ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
Peristiwa Kecelakaan


__ADS_3

Sebab pikirannya terus memikirkan perasaan Kevin, dia takut jika Kevin akan beranggapan buruk tentangnya. Kedua mata Jack terus memperhatikan Aluna dari arah samping, dia mulai mengira-ngira tentang perasaan gadis dengan pria tadi.


“Di lihat dari caramu ini sepertinya kau memiliki rasa dengan pria itu? Apakah itu benar, Aluna?” Jack kembali bertanya dengan nada suaranya yang terdengar jengkel.


“Bukan urusanmu!” Ketus Aluna tanpa menoleh sedikitpun ke arah Jack.


“Itu akan jadi urusanku karena aku mencintaimu!!” Seru Jack.


Sontak Aluna membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kedua mata Jack, “Sudah ku bilang, jangan pernah ikut campur tentang hidupku lagi!” Aluna mendengus kesal dan seketika ia langsung memalingkan wajahnya kembali ke jendela mobil.


Jack terdiam, dia tak berkutik sama sekali dan wajahnya nampak sedang membekukan emosinya hingga dia pun memutuskan untuk langsung menutup mulutnya begitu saja.


Saat itu perjalanan masih kurang satu kilometer lagi untuk Aluna bisa sampai ke kampus, tapi karena sudah dongkol dengan sikap Jack mendadak Aluna minta untuk diturunkan saat itu juga.


“Pak, tolong berhenti disini aja!” Pinta Aluna kepada supir pribadi Jack.


Seketika Jack menoleh ke arah Aluna sambil mengernyitkan dahinya.


“Kenapa turun disini? Kita belum sampai! Biar aku antarkan kau sampai di kampus!” Cetus Jack.


“Nggak perlu! Aku bisa jalan sendiri sampai ke kampus! Pak, cepat menepi!” Pinta Aluna lagi.

__ADS_1


Tatkala sang sopir itu pun segera menepikan mobilnya, Aluna lalu  cepat-cepat turun dari mobil Jack tanpa menyuarakan satu patah kata pun sambil menutup pintu mobil tersebut dengan keras.


Sementara Jack langsung membuka jendela pintu kacanya dia terus memperhatikan langkah Aluna yang mulai menjauh dari mobilnya tersebut. Jack lalu mengambil sebuah ponsel di dalam saku jas kerja yang kini sedang dia kenakan. Entah siapa orang yang hendak akan dia hubungi.


***


Tiga hari berlalu sejak kejadian itu Aluna tak bisa menghubungi Kevin sama sekali. Dia pun mencoba untuk mencari tahu mengenai identitas Kevin. Namun setelah Aluna berhasil menemukan alamat rumah Kevin dia tercengang saat melihat kondisi rumah itu tengah ramai di datangi oleh warga sekitar.


Aluna segera berjalan mendekati rumah Kevin. Sesampainya di ambang pintu rumah tersebut nampak terlihat Kevin yang sedang duduk dengan menghadap ke peti jenazah. Aluna berusaha mendekati Kevin lalu menyentuh pundak Kevin.


Pria itu menoleh ke belakang dan dia terkejut saat melihat Aluna tiba-tiba ada di rumahnya. Kevin lalu berdiri dan spontan langsung memeluk tubuh Aluna sambil menangis terisak wajahnya terlihat begitu terpukul.


“Makasih Nona. Wanita yang kini sudah tidur dengan tenang di dalam peti ini adalah ibuku.” Kevin berusaha memberitahu kepada Aluna walau kala itu jiwanya sedang tidak baik-baik saja karena kematian sang ibu.


Kedua orang tua Kevin beberapa hari yang lalu mengalami kecelakaan hebat. Ayahnya kini sedang kritis dan di rawat di rumah sakit, sementara nyawa sang ibu tidak tertolong saat sedang di larikan di rumah sakit. Motor butut berwajah tua yang sering digunakan untuk menjemput Aluna telah hancur tak berwujud.


Menurut keterangan dari saksi yang melihat peristiwa itu mengatakan kalau ada sebuah mobil yang sengaja menabrak mereka berdua. Istri dari pemilik motor itu terpental jauh hingga 200 meter, sementara pengendara motor itu terseret tak jauh dari motornya dan hingga kini polisi sedang mencari pelaku tabrak lari tersebut.


