ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
Mabuk Berat


__ADS_3

Tatkala setelah mendapatkan kabar bahwa kini David sedang berada di Clubing di kawasan Kota, Aluna segera meluncur kesana untuk menjemput kakaknya bersama dengan sang supir. Kurang dari tiga puluh menit akhirnya Aluna sampai, ia pun segera menemui David di dalam club tersebut.


Dari pintu masuk nampak terlihat David yang sudah tidak sadarkan diri akibat pengaruh minum minuman beralkohol yang telah dia teguk terlalu banyak.


“Astaga kakak!” seru Aluna yang kemudian berlari mendekati David.


Ia lalu meminta bantuan kepada sang supir dan juga salah satu security yang ada di sana untuk menuntun David masuk ke dalam mobilnya. Setelah David sudah berada di dalam mobil, mereka pun kemudian pergi meninggalkan gedung club tersebut.


Beberapa menit kemudian kini mereka telah sampai di rumah. Dengan dibantu oleh pak supir Aluna berusaha menurunkan tubuh David dari dalam mobil lalu membawanya masuk ke


dalam rumah. Tapi selesai menidurkan tubuh David ke sofa ruang tamu tiba-tiba Andreson datang menghampiri Aluna.


“Anak yang tidak tau diuntung!” Ucap Andreson tanpa menatap kedua anaknya.


Aluna hanya terdiam sambil melirik ke arah ayahnya tersebut.


“Sudah berapa botol yang dia habiskan?” Tanya Andreson sambil bersedekap.


“Aku tidak tau soal itu?!” Jawab Aluna singkat.


Andreson lantas pergi begitu saja dari ruang tamu dengan wajah yang nampak marah. Sementara Aluna mengutus pak supir dan juga penjaga rumah untuk memindahkan David ke kamar.


Keesokan harinya Aluna bangun dan langsung pergi menemui David di kamarnya. Dia ingin melihat kondisi kakaknya saat itu.

__ADS_1


Tok, tok, tok…


Aluna mengetuk pintu kamar David, akan tetapi tak ada pergerakan atau respon dari dalam kamar, ia kemudian memutuskan untuk membuka pintu kamar itu sendiri.


Cklek!


Pintu kamar kini telah di buka, nampak terlihat David yang masih tertidur nyenyak berselimutan. Ia lalu berjalan mendekati tempat tidur David dan kemudian duduk disisi tempat tidur tersebut.


“Kak,” Aluna memanggil David sambil mengguncangkan pelan tangan sang kakak.


David mengerjapkan berulang kali kedua matanya yang masih nampak sedikit buram. Kepalanya terasa pusing akibat pengaruh dari mabuk tadi malam.


“Aluna,” ucap David lirih yang kemudian menyandarkan tubuhnya di bahu tempat tidur.


“Iya, pusing banget.” Jawab David.


“Mungkin karena tadi malam kakak minum minuman keras terlalu banyak.” Ucap Aluna.


Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara ribut dari lantai bawah. Aluna dan David pun langsung berlari keluar kamar dan betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat sang ayah telah tergeletak di bawah lantai.


“Papa!” Teriak Aluna panik yang seketika langsung turun menghampiri Andreson di lantai bawah dengan wajah cemas tak terkecuali juga David yang ikut berlari menghampiri kedua orang tuanya.


Sesampainya di lantai bawah wajah Keithen terlihat syok dan tegang. Dia hanya duduk mematung dengan nafas tersengal. David mencoba menenangkan ibunya walaupun kepalanya kala itu masih terasa sedikit pusing. Dia lalu mengutus salah satu pelayannya yang berkerumun saat itu untuk mengambilkan air minum.

__ADS_1


“Cepat tolong ambilkan air minum untuk mama!” Pinta David panik.


Selepas mengutus pelayannya dia kemudian memanggil penjaga rumah dan juga sang supir untuk membantu memindahkan tubuh Andreson ke kamar. Sementara Aluna segera menelpon dokter khusus keluarga agar Andreson segera mendapatkan penanganan. Entah situasi apa yang kala itu sedang terjadi hingga Andreson bisa tergeletak di lantai.


