
Dia pun segera menoleh kebelakang. Tapi sayangnya, wanita itu sudah lebih dulu berjalan menjauh dari Kevin sehingga Kevin hanya bisa melihat bagian punggung wanita tersebut. Dia pikir suara yang baru saja dia dengar seperti suara wanita yang sempat dia jumpai di bus kemarin.
“Ah, konyol banget sih aku! Mana mungkin aku bertemu dengan wanita itu di sini!” Gumam Kevin sekejap melamun, dan dia pun kembali menyambung perbincangannya dengan paman Bernard di telepon.
Malam pun tiba, acara pesta ulang tahun itu kini telah di mulai, sudah banyak beberapa tamu undangan yang hadir dan bahkan juga mereka berjoget menikmati acara pesta ulang tahun tersebut. Kevin berdiri sambil melihat kemeriahan acara pesta yang berlangsung dari luar Villa. Namun sedetik kemudian betapa terkejutnya dia saat dia melihat seorang wanita yang sedang berjalan keluar dari villa tersebut sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Kevin.
Deg!
“Dia!” Batin Kevin yang wajahnya seketika berubah ceria.
Kevin pun langsung membalas lambaian tangan wanita itu dengan ekspresi gembira. Tapi sayangnya disaat Kevin hendak akan menghampiri wanita itu, tiba-tiba dari arah belakang ada segerombolan wanita yang sedang berjalan menuju ke arah pintu masuk Villa menghampiri wanita cantik tersebut. Kevin pikir wanita itu sedang menyapa dan bahkan memanggil dirinya, tapi ternyata salah. Wanita tersebut rupanya sedang menyapa dan menyambut teman-temannya yang baru saja hadir.
Wajah yang tadinya nampak sumringah seketika berubah muram. Dia bahkan juga berfikir bahwa wanita itu pasti telah melupakan dirinya.
“Tol*l banget sih aku! Ngapain aku tadi membalas lambaian tangannya, sementara yang dia sapa tadi bukan aku! Beg*k, beg*k!!” Grutu Kevin yang kemudian melangkah pergi menjauh begitu saja dari Villa.
Dengan wajah kesal dan kecewa, Kevin langsung duduk begitu saja dipinggiran telaga. Ia duduk sembari mengeluarkan sebatang rokok dan kemudian menghidapnya setelah rokok menyala. Kevin begitu kecewa karena harapannya tak sesuai dengan yang dia inginkan.
***
Di tempat lain situasi di dalam Villa. Wanita cantik yang melambai-lambaikan tangannya tadi ialah Aluna. Aluna menghadiri acara pesta ulang tahun salah satu kerabatnya. Tapi kali ini dia datang dengan di antarkan oleh supir pribadinya. Dia menikmati acra demi acara yang berlangsung kala itu. Bahkan dia tak berhenti untuk terus menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama music disko yang bisa membuatnya happy.
Namun, tiba-tiba datanglah seorang pria yang bernama Jack. Pria setengah bule dengan tubuh kekar ini adalah teman dekat David. Pria ini begitu sangat tergila-gila dengan kecantikan Aluna. Dia bahkan tidak akan rela jika ada pria lain yang berusaha mendekati Aluna. Jack akan bertindak kasar jika ada laki-laki yang berani menyentuh Aluna.
Tapi hal itu sangat bertolak belakang dengan Aluna. Aluna justu tidak suka dengan Jack, karena sikap Jack yang kasar dan arogan.
__ADS_1
Malam itu di tengah-tengah acara pesta berlangsung, Jack datang tanpa sepengetahuan Aluna dengan membawa dua anak buahnya ke Villa. Jack tiba-tiba menghajar seorang pria yang sedang berdansa dengan Aluna.
Blum! Blum!
Semua orang pun terkejut dan langsung menghentikan aktifitasnya. Bahkan kedatangan Jack mencuri perhatian banyak orang. Aluna terkejut dengan kejadian itu, sepontan dia menutup mulutnya dengan tangannya sendiri. Kedua matanya pun terbelalak lebar dan wajahnya terlihat sangat takut.
“Jack!!” Teriak Aluna.
