
Pagi itu tepat pukul sembilan pagi, Jack mendadak hadir di kediaman Adreson. Di Sana dia bertemu dengan Keithen yang hendak mau pergi ke sebuah acara.
“Eh ada Jack.” Sapa Keithen sambil berjalan turun menapaki anak tangga menuju pintu depan.
“Selamat pagi tante.” Jack membalas sapaan Keithen.
Ia lalu berjalan menghampiri Keithen dan bertanya soal Aluna.
“Tante apa Aluna ada?” Tanya Jack sambil mencium punggung telapak tangan Keithen dengan sopan.
“Aluna masih tidur. Aku nggak tau dia pulang jam berapa tadi malam, tapi sepertinya dia pulang dini hari.” Jawab Keithen.
“Jadi Aluna masih di kamar ya?” Tanya Jack.
“Iya, aku juga nggak tau Jack, dia sudah bangun atau belum. Coba kamu tengok sendiri ke kamarnya, tante udah keburu-buru mau pergi jadi kamu naik aja sendiri.” Begitu percayanya Kaithen kepada Jack hingga dia mempersilahkan Jack untuk menemui Aluna sendiri di kamarnya.
“Baik tante.” Ucap Jack.
“Ya udah tante pergi dulu ya, Jack. Bye... Bye…” Keithen pun kembali melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar.
Sementara saat itu di rumah hanya ada Aluna bersama dengan para pekerjanya yang bekerja di kediaman Andreson. Jack segera naik ke atas untuk menemui Aluna di kamarnya.
Tok, tok, tok,
Jack mengetuk pintu setelah dirinya sampai di depan kamar Aluna dan membuat Aluna terbangun. Aluna mengerjapkan matanya berkali-kali dan melihat sinar matahari yang masuk dari sela-sela gorden yang ada di kamarnya, ia juga menguap dan merasa waktu istirahatnya belum cukup lama.
“Siapa?” Teriak Aluna dari dalam kamar.
Namun Jack sengaja tidak mau menjawab agar Aluna mau membuka pintu kamarnya tersebut, dia paham betul bagaimana sikap Aluna dan pastinya Aluna tidak akan mau bertemu dengan Jack jika dia tau Jack sedang berada di sana.
Jack terus sengaja mengetuk pintu kamar Aluna, ketukannya pun semakin kencang dan terdengar begitu sangat mengganggu. Sehingga Aluna memutuskan untuk bangun lalu bangkit berdiri untuk membuka pintu.
“Iya sebentar!” Seru Aluna dengan wajah yang sangat kesal karena waktu istirahatnya terganggu.
__ADS_1
Sampailah Aluna di pintu, ia pun segera membuka kunci pintu kamarnya.
Cklek!
Kedua matanya pun langsung terbelalak lebar saat melihat wajah Jack yang ada di hadapannya. Tanpa berkata apapun Aluna mencoba untuk segera menutup pintu kamarnya lagi karena dia tidak ingin bertemu dengan Jack.
Namun usahanya gagal saat Jack berhasil menahan pintu tersebut. Aluna mendorong dengan sekuat tenaga sementara Jack terus menahan pintu itu agar pintu tersebut tidak tertutup.
“Sana pergi! Aku nggak mau melihat kamu di sini!!” Teriak Aluna dari dalam kamar dan terus berusaha mendorong pintunya.
“Aluna aku minta maaf. Please, jangan seperti ini. Kasih aku kesempatan ngomong sama kamu.” Seru Jack yang juga berusaha menahan pintu kamar tersebut.
“Nggak! Aku nggak mau lihat kamu! Cepat pergi dari sini!” Seru Aluna.
Aluna terus berusaha namun apalah daya tenaganya kalah kuat dari Jack hingga akhirnya Jack pun berhasil membuka pintu kamar Aluna. Jack kemudian cepat-cepat masuk ke dalam.
“Pergi! Aku nggak mau lihat kamu!!” Teriak Aluna lagi yang kemudian menjauh dari hadapan Jack.
“Jack, udah ya. Tolong banget, jangan pernah kamu ikut campur soal hidup aku!” Kata Aluna.
“Tidak, biar bagaimanapun aku harus menjagamu dari siapapun, karena aku mencintaimu!” Tegas Jack.
“Jack! Aku ini gak cinta sama kamu! Kamu itu bukan siapa-siapa aku, dan kamu nggak bisa seenaknya aja mengatur hidupku seperti ini!!” Pekik Aluna meninggikan nada suaranya.
