ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
Kecewa!


__ADS_3

Melihat Kevin yang sudah tak terlihat, Aluna kemudian masuk ke dalam rumahnya untuk menemui Andreson dan juga Keithen.


“Ma, Pa, tunggu sebentar.” Teriak Aluna memanggil kedua orang tuanya yang hendak akan pergi meninggalkan ruang tamu.


Andreson dan Keithen menoleh ke arah Aluna, gadis itu lalu mempercepat langkah kakinya menghampiri mereka berdua.


“Mama sama papa ini kenapa sih?!” Tanya Aluna yang nada suaranya terdengar kesal.


“Apanya yang kenapa maksudmu itu?” Tanya Keithen sambil mengernyitkan dahinya.


“Sikap mama sama papa yang terlihat sinis sama Kevin tadi!” Dengus Aluna.


Tanpa banyak bicara Andreson langsung melarang putrinya untuk menjauhi Kevin, “Papa mau kamu jauhi dia!” Pinta Andreson dengan tegas.


“Tapi kenapa pa?” Wajah Aluna seketika berubah kecewa.


“Kamu masih tanya kenapa?!” Jawab Andreson yang berdiri sambil bersedekap.


“Aluna sayang, mama kasih tau. Pria itu tidak sebanding dengan kita, bahkan bisa dibilang status dia sangat berbeda jauh dengan kita.” Sahut Keithen yang berjalan mendekati putrinya tersebut.


“Tapi Ma, Pa, dia itu pria yang baik loh, dia juga sopan.” Bantah Aluna.


“Papa nggak mau tau, pokoknya kamu harus jauhi dia!” Pinta Andreson tegas yang kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang tamu begitu saja.


“Ma, kenapa sih, papa sama mama harus memperdebatkan masalah status. Cinta itu nggak di lihat dari status ma.” Jawab Aluna.


“Tapi kamu juga harus tau, nggak selamanya cinta itu indah. Hidup itu realistis aja Aluna, banyak yang harus diperhitungkan nggak cuma sekedar perasaan aja yang kamu pikirkan. Lagipula masih banyak teman pria yang status derajatnya sama dengan keluarga kita. Kamu paham?! Jadi, dengarkan ucapan Papamu ya.” Ujar Keithen yang kemudian juga pergi meninggalkan Aluna sendiri di ruang tamu tersebut.


Sementara Aluna yang masih berdiri mematung sendiri di ruang tamu pun langsung mengusap kasar wajahnya dengan sangat kesal. Dia tak percaya bahwa orang tuanya akan mempermasalahkan soal status seseorang. Padahal selama ini Andreson dan Keithen dikenal sebagai orang yang baik yang selalu ramah kepada siapapun tak terkecuali terhadap masyarakat sekitar yang notabennya hanya dari kalangan menengah ke bawah. Mungkin saja hal itu dilakukan oleh mereka hanya karena ingin mendapatkan pujian dari semua orang.


Aluna merasa kesal, ia berlari ke atas menuju ke kamarnya dan sesampainya di kamar dia tutup pintu kamarnya dengan kencang.


Blas!


Dia jatuhkan tubuhnya begitu saja di atas tempat tidur lalu menangis terisak meluapkan kekecewaannya saat itu. Aluna kecewa karena semua tak sesuai dengan yang dia mau. Aluna sangat paham bagaimana sikap sang ayah jika ada orang yang berani menentang perintahnya sehingga dia tak mempunyai pilihan lain selain menuruti permintaannya.


Sedangkan Andreson dan Keithen masih membahas soal Kevin saat itu. Mereka berdua sependapat untuk tidak memperbolehkan Aluna dekat dengan pria yang bernama Kevin.  

__ADS_1


“Aku tidak mau putriku berteman lagi sama pria miskin tadi!” Ucap Andreson dengan nafas memburu.


“Mama juga nggak suka sama pria itu, Pa. Mau ditaruh dimana muka kita kalau sampai Aluna suka sama dia?! Pokoknya, papa harus bayar orang untuk memantau pergerakan putri kita. Jangan sampai Aluna memiliki hubungan dengan pria itu lagi!” Pinta Keithen.


“Besok papa akan suruh anak buah papa untuk memantau Aluna dan mulai sekarang jangan biarkan Aluna pergi sendiri! Dia harus terus di antar sama supir dimanapun dia akan pergi!” Pinta Andreson dan istrinya pun mengiyakannya.


