
David hanya diam, bahkan dia sama sekali tak mau menjawab perkataan dari Jack sehingga membuat Jack jadi naik pitam. Sementara dia berniat akan bicara setelah adiknya pergi meninggalkan gedung tersebut. Akan tetapi Jack yang sudah terlanjur emosi pun seketika langsung menyerang David dengan kasar hingga David tersungkur ke bawah, Jack kemudian mengarahkan pistolnya tepat ke wajah David. Tak terima dengan perlakuan Jack, David pun segera menyepak tangan Jack dengan sangat keras dan tanpa ba bi bu ia langsung memukul wajah Jack begitu saja hingga pistol tersebut jatuh.
Blam! Blaz! Buk!
Mereka berdua pun saling baku hantam di gedung tua itu dan bahkan anak buahnya yang mereka bawa juga saling menyerang satu sama lain. Hingga pada akhirnya dalam ketegangan itu pihak Jack lah yang kalah. Terlihat wajah Jack yang sudah babak bundas, begitu pula dengan kelima antek-anteknya yang juga kalah dalam melawan ketiga anak buah David.
Cccuuhh!
“Bajing*n kau David!” Pekik Jack yang begitu emosi sambil menahan luka-luka lebam di tubuhnya.
Dengan nafas terengah-engah David pun menjawab, “Apa?! Hem!! Kau masih mau menantang ku? Akan ku jabani sekarang juga! Ayo berdiri!!” Pekik David yang terdengar menantang.
Namun di saat Jack hendak mencoba bangkit berdiri dan mau melawan David lagi salah satu anteknya pun berusaha lebih dulu mencegahnya, karena mereka sadar kala itu mereka telah ke habisan tenaga.
“Bos, jangan bos. Sebaiknya kita pergi dari sini saja!” Ucap salah satu anak buah Jack.
Namun Jack tidak menanggapinya karena dia tak mau kalah dan bahkan tetap masih berusaha bangkit berdiri walau sekujur tubuhnya sudah terasa sakit semua. Sikapnya yang angkuh itu membuatnya tak mau kalah dari musuh.
“Jack! Aku sebenarnya tidak mau punya masalah denganmu! Tapi, jika ini menyangkut harga diri dari salah satu anggota keluargaku! Aku tidak akan tinggal diam bahkan sekali pun musuhku itu kau!” Kata David sambil sambil menuding ke arah Jack.
“Awalnya, ku pikir kau adalah orang yang tepat untuk adikku tapi ternyata dugaan ku salah. Mulai detik ini jangan harap kau bisa menjadi suami dari adikku!” Sambung David yang kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu begitu saja.
Jack yang masih kesakitan hanya bisa mendengus kesal. Dia pun mengumpat kelima antek-anteknya dengan sangat kasar.
__ADS_1
“Kalian semua bod*h! Melawan tiga orang saja tidak becus! Dasar brengs*k! Kep*rat!” Jack nampak sangat geram hingga dia pun hanya bisa menghantam udara di sekitarnya.
Sementara kelima antek-anteknya hanya bisa menunduk terdiam. Sebenarnya tadi bisa saja Jack meraih pistolnya yang jatuh lalu menembak David, tapi hal itu sengaja tidak di lakukannya karena dia masih memiliki urusan bisnis haram dengan David.
***
Di tempat lain saat Aluna panik membawa Kevin ke rumah sakit, dia terus berharap Kevin masih bisa di selamatkan.
“Vin, tahan dulu ya, sebentar lagi kita akan segera sampai di rumah sakit.” Ucap Aluna sambil memangku kepala Kevin yang bercucuran darah.
Wajahnya terlihat panik, dia takut jika sesuatu yang tak di inginkan terjadi kepada Kevin. Bahkan dia juga menyalahkan dirinya sendiri, sebab semua yang terjadi berawal dari dirinya.
“Pak, tolong di percepat lagi lajunya. Kasihan Kevin, dia sudah mengeluarkan banyak darah. Hisk… Hisk… Hisk…” Air matanya kini sudah tak mampu lagi untuk dibendung, dalam perjalanan dia terus menangis karena prihatin dengan kondisi Kevin waktu itu.
Lima belas menit kemudian, sampailah mobil Aluna di rumah sakit. Aluna segera menyuruh antek-antek kakaknya untuk segera memanggil petugas yang berjaga.
Tak beberapa lama para petugas datang menghampiri Aluna sambil membawa brangkar medis untuk pasien. Beberapa petugas berusaha mengeluarkan tubuh Kevin dari dalam mobil dengan di bantu oleh kedua antek-antek David.
