suka kan sayang, ?'' tanya Selena dengan bibir tersenyum merekah.
''Benarkah? Apa Papa juga akan tinggal dengan kita?'' tanya Hazel dengan berbinar
''Tentu, dia akan tidur dengan kita setiap malam, '' ucap Selena bersamaan dengan tatapannya yang bertemu dengan tatapan Jaguar.
Lama mereka saling bertatap, Namun... Jaguar langsung mengalihkan pandangan nya.
''Hazel, mari kita makan malam dengan paman, Mama mah menyuapi adik Haruka dulu, '' ucap Jaguar
''Ye... ye... Hazel akan bertemu dengan Papa, Hazel akan tinggal sama Papa, '' ucap bahagia Hazel seraya berjalan dengan sedikit melompat kan tubuh nya karena bahagia akan bertemu sang Papa.
''Sekarang Nona sudah tahu alasan Tuan menyembunyikan Nona, Tuan muda dan juga Nona putri, Jadi... berikan Tuan semangat, Karena dalam seminggu ini, Tuan tidak akan bisa datang, Ia akan berusaha melumpuhkan ayah tirinya'' ucap Jaguar membuat perasaan Selena tak karuan.
Selena memang ingin kebebasan, tapi jika harus mengorbankan keselamatan sang suami, Selena juga tak ingin. Selena mencintai Richard seperti Richard mencintai dirinya.
...----------------...
''Richard, Apakah kau baik-baik saja, Kenapa Mama hubungi ponselmu gak aktif, ?'' tanya Debby yang sudah tenang karena melihat kedatangan Richard.
Tanpa menjawab Richard hanya menunjukkan ponselnya yang mati.
''Kak Richard,'' panggil seorang anak kecil seraya berlari kearah Richard, Richard yang juga menyayangi anak kecil itu langsung merentangkan kedua tangannya dan membawa anak kecil itu dalam pelukan nya.
__ADS_1