ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
550. 000. 000. 000


__ADS_3

Akan tetapi harapannya tak sesuai dengan realita. Paman Hazan tidak bisa membantu keadaan mereka, paman Hazan justru malah setuju dengan keputusan yang diambil oleh Andreson.


“Papa kalian itu benar. Harusnya kalian berdua mendukung keputusan dia. Mencari uang dengan jumlah lima ratus lima puluh milyar itu nggak mudah loh. Toh, masih ada satu perusahaan yang masih kalian pengang untuk kehidupan kalian selanjutnya. Bukannya paman tidak mau membantu, tapi modal usaha paman sudah terlanjur paman investasikan semuanya, dan sisa dari modal pun tidak akan cukup untuk membantu menutup kerugian kalian.” Terang paman Hazan.


“Owh, baik paman. Ya sudah kalau begitu. Maaf sudah mengganggu waktu paman.” Ucap Aluna sebelum memutuskan panggilan tersebut.


“Iya, Lun tidak apa-apa. Paman ikut prihatin dengan kabar ini. Tapi nanti paman akan bantu transfer sedikit uang buat kalian.” Kata Hazan.


“Baik paman. Terima kasih.” Aluna kemudian memutus panggilan tersebut.


“Sudah aku bilang kan, nggak ada yang bisa bantu kita kecuali Jack! Kakak akan temui Jack sekarang.” David pun segera bergegas pergi meninggalkan Aluna.


Sungguh Aluna sangat kecewa, dia tak menyangka akan seperti ini. Tadinya dia merasa hidupnya sudah tenang karena Jack sudah tak lagi mengusik kehidupannya, tapi nyatanya salah. Entah bagaimana Tuhan mengatur skenario ini.


Kurang dari satu jam kini mobil yang David naiki telah sampai di kantor Jack. Dia segera turun dari mobilnya dan berjalan cepat untuk masuk ke dalam gedung kantor tersebut.


Nampah terlihat ada dua orang pria bertubuh besar berdiri di sisi pintu ruangan Jack. Seketika mereka menghentikan langkah kaki David.


“Berhenti! Siapa kau dan ada perlu apa kau datang kemari?” Tanya Salah satu bodyguard tersebut.


“Aku mau bertemu dengan bos kalian! Dimana dia?!” Seru David.


“Apa sebelum kau sudah ada janji dengan bos?” Tanya salah satu penjaga itu lagi.


“Belum! Tapi aku mau bertemu dengan dia sekarang!” Pinta David.


“Tunggu sebentar! Aku akan temui bos dulu, jadi kau tetap tunggu di sini dan jangan berani-beraninya masuk ke dalam!” Perintah kedua anak buah Jack.


“Baik saya akan tunggu di sini, cepat panggilkan Jack!” Pinta David dan kedua anak buah yang berjaga di depan pun segera masuk menemui Jack di dalam ruangan.


Beberapa detik kemudian, keluarlah Jack dari dalam ruang kerjanya sambil didampingi oleh salah satu anak buahnya yang berjalan di belakang tubuhnya. Kali ini dugaan David salah, ia mengira Jack akan marah saat bertemu dengan dirinya. Tapi kenyataannya berbeda, Jack malah terlihat ramah saat menemui David saat itu.


“Hallo saudara ku…” sapa Jack yang kemudian mengajak David berjabat tangan lalu merangkul tubuh David layaknya seperti sahabat.


David tertegun dia justru merasa canggung saat melihat sahabatnya tengah bersikap ramah menyambut kedatangannya waktu itu.

__ADS_1


“Ternyata dugaanku salah, ku pikir dia akan benci melihat aku datang kemari.” Batin David yang wajahnya terlihat bingung.


“Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu.” Tanya Jack setelah melepas dekapannya.


“Jack, aku kedatanganku kemari karena aku mau…” mendadak David menggantungkan ucapannya.


“Sssttt! Jangan bicara di sini. Mari kita bicarakan di dalam aja.” Pinta Jack yang kemudian mempersilahkan David masuk kedalam ruangan kerjanya.


Salah satu anak buah Jack lalu membuka pintu ruang kerja tersebut, Jack dan David kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu. Selepas kedua pasang kaki itu sudah berada di dalam ruangan nampak terlihat ada seorang wanita yang tengah duduk di depan meja kerja Jack membelakangi mereka. Bentuk tubuh wanita itu seperti tidak asing bagi David. Awalnya David bingung karena Jack mempersilahkan dirinya masuk ke dalam ruang kerjanya saat sedang ada tamu disana.


“Jack tapi…” David menggantung ucapannya lagi.