Jack tertegun saat setelah dirinya mendengar perkataan Aluna tadi. Kedua mata Jack memicing dan tatapannya begitu tajam hingga menunjukan bahwa dirinya sangat geram pada Aluna. Tak hanya itu saja Jack berdiri menghadap Aluna dengan kedua tangan yang mengepal kuat. Perlahan dia berjalan mendekati Aluna dan mengunci pergerakannya ke dinding kamar hingga membuat gadis itu tak bisa berkutik sama sekali. Wajahnya terlihat tegang dia takut jika Jack akan melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
“Jack, mau apa kau! Tolong menjauh dari hadapanku sekarang!” Pinta Aluna yang terlihat buncah.
Namun Jack acuh, dia tak peduli dengan ucapan Aluna saat itu.
“Jack! Please!” Aluna kembali memohon dengan wajah memelas.
Sejenak ditatapnya lurus kedua bola mata Aluna, tangannya terangkat kuat dan tiba-tiba mengapit kedua pipi Aluna dengan sangat kencang.
__ADS_1
“Aku benci kau bicara seperti itu! Ku peringatkan padamu jangan pernah kau bicara itu lagi! Apa kau mengerti?!!” Kata Jack dengan tatapan yang semakin tajam.
Sambil meronta Aluna terus mengatakan kalau dirinya tidak pernah mencintai Jack sama sekali sehingga membuat Jack naik pitam. Dengan kasar Jack menghentakkan wajah Aluna begitu saja hingga membuat Aluna menangis kesakitan. Jack kembali mengepalkan kedua tangannya namun tiba-tiba Jack menghantam keras dinding tepat di sebelah wajah Aluna sampai tangan Jack terluka.
“Aku tidak akan pernah melepaskanmu dan ku pastikan secepatnya kau kan ku jadikan istri!” Ucap Jack dengan tatapan tajam lalu pergi sambil menendang kursi rias Aluna begitu kasar. Bahkan Jack juga keluar dari kamar sambil membanting pintu dengan sangat keras.
Selepas Jack pergi Aluna pun duduk disisi tempat tidur, butiran demi butiran air matanya mengucur deras keluar membasahi kedua pipi. Jantung Aluna berdenyut nyeri, tubuhnya limbung sampai nyaris jatuh. Ia semakin membenci Jack akan sikapnya yang semakin lama semakin keterlaluan.
“Aku nggak akan pernah sudi dijadikan istrinya! Dia pikir aku ini siapa?! Hisk… Hisk… Hisk…” Aluna terisak-isak menangis mengingat perlakuan Jack yang sangat kasar, hingga dia tak sadar jika di belakang ada seorang pelayan membawa nampan berisi secangkir susu hangat. Pelayan itu tak lain adalah Bu Laksmi.
Bu Laksmi tercengang saat melihat Aluna duduk disisi tempat tidur sambil menangis. Segera dia meletakkan nampan itu di atas nakas lalu berjalan menghampiri Aluna.
“Non, ada apa? Kenapa Nona menangis?” Tanya Bu Laksmi bingung.
Seketika Aluna terdiam, dia menyeka air matanya yang terus keluar.
“Ti—tidak apa-apa bi.” Aluna mencoba menutupi kesedihannya.
“Saya kemari membawakan segelas susu hangat untuk Nona.” Terang Bu Laksmi.
“Letakan saja di atas meja bi.” Pinta Aluna yang suaranya terdengar serak.
Bu Laksmi lalu duduk di sebelah Aluna. “Non, apa Nona sedang ada masalah dengan tuan Jack? Tadi saya bertemu dengan Tuan Jack saat mau mengantarkan minum ke kamar Nona dan wajah Tuan Jack seperti sedang marah.” Ucap Bu Laksmi.
“Sudah lah bi, jangan membicarakan tentang dia lagi. Aku tak mau mendengar namanya disebut di rumah ini.” Pinta Aluna hingga membuat Bu Laksmi langsung tutup mulut.
Sebenarnya seluruh penghuni rumah tak terkecuali dengan para pekerja yang bekerja di kediaman Andreson sudah tau jika Aluna akan dijodohkan dengan Jack dan hanya Aluna sajalah yang tidak tahu mengenai kabar tersebut. Tak ingin membuat larut dalam kesedihan, Bu Laksmi kemudian pamit pergi keluar dari kamar Aluna.
Bersambung…
__ADS_1