Selepas tubuh Kevin berhasil di pindahkan para petugas segera membawa Kevin menuju ke ruang UGD untuk menyelamatkan nyawa Kevin. Aluna terus menangis, bahkan air matanya sulit untuk di hentikan. Bahkan dia terus berdoa supaya nyawa Kevin bisa terselamatkan.
“Ya Tuhan, tolong selamatkan nyawa Kevin. Seumur hidup aku akan terus merasa bersalah jika sampai terjadi sesuatu dengannya. Hisk… Hisk… Hisk…” Ucap Aluna yang terlihat gelisah.
Tak kala ketika dia sedang berada di luar ruang UGD menunggu kabar dari dokter, ponselnya pun tiba-tiba berdering. Segera Aluna ambil untuk menerima panggilan masuk tersebut.
__ADS_1
“Kak David.” Ujar Aluna dengan suara lirih dengan tangan yang masih berlumuran darah.
“Hallo kak.”
“Share lokasi sekarang.” Pinta David tegas.
“Ba—baik kak.” Jawab Aluna yang pikirannya masih kalang kabut.
David pun seketika menutup panggilan itu dan bermaksud ingin menyusul Aluna di rumah sakit. Sebab dia tau, Aluna pasti masih sangat ketakutan atas kejadian yang baru saja di lihatnya di depan mata.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit David terus membersihkan setetes darah yang keluar dari ujung bibirnya akibat dari baku hantamnya dengan Jack. Mungkin beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit, tapi setidaknya dia telah berani menjadi garda terdepan untuk adik tersayangnya.
“Aku harap kejadian ini tidak membuat jiwa Aluna terguncang, karena baru kali ini dia melihat Jack menggunakan pistolnya!” Batin David yang terus memikirkan keadaan adiknya.
Memang benar kejadian menegangkan sungguh terjadi sebelum David datang. Kevin sudah menunggu Jack seorang diri di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Sementara Jack selepas menerima dan membaca isi surat itu pun seketika amarahnya berkobar. Dia tak terima dengan hinaan yang Kevin tuliskan di surat itu.
Segera dia menemui Kevin di gedung tua jalan mawar dengan membawa kelima antek-anteknya tak lupa juga dengan senjata api yang selalu dia simpan di dalam jasnya.
Sesampainya di gedung tua itu, Jack tak langsung keluar dari dalam mobil. Dia sengaja menyuruh ketiga anak buahnya untuk menemui Kevin lebih dulu. Namun ketika melihat Aluna yang tiba-tiba hadir membuntuti Kevin dari belakangnya membuat Jack langsung naik darah. Dia pun memutuskan keluar dari dalam mobilnya untuk menemui Kevin.
Saat keduanya sudah saling bertemu, perdebatan pun dimulai. Tatapan sengit nampak terlihat di mata mereka. Aluna yang berada di sana pun terus berusaha memadamkan api amarah yang tengah berkobar waktu itu. Namun sayangnya usahanya tak berhasil. Kedua belah pihak terus beradu pandang, hingga akhirnya bentrokan pun terjadi. Jack menyuruh kelima antek-anteknya untuk mengerok Kevin, dan saat itu juga Jack menarik paksa tangan Aluna. Lima lawan satu, mungkin akan tergambar Kevin yang akan kalah. Namun nyatanya tidak. Kevin menang dalam pengeroyokan tersebut, dia berhasil mengalahkan kelima anak buah Jack. Tapi di saat Kevin hendak berusaha ingin mengambil tangan Aluna dari cengkraman tangan Jack, Jack lebih dulu mengarahkan dan melepaskan pelatuk pistolnya itu tepat di pundak bagian bawah Kevin hingga membuat Kevin tersungkur dan di saat itulah kelima anak buah Jack langsung menghajar habis-habisan saat musuh sudah lagi tak berdaya. Banyak darah yang terus keluar bercucuran dari tubuh Kevin dan seketika kedua mata Aluna membulat sempurna saat Kevin terkapar tak berdaya. Aluna terus memberontak dari jeratan tangan Jack, dia ingin sekali menolong Kevin saat itu. Tapi Jack tak mengijinkannya, cengkraman tangannya semakin kuat hingga membuat Aluna tak berdaya dan Aluna hanya bisa menangis menjerit penuh emosi. Suara tangisan Aluna terdengar nyaring di telinga Jack hingga dia pun melepaskan cengkraman tangannya begitu saja.
Sontak Aluna langsung berlari menghampiri Kevin yang terkapar, tangisannya semakin menjadi, air matanya pecah tak terhingga. Melihat kondisi Kevin yang sudah sangat parah, Aluna pun bersujud di kaki Jack supaya Jack mau menolong Kevin, dan di saat itu lah David datang sebagai dewa penolong.
__ADS_1
Bersambung…