ISTRI TAWANAN SANG MAFIA

ISTRI TAWANAN SANG MAFIA
Markas


__ADS_3

Sementara di tempat lain Jack Kenly adalah teman bisnis dari kakak Aluna. Jack terus menghubungi Aluna setelah dia pulang dari villa. Namun sayangnya ponsel itu sengaja Aluna tinggal di dalam mobil agar Jack tidak menggangu dirinya. Tapi kenyataannya berbeda, Jack justru tiba-tiba datang dan membuat keonaran yang membuat Aluna kesal.


“Agh! Sial! Kenapa dia tidak mengangkat panggilanku?! Dimana dia sekarang? Kenapa aku tak bisa menemukannya?!” gerutu Jack saat dalam perjalanan pulang.


Dia kembali memerintahkan kedua bawahannya untuk mencari Aluna di telaga.


“Drew, cepat kau suruh Baron dan Dani balik ke telaga itu lagi untuk mencari Aluna sampai ketemu!” Pintanya tegas.


“Baik bos.” Jawab asisten pribadi Jack yang bernama Andrew.


Tiga puluh menit kemudian sampailah Jack di rumahnya, dia segera masuk kedalam rumah sambil berkacak pinggang dengan  memicingkan kedua matanya dan gigi berkertak kesal.


“Agh!!! Sial! Lihat aja kau Aluna, aku pastikan tak lama lagi kau akan jadi istriku!!!” Rengut Jack yang nampak begitu kesal.


Tak lama ponselnya berdering, ada panggilan masuk dari David. Ia kemudian menerima panggilan tersebut. David mengajak Jack bertemu untuk membicarakan proyek besar yang begitu sangat menguntungkan bagi mereka berdua.


Jack dan David diam-diam bekerja sama mempunyai bisnis ilegal, bisnis yang mereka jalani tergolong dalam bisnis haram dan bertentangan dengan aturan negara. Sudah hampir delapan tahun lamanya mereka menjalani bisnis haram itu.


Segera Jack pergi menemui David di markas mereka dengan ditemani beberapa anak buahnya. Tak butuh waktu lama kurang dari tiga puluh menit lamanya mobil yang Jack tumpangi kini telah sampai di sebuah rumah kosong, yang di mana di rumah tersebut terlihat sedang dijaga oleh banyaknya orang yang berwajah seram dengan bentuk tubuh yang besar berotot. Jack yang baru saja turun dari mobil dan hendak akan masuk ke rumah tersebut pun disambut oleh tiga orang anak buahnya, ternyata rumah tersebut adalah markas di mana Jack dan David bertemu saat akan membicarakan soal proyek besar yang hendak akan mereka jalani.


Setelah Jack masuk, ia melihat David tengah duduk bersandar di sebuah sofa panjang dengan kaki menyilang di atas meja.


“Jack, rupanya kau sudah datang?” Sapa David sambil menghisap sebatang rokok yang tengah di genggamnya.


Jack kemudian duduk, dia keluarkan sebatang rokok dari dalam saku celananya lalu dia nyalakan sebatang rokok tersebut.


“Nampaknya kau sedang kesal? Apa kau lagi punya masalah?” Tanya David.


Jack hanya terdiam sambil melirik dingin ke arah David.


“Aku hanya sedang kesal dengan seorang wanita.” Jawab Jack.

__ADS_1


“Wanita? Siapa?” Tanya David penasaran.


“Agh! Sudahlah, lupakan saja. Sekarang cepat katakan bisnis apa yang ingin kau katakan kepadaku hingga kau mengajakku bertemu di tengah malam seperti ini?” Tanya Jack.


David kemudian menerangkan mengenai bisnis ilegal yang hendak akan mereka jalani tersebut kepada Jack sehingga membuat Jack sepakat mau mengerjakan proyek besar tersebut.


“Kau cukup ahli dalam proyek ini, jadi aku percayakan semuanya kepadamu Jack. Aku yakin kau bisa melakukannya.” Ucap David.


“Baiklah, tenang saja. Semua akan beres di tanganku.” Balas Jack.


Mereka berdua pun kemudian tersenyum menyeringai bersama-sama saat setelah pembicaraan mengenai proyek besar itu selesai, tiba-tiba ponsel Jack berdering. Dia lalu bangkit berdiri dan sedikit menjauh dari tempat duduknya tadi. Ternyata dua anak buahnya yang dia utus untuk kembali mencari Aluna di telaga pun memberikan sebuah  kabar kepadanya.