Inilah alasan kenapa Aluna tidak langsung menerima cinta Kevin, sebab ada banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang. Bagi seorang putri yang lahir dari keluarga konglomerat tidaklah mudah menjalin hubungan asmara dengan seorang pria, apalagi pria itu seperti Kevin yang notabennya hanya berasal dari kalangan keluarga biasa apalagi tak memiliki harta apapun.


***


Sudah hampir sekitar satu bulan lamanya sejak kejadian baku hantam yang terjadi di gedung tua itu, Jack kini tak lagi menampakan dirinya di kediaman Andreson.


“David,” teriak Keithen memanggil anaknya yang sedang duduk di ruang tengah menikmati secangkir kopi hangat.


“Iya, ada apa ma?” Tanya David sambil menoleh ke arah ibunya.


“Tumben sudah satu bulan ini Jack nggak ke sini ya?” Tanya Keithen yang berjalan mendekati putranya tersebut.


David hanya diam sambil mengedikkan kedua bahunya.


“Entahlah ma, David juga nggak tau.” Jawab David.


“Masa kamu nggak tau? Bukannya selama ini kamu berteman dekat dengan dia kan, Vid?”  Tanya Keithen.


Namun saat David hendak akan menjawab pertanyaan ibunya, tiba-tiba terlihat Aluna yang baru saja melintas di depan mereka berdua tanpa menyapa. Sejak Aluna dilarang dekat dengan Kevin, dia tak lagi sama seperti dulu.


“Aluna,” pekik Keithen menyapa putrinya tersebut.


Kedua langkah kakinya terhenti sejenak, dia menoleh menatap ibunya dengan pandangan dingin.


“Apa kau sudah makan Nak?” Tanya Keithen, sebab hampir setiap hari Aluna sudah tak mau lagi makan bersama di meja makan dengan keluarganya tersebut.


Aluna diam, dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu pergi dari hadapan Keithen begitu saja.


Keithen yang masih duduk bersebelahan dengan David pun hanya bisa menghela nafas panjangnya.


“Sudah hampir satu bulan ini, sikap Aluna berubah.” Kata Keithen dengan nada suara serak.

__ADS_1


“Berubah bagaimana maksud mama?” Tanya David.


“Ya berubah, sikapnya sangat dingin sekali sama papa dan mama. Sejak papa melarang dia dekat dengan pria yang bernama Kevin, dia nggak mau lagi bicara sama mama.” Terang Keithen.


“Memangnya, apa salah Kevin sampai mama dan papa melarang dia dekat dengan pria itu?” Tanya David dan ternyata selama ini Aluna sengaja tak mau berbagi cerita dengan kakaknya. Sebab menurut Aluna percuma saja jika dirinya menceritakan semua itu kepada sang kakak yang juga tidak mungkin bisa merubah keputusan papanya.


“Kevin itu hanya dari keluarga biasa, sedangkan kita ini dari keluarga terpandang Vid. Papa sama mama nggak akan mau lihat putri semata wayang kami dekat dan bergaul dengan keluarga yang tidak sama dengan kita.” Kata Keithen.


“Tapi ma…” David menggantungkan ucapannya.


“Stop ya! Kamu jangan belain adik kamu!” Seru Keithen.


David diam tak bergeming dia hanya mendengarkan ucapan ibunya saat itu. Percakapan itu terus berlangsung hingga menyinggung ke arah perjodohan.


“Vid, kamu kapan mau nikah?” Tanya Keithen.


“Aku masih belum memikirkan hal itu, ma.” Jawab David.


“Astaga David, mau sampai kapan kamu sendiri seperti ini? Apa kamu nggak mikirin adik kamu?” Tanya Keithen.


David kembali terdiam namun tatapannya begitu tajam yang seakan tak menyukai dengan ucapan ibunya tersebut.


“Gini Vid, kemarin mama sama papa sudah sepakat ingin menjodohkan Aluna dengan Jack. Kamu tau itu kan?” Kata Keithen.


“Aku nggak setuju kalau Aluna dijodohkan dengan Jack.” Celetuk David.


“Why?” Tanya Keithen sembari mengernyitkan dahinya.


“Jack nggak pantas buat Aluna.” Ucap David.


Keithen tertegun, dia kaget mendengar tanggapan David sebab dulu David lah paling semangat saat kedua orang tuanya hendak akan menjodohkan Aluna dengan Jack. Namun sekarang sangat berbanding terbalik.


 


Bersambung…


 

__ADS_1


__ADS_2