Mendengar cerita itu membuat Aluna tercengang, dia pun juga merasa iba atas musibah yang kini sedang di alami oleh keluarga Kevin. Gadis itu lalu menemani Kevin hingga pemakaman sang ibu selesai. Sementara adik Kevin masih berada di rumah sakit untuk menemani ayahnya yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.


“Kamu yang kuat ya, Vin. Aku tau kamu bisa lalui ini semua kok.” Kata Aluna yang berusa memberikan semangat untuk Kevin lagi.

__ADS_1


“Terima kasih Nona.” Jawab Kevin.


Kevin memang bukan orang terkaya dan terhebat seperti Jack, tapi dia tidak hanya tinggal diam atas musibah yang dialami oleh kedua orang tuannya hingga sampai membuat ibunya harus meregang nyawa atas peristiwa tersebut. Setelah kejadian itu dia terus berusaha mencari pelaku tabrak lari karena dia masih belum menerima kepergian sang ibu.  


Sementara semakin hari hubungan Kevin dan Aluna semakin dekat, tiada hari yang tidak pernah mereka lewati berdua. Aluna dan Kevin sama-sama saling mengisi kekosongan di hari-hari mereka. Namun sayangnya status mereka masih belum jelas. Hingga kini Aluna masih belum mengatakan kalau dia juga mencintai Kevin. Tapi hal itu tidak dibuat pusing oleh Kevin, dia tak mau memaksa Aluna untuk menerima cintanya karena dia percaya suatu saat Aluna pasti akan mencintai dirinya.


Setelah beberapa minggu kemudian Kevin mendapatkan kabar  bahwa orang yang sengaja menabrak lari kedua orang tuanya kini sudah diamankan polisi. Pelaku itu seorang pria muda, dia mengaku kalau dirinya waktu itu sedang dalam kondisi mabuk berat sehingga dia lepas kendali saat sedang mengemudi. Akan tetapi Kevin tak percaya dengan pengakuan pelaku itu begitu saja, sebab entah kenapa Kevin merasa masih ada yang mengganjal di hatinya tentang kecelakaan itu. Polisi sudah mendesak pelaku untuk memberikan keterangan yang real atas peristiwa itu. Akan tetapi si pelaku tetap berbicara bohong.


Karena geram, Kevin mencari informasi lebih lanjut dengan detail dan berhati-hati sebab dia menduga dalang di balik semua ini pasti bukan lah orang biasa. Dia pun juga berpikir kalau orang yang sudah tega menabrak orang tuanya itu adalah orang yang sangat kejam.


Hampir kurang lebih satu bulan setengah dia terus menyelidiki seorang diri dengan berbagai bukti dan informasi yang dia dapatkan sehingga dia pun akhirnya bisa mengantongi nama dari si pelaku. Awalnya dia tidak percaya kalau ternyata nama pelaku itu orang yang pernah di jumpai dan dia bahkan sempat berhadapan langsung dengan orang tersebut.


Namun ternyata sangat sulit bagi Kevin untuk mencari tahu lebih detail lagi mengenai identitas dalang dari si pelaku. Banyak sekali akses yang ditutupi dan bahkan dalang tersebut memiliki banyak bekingan petinggi petinggi penting di luar sana, sehingga tak mudah bagi Kevin untuk mendapatkannya. Tapi Kevin berjanji pada dirinya sendiri akan membalas perbuatan dalang dari si pelaku tersebut dan sampai kapan pun dia tidak akan pernah menerima perbuatan dari penjahat itu.


Ingin rasanya dia melaporkan orang tersebut kepada pihak yang berwajib, tapi apalah daya semua bukti yang sudah dikumpulkan dengan susah payah pun tiba-tiba lenyap begitu saja saat bukti-bukti itu semua sudah diserahkan kepada kepolisian. Tak hanya itu saja, ternyata ada beberapa petugas nakal yang sudah dibayar mahal oleh si dalang untuk bisa bersekongkol atas kasus tersebut. Kevin yang hanya bergelar sebagai rakyat biasa pun hanya bisa diam. Tapi diam bukan pertanda dia itu kalah. Kevin pun mengirim sebuah surat dan menantang si dalang dari pelaku tersebut untuk bertemu secara gantel.


 


Bersambung…


 

__ADS_1


__ADS_2