“Hemm! Apa kalian sudah menemukannya?” Tanya Jack setelah menerima panggilan itu.


“Bos, kami baru saja menemukan dua pasang sandal Heels milik Nona Aluna di bibir telaga.” Terang kedua anak bawahannya.


“Apa? Terus Aluna dimana sekarang?” Tanya Jack yang terlihat panik.


“Untuk saat ini kami belum bisa menemukan keberadaan Nona Aluna bos. Tapi kami akan terus berusaha mencari Nona Aluna dengan dibantu oleh supir pribadinya bos.” Imbuh salah satu anak buah Jack.


“Aku nggak mau tau, cepat kalian temukan Aluna. Jangan sampai terjadi apa-apa kepada dia!” Pinta Jack dengan nada suara tegas.


“Baik bos.” Jawab salah satu anak buahnya lagi.


Selepas panggilan itu berakhir David bangkit berdiri lalu berjalan mendekati Jack untuk bertanya tentang Aluna.


“Apa yang terjadi pada adikku, Jack? Kenapa kau menyuruh anak buahmu untuk mencari keberadaan Aluna?” Tanya David sembari mengernyitkan kedua alisnya yang nampak terlihat cemas.


Jack lalu menceritakan kejadian ketika dia berada Villa tadi hingga membuat David menjadi kesal terhadap Jack.


“Apa kau ini sudah tidak waras?! Aku tau kau suka dengan adikku! Tapi tidak seperti ini juga caramu memperlakukan Aluna!” Ucap David dengan sedikit meninggikan nada suaranya. Dari sikap David terlihat bahwa dia tak suka jika Jack kasar kepada adiknya. Biar bagaimanapun Aluna adalah saudara satu-satunya yang David miliki, apa lagi Aluna seorang wanita yang wajib untuk dilindungi.

__ADS_1


“Aku nggak mau tau, pokoknya kau harus menemukan Aluna saat ini juga! Aku nggak mau jika sesuatu terjadi kepada dia!” Seru David tegas dengan wajah yang nampak begitu kesal hingga dia pun langsung meninggalkan markas tersebut begitu saja.


Mendengar itu Jack semakin panik, dia lalu menendang barang apapun yang ada di dekatnya untuk melampiaskan kekesalannya.


Sementara itu selepas tubuh Aluna sudah merasa hangat, dia mohon diri untuk pergi menemui supirnya bermaksud ingin pulang. Tapi baru saja Aluna membuka pintu dan keluar dari mess tiba-tiba kedua anak buah Jack melihat Aluna dari kejauhan.


“Itu dia Nona Aluna! Yuk, kita samperin!” Ucap salah satu anak buah Jack sembari menuding ke arah mess.


Mereka bersama sang supir pun segera berlari menghampiri Aluna. Kedua mata Aluna terbelalak lebar melihat kehadiran kedua anak buah Jack. Wajah Aluna yang awalnya ceria kini berubah muram saat melihat kehadiran mereka di hadapannya.


“Mau apa kalian kesini?!” Tanya Aluna dengan nada ketus, karena Aluna sudah hafal beberapa dari wajah-wajah anak buah Jack.


Kevin yang tengah berdiri di samping Aluna pun terlihat bingung, dia pikir kedua anak buah itu adalah orang utusan orang tua Aluna yang sengaja diutus untuk menjaga Aluna.


“Maaf Nona, kami di minta tuan Jack untuk mencari Nona.” Jawab salah satu anak buah Jack.


“Bilang sama bos kalian! Nggak perlu memperdulikan aku! Karena aku ini bukan siapa-siapa dia! Jadi cepat kalian berdua pergi dari sini!!” Pekik Aluna.


“Tapi Non.” Sahut salah satu anak buah Jack itu lagi.


“Cepat pergi! Aku bisa pulang bersama Pak Dori!” Seru Aluna yang semakin meninggikan suaranya.


Kedua anak buah Jack itu pun kemudian melangkah pergi, namun mereka tidak serta merta melepas Aluna begitu saja dari tatapan matanya. Mereka tetap mengintai bahkan membuntuti Aluna dari kejauhan sampai Aluna sungguh-sungguh meninggalkan tempat tersebut.


 


Bersambung…


 


 

__ADS_1


__ADS_2