Aluna berusaha melerai dan memberanikan diri untuk menghentikan tindakan Jack yang menurutnya sangat keterlaluan itu. Dia terus berusaha menarik tangan Jack agar Jack berhenti menghajar teman prianya tadi. Usaha Aluna pun membuahkan hasil, tindakan Jack berhasil Aluna hentikan.
“Kamu apa-apaan sih?!!” Teriak Aluna yang nampak terlihat sangat kesal.
Jack terengah-engah sambil membenarkan jasnya yang terlihat berantakan.
“Aku mau kamu pulang sekarang!” Pinta Jack yang terdengar memaksa.
“Aluna! Sudah aku katakan berulang kali, aku tidak suka ada pria lain yang menyentuhmu! Apa kau lupa itu?!” Pekik Jack di depan banyak orang.
Tanpa dia sadari buliran demi buliran keluar dari sudut mata Aluna karena dia begitu sangat malu akan sikap Jack.
Plak!
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Jack dan di tambah ucapan yang baru saja keluar dari mulut Aluna yang membuat Jack semakin kesal.
“Memangnya kamu ini siapa? Berani sekali mengatur hidupku?!” Seru Aluna dengan menatap sengit ke arah Jack.
__ADS_1
Jack hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi saat wanita yang dia idam-idamkan berani berkata seperti itu di hadapan semua orang. Seketika Jack langsung manarik tangan Aluna, berniat ingin mengajak Aluna pulang. Akan tetapi Aluna langsung menebas kasar genggaman tangan Jack dan dia pun pergi begitu saja meninggalkan villa dengan berderai air mata.
Jack berusaha membututi Aluna saat itu juga, tapi Jack tak bisa menemukan Aluna karena kondisi lingkungan yang minim penerangan. Bahkan Jack juga menyuruh kedua anak buahnya untuk mencari keberadaan Aluna.
Hampir satu jam jack dan kedua anak buahnya mencari Aluna di sekitar villa tapi sayangnya mereka semua tidak dapat menemukan Aluna hingga mereka pun memutuskan untuk meninggakan tempat itu.
“Maaf bos, kami tidak dapat menemukan nona Aluna.” Ucap salah satu anak buah Jack yang memberikan laporan.
“Apa kalian sudah mencari di telaga?” tanya Jack sembari berkacak pinggang dengan wajah kesal.
“Sudah bos, kami sudah mencarinya kemana-mana. Tapi kami tidak menemukan Nona Aluna sama sekali.” Jawab kedua anak buah Jack.
“Agh! Kalian berdua memang payah!!” Seru Jack sembari menendang udara sekitarnya.
Kedua anak buah itu pun tertunduk membisu melihat kemarahan Jack.
Sementara Aluna berlari dan kemudian bersembunyi di salah satu speedboat yang ada di telaga, tepatnya dia berada tak jauh dari tempat duduk Kevin berada. Kevin yang sedang memainkan ponselnya sambil menghisap sebatang rokok pun samar-samar mendengar tangisan seorang wanita. Awalnya dia pikir itu hantu, namun setelah dia dengar dengan betuk-betul ternyata suara tangisan itu terdengar dari dalam salah satu Speedboatnya.
Dia segera bangkit berdiri lalu berjalan perlahan-lahan mendekati suara tangisan tersebut. Setelah kedua kakinya berada tepat di dekat kapal, dia pun melihat ada seorang wanita yang sedang duduk merekuk lutut dengan mengenakan baju berwarna putih, di tambah rambut wanita itu tergerai lurus menutupi wajahnya.
Kevin mencoba memberanikan diri untuk lebih mendekati wanita tersebut, dan setelah jaraknya di rasa sudah sangat dekat Kevin pun lalu menyapanya.
“Permisi, apa kau seorang manusia?” Pertanyaan yang konyol yang Kevin ucapkan.
Mendengar adanya sesorang yang sedang mendekati dirinya, seketika Aluna langsung menolehkan wajahnya membelakangi pria itu dan di pun cepat-cepat mengusap air matanya hingga membuat Kevin tidak bisa melihat wajah wanita tersebut. Aluna lalu berdiri dan langsung berjalan ke arah bagian depan Speedboat. Kevin berusaha membututinya karena dia takut jika wanita itu melakukan hal yang tak di inginkan.
__ADS_1
Bersambung…