“Sudah, cepat duduk saja.” Pinta Jack menyuruh David duduk di sebelah wanita tersebut.


Akan tetapi ketika David hendak manarik kursi yang bersebelahan dengan wanita itu dia tiba-tiba terkejut.


“Mama!” Ucap David lirih sambil mengernyitkan dahinya.


“David.” Sapa seorang wanita yang sedari tadi duduk di depan meja kerja Jack.


“David, kau tak perlu kaget seperti ini. Aku sudah tau semuanya dari cerita Nyonya Keithen.” Sahut Jack yang memberikan penjelasan.


“Duduklah.” Pinta Jack lirih.


David kemudian duduk dan mereka semua pun langsung bercakap-cakap membicarakan topik mengenai pelelangan perusahaan Andreson.


“Jadi begitu lah keadaan kami sekarang Jack.” Kata Nyonya Keithen sambil berderai air mata.


“Aku ikut prihatin dengan kabar ini. Tapi kalian jangan  khawatir, aku akan pinjamkan beberapa sahamku untuk membantu menstabilkan keuangan perusahaan Tuan Andreson.” Ucap Jack yang terlihat berwibawa.


Mendengar itu Keithen dan David napak senang mereka berdua pun saling menatap. Mereka tak menyangka kalau ternyata dengan mudah Jack mau membantu kesulitan yang sedang mereka hadapi saat ini.


“Jack, terima kasih sekali karena kamu sudah mau membantu kami. Aku nggak tau harus bilang apa lagi sama kamu, mungkin ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk kebaikan mu ini.” Tutur Keithen dengan wajah senang.


“Sama-sama Nyonya, sudahlah jangan berlebihan seperti itu. Bukankah aku ini sudah kalian anggap seperti saudara kalian sendiri?” Cakap Jack.

__ADS_1


“Tidak hanya sekedar saudara, kau sudah aku anggap seperti anak aku sendiri Jack. Sekali lagi terima kasih ya nak.” Tutur Keithen yang tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Jack.


“Jack, sebelumnya terima kasih karena kau sudah mau membantu kami dan kedatanganku kemari aku juga ingin meminta maaf kepadamu soal…” Kata David yang kembali menggantukan perkataannya lagi.


“David, sudah lah. Kita tidak perlu membahas itu lagi. Kita dulu memang sempat berselisih, tapi yang lalu biarlah berlalu. Mari kita fokus untuk membantu menstabilkan keuangan Tuan Andreson.” Kata Jack yang membuat Keithen terharu melihat kebaikan Jack.


“Tapi Nyonya.” Imbuh Jack yang seketika langsung mengalihkan perhatian kedua tamunya waktu itu.


“Iya, ada apa Jack? Apa yang ingin kau katakan?” Tanya Keithen heran.


Jack mendadak bangkit berdiri lalu berjalan perlahan mendekati Nyonya Keithen.


“Nyonya Keithen sebelum aku meminjamkan beberapa sahamku kepada anda, apakah aku akan di perbolehkan untuk menikahi Aluna? Putri Nyonya yang cantik itu?” Tanya Jack.


Deg!


Entah kenapa saat Jack berkata seperti ini David tiba-tiba memiliki firasat buruk, ia seakan tak rela jika adiknya akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai dan bahkan adiknya juga pernah berkata kalau dirinya sangat membenci Jack.


Tapi Keithen justru sangat antusias, sebab sejak awal dia memang berniat ingin menjodohkan Aluna dengan Jack. Tanpa berpikir panjang Keithen pun langsung menyetujui permintaan Jack.


“Astaga Jack, apa kau serius mau menikah dengan Aluna?” Tanya Keithen dengan wajah yang terlihat riang.


“Serius Nyonya. Apa wajahku terlihat sedang bercanda saat ini?” tanya Jack.


“Bukan, bukan seperti itu Jack. Aku justru merasa senang karena selama ini aku memang ingin menjodohkan kamu dengan Aluna.” Terang Keithen.


“Sungguh?!” mimic wajah Jack seketika berubah bahagia.


“Iya,” Keithen mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum menyeringai.


“Nyonya, kalau begitu segera percepat acara pernikahan untuk kami. Sudah lama aku menyukai Aluna.” Kata Jack yang terdengar menggebu.


“Kau tak usah khawatir ya, sepulang dari sini aku akan bicarakan ini dengan suamiku. Aku yakin dia juga pasti akan setuju.” Keithen memberikan harapan kepada Jack yang entah apa yang akan terjadi nantinya.


 

__ADS_1


Bersambung…


 


__ADS_2