Semua yang berada di rumah itu terlihat panik, tak terkecuali juga dengan para pekerja yang bekerja di sana, sebab baru kali ini mereka melihat situasi yang tegang di rumah tersebut. Bu Laksmi duduk mendampingi Keithen yang tubuhnya lemas dan belum ada salah satu orang yang berani bertanya saat itu.


Sekitar dua puluh menit lamanya dokter keluarga datang dan langsung memeriksa kondisi Andreson saat itu. Untungnya saja Andreson hanya pingsan karena mengalami panik yang berlebihan. Dokter kemudian memberikan resep obat untuk Andreson, dan setelah situasi sudah mulai kondusif David lalu bertanya kepada Keithen mengenai kondisi yang terjadi.


Kaithen lalu menjelaskan sambil menangis terisak mengingat musibah yang didapatkan tadi sebelum Andreson hendak mau berangkat kerja.


Ternyata gudang tempat penyimpanan mengalami kebakaran hebat dan menewaskan beberapa karyawannya. Kebakaran itu terjadi begitu cepat dan membuat gudang ludes terbakar tanpa tersisa satu barang pun. Mendengar kabar tersebut Aluna dan David ikut syok, adik kakak itu seakan tak percaya dengan berita yang baru saja di dengarnya. Bagaimana tidak, sebab hanya barang-barang yang ada di dalam gudang itu lah modal utama dari semua perusahaan-perusahaan yang Andreson miliki.


Mereka semua bingung, begitu pula dengan David yang akhir-akhir ini sedang memiliki banyak masalah. Tak hanya masalah di kantor saja yang sedang dia pikirkan, dia juga sedang mempunyai masalah di bisnis ilegalnya yang dia jalani bersama Jack. Namun sejak baku hantam itu terjadi, Jack tiba-tiba saja memutus kerja samanya dengan David hingga membuat David bingung karena polisi kini sedang mengusut kasus mengenai pencucian uang dan juga kasus soal jual beli organ tubuh manusia. Dan jika kasus tersebut sampai di ketahui oleh orang-orang penting maka akan berdampak buruk di perusahaan ayahnya, mungkin saja status perizinan akan dicabut dan semua investor akan menarik sahamnya kembali sehingga membuat perusahaan ayahnya tersebut bisa bangkrut seketika. Sementara selama ini hanya Jack yang bisa mengelabui para petugas untuk menutup khasus mengenai bisnis illegal yang mereka jalani. Jack juga pandai dalam menangani kasus yang sedang dialami David. Tapi apa lah daya, hubungan Jack dan David saat ini sedang tidak baik. Maka dari itu David bingung harus meminta bantuan kepada siapa lagi dan bahkan di luar sana David memiliki banyak musuh ketua mafia saat ini.  


Bisnis sampingan haram seperti ini tidak ada satu anggota keluarga pun yang tahu. David benar-benar menutup rapat-rapat mengenai bisnis illegal ini. Mungkin bisa saja David hidup normal seperti orang pada umumnya dengan menggunakan uang yang dihasilkan dari kerja kerasnya membangun perusahaan ayahnya selama ini. Tapi bukan David namanya jika dia sudah puas hanya dengan mendapatkan satu sumber tempat penghasilan saja, dia tak mau dipandang sebagai orang kaya yang hanya mengandalkan dari harta warisan sang ayah saja.


Selepas obat di tebus oleh salah satu anak buah David, kondisi Andreson kini sudah mulai membaik. Namun wajahnya masih pucat dan terlihat tegang. Dia memikirkan tentang nasib karyawan-karyawannya yang bekerja di perusahaannya sedangkan saat ini perusahaannya tengah di ambang kebangkrutan. Keempat perusahaan yang sudah susah payah dia bangun pun harus terpaksa gulung tikar dan dia merasa akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang sedang dialami.


 


Bersambung…


 

__ADS_1


 


